Menu Utama
May 2015
M T W T F S S
« Apr    
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

Rumbia. Lontaran nada kekecewaan terhadap ulah sebagian Oknum PNS yang hingga kini masih malas untuk berkantor kembali di ucapkan Bupati Bombana saat menghadiri Upacara Haari Kebangkitan Nasional di Halaman Kantor Bupati beberapa saat lalu, bahkan orang nomor satu di Lingkup Pemerintah Daerah Bombana ini mengaku tidak habis pikir sebab berbagai upaya yang dilakukan pihak Pemkab baik itu berupa pemberian tunjangan maupun Sanksi Penurunan Pangkat hingga Pemecatan tidak banyak membawa perubahan atas prilaku PNS tersebut.

“ saya tidak habis pikir dengan cara apa lagi sehingga mereka ini mau melaksanakan kewajiban mereka dengan benar sebagai abdi Negara “ kata Bupati Bombana H. tafdil, SE. MM sebelum membacakan sambutan Menteri Komunikasi dan Informatika. Read the rest of this entry »

Rumbia. Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Bombana Syarif, SH menegaskan hingga saat ini masyarakat yang berada di Bombana khususnya yang berprofesi sebagai nelayan kebayakan masih mengandalkan mata pencaharian mereka dengan memasarkan udang dan kepiting sebagai komoditi andalan,  besarnya penjualan dipasaran kedua komoditas laut tersebut menjadi salah satu alasan masyakat masih mempertahankan profesi mereka hingga saat ini.

“ memang benar bahwa masyarakat masih menggantungkan perekonomian mereka dari hasil tangkapan komoditas tersebut, “ kata Syarif kala ditemui beberapa saat lalu.

Namun Syarif mengakui, saat ini para pelayanan masih mengeluhkan kurangnya fasilitas yang diberikan pemerintah daerah yang dipandang memandai untuk mendukung aktifivitas mereka seperti perahu, jaring, mesin dan kelengkapan tangkap lainnya, sehingga mantan Camat Rarowatu Utara ini akan tetap menjadikan hal tersebut sebagai referensi dalam pemberian bantuan.

“ kami akan memberikan bantuan sedikit demi ssedikit apa yang menjadi kebutuhan dasar mereka ‘” terang Syarif.

Lanjut, masih digelutinya profesi ini tidak lepas dari masih banyaknya permintaan dari beberapa dari luar Bombana seperti dari Kendari, Kolaka dan beberapa daerah lain yang ada di Sultra, bahkan Syarif mengungkapkan tiap hari dari laporan yang bukan hanya para pengusaha rumah makan yang mencari komoditi ini secara langsung maupun lepas pengumpul dimasyarakat, karena terkadan masyarakat yang bertandang ke Bombana kerap juga membeli untuk dijadikan  ole-ole ke daerahnya.

“ yang pasti kami akan terus mengupayakan agar usaha dari masyarakat ini terus berkembang karena dengan makin meningkatnya permintaan pasar terhadap kedua hasil laut yang memiliki protein yang cukup tinggi ini maka secara pasti pula akan menambahkan pendapatan ekonomi masyarakat “ papar Syarif.

Rumbia. Rencana Program TNI Manunggal Masuk Desa ( TMMD ) yang akan di pusat di Taubonto Kecamatan Rarowatu berupa beberapa pekerjaan fisik di masyarakat, korps berbaju loreng itu juga bekerjasama dengan pemkab bombana akan menggelar berbagai kegiatan sosial diantara Pasar Murah, Pelayanan KB, Pengobatan gratis, Operasi Katarak dan Bibir Sumbing dan berbagai kegiatan lainnya termasuk malam puncak yang di kemas dengan pesta rakyat. Demikian dikatakan Komandan Kodim 1413 Buton Letnan Kolonel (inf) Arfin Dahlan saat ditemui beberapa saat lalu.
Dandim Buton ini  menuturkan dirinya sangat bersyukur karena pihak Pemkab Bombana sangat mendukung beberapa program TMMD kali ini, terlebih penyampaian informasi kemasyarakat terkait beberapa kegiatan sosial yang akan dilaksanakan melalui media pemkab sangat membantu kerja pihaknya.
” Memang Pemkab terlibat secara langsung dalam kegiatan ini, khususnya kegiatan sosial yang mana pihak pemkab sangat meresponnya termasuk pasar murah dan pengobatan gratis ” kata Arfin. Read the rest of this entry »
Rumbia. Sebanyak 12 Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) inisiatif Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bombana, hari ini diparipurnakan untuk dilakukan pembahasan lebih lanjut sebelum disetujui bersama pemerintah daerah menjadi Perda.
12 Raperda inisiatif DPRD tersebut yakni Raperda tentang pemilihan dan pengangkatan kepala desa, Raperda tentang organisasi dan tata kerja kesatuan pengelolaan hutan produksi (KPHP) model unit eks Tina Orima kabupaten Bombana, Raperda pedoman pembentukan hukum daerah, Raperda perubahan atas Perda Kabupaten Bombana nomor 20 tahun 2005 tentang kedudukan protokeler dan keuangan pimpinan dan anggota DPRD kabupaten Bombana.
Selanjutnya, Raperda tentang penataan dan penetapan nama-nama jalan dan lorong dalam wilayah Ibu Kota Kabupaten Bombana, Raperda tentang retribusi izin tempat penjualan minuman beralkohol, Raperda tentang penanggulangan kemiskinan di Kabupaten Bombana, dan Raperda tentang pembentukan Kecamatan Liano di Kabupaten Bombana.
Serta Raperda tentang ketenaga listrikan daerah, Raperda tentang perubahan atas perda nomor 1 tahun 2005 tentang lambang daerah Kabupaten Bombana, Raperda tentang pendidikan baca tulis Al-Quran, dan Raperda tentang wajib belajar Diniyaah Takmiliyyah.
Dari ke- 12 raperda tersebut, terdapat beberapa Perda penting antara lain, Pilkades, pemberantasan kemiskinan, penanggulangan bencana, kelistrikan, pelarangan alih fungsi pertanian, perda Pedoman pembentukan produk hukum daerah, perubahan nomen klatur SKPD. Read the rest of this entry »

Rumbia. Molornya pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa di Kabupaten Bombana membuat sejumlah pihak menyambangi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah ( DPRD ) Bombana mempertanyakan Peraturan Daerah yang hingga saat ini belum dibahas.

Koordinator aksi Pergerakan Pemuda Pemerhati demokrasi ( P3D) Asri menyebutkan seharusnya Peraturan yang mengatur Pemilihan Kepala Desa sudah ditetapkan, namun hingga saat ini hal tersebut belum dilakukan pihak DPRD Bombana, bahkan dirinya mengaku merasa heran dengan sikap DPRD Bombana yang mendiamkan hal tersebut, sehingga telah menimbulkan berbagai dampak ditengah – tengah masyarakat.

“ bayangkan saja sudah banyak orang di desa yang mempertanyakan kapan Perda tersebut ditetapkan karena penetapan Perda tersebut bukan hanya menyangkut siapa yang akan menjadi kepala desa namjn sangat berimplikasi dengan proses pembangunan di desa “ terang Asri. Read the rest of this entry »