Menu Utama
May 2012
M T W T F S S
« Apr    
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Ket. Gambar : Sekda Kab. Bombana Ir. H. Rustam Supendy, M.Si memberikan arahan terkait kedisiplinan pegawai pada peringatan HKN di halaman kantor Bupati Bombana. ( foto : Herry ).

Rumbia, Sekda Kab. Bombana Ir. H. Rustam Supendy, M.Si yang bertindak selaku Inspektur Upacara pada peringatan Hari Kesadaran Nasional yang dilaksanakan di halaman Kantor Bupati Bombana mengatakan bahwa untuk saat ini Kabupaten Bombana sementara berbenah baik itu terkait masalah kedisiplinan maupun pengelolaan keuangan.  

” pemerintah daerah saat ini memfokuskan kehadiran untuk meningkatkan kedisiplinan kerja pegawai” kata H. Rustam Supendy.  

Pada peringatan Upacara HKN yang rutin dilaksanakan pada setiap tanggal 17, di ikuti oleh para  pimpinan SKPD dan pegawai se Bombana yang diperkirakan berjumlah sekitar 1500 orang, H. Rustam supendy mengingatkan peringatan hari kesadaran nasional ini semata mata untuk mengulas kembali apa yang telah kita kerja dalam satu bulan terakhir.  

Mantan kepala Bappeda kab. Bombana ini menjelaskan bahwa sampai saat ini berdasarkan sidak yang di laksanakan beberaps pekan terakhir, persentase kehadiran pegawai, baik itu PNS maupun Tenaga Honorer masih di bawah 50 persen. beliau mengharapkan agar hal ini harus terus ditingkatkan untuk agar penegakan disiplin sesuai undang – undang kepegawaian benar benar bisa terlaksana dengan baik.

” saya mengingatkan bahwa Bupati dan Wakil Bupati tidak akan segan segan menindak aparatur pemerintah yang tidak mengindahkan kedisiplinan, hal ini tidak hanya berlaku bagi staf, namun ini juga berlaku bagi para eselon II, III dan IV” ujarnya.      

Rumbia, usia di kunjungi tim penilai tingkat provinsi terkait lomba  desa tingkat provinsi, Kelurahan Boepinang Barat Kecamatan Poleang kini  kembali berbenah untuk  melakukan persiapan jika Kelurahan tersebut juara pada lomba desa yang dilaksanakan oleh provinsi dan berhak mewakili Sultra di tingkat nasional. Hal tersebut terungkap, saat Bupati Bombana memimpin rapat persiapan di ruang rapat bupati kemarin siang(16/5).  

” saya berharap agar segala sesuatu terkait penilaian lomba desa untuk dipersiapkan sematang mungkin” kata Bupati Bombana H. Tafdil saat memimpin rapat tersebut.  

H. Tafdil juga meminta aparatur pemerintah di tingkat kecamatan untuk bersungguh – sungguh dalam menyikapi persiapan ini, menurutnya pula bahwa yang terjadi selama ini, kerap aparatur di kecamatan maupun SKPD memberikan perintah tanpa di tindak lanjuti.   ” ini merupakan suatu ironi, karna terkadang hanya  memberikan format tanpa memberikan arahan, ini tidak boleh di lakukan lagi, seluruh pimpinan SKPD dan camat harus berperan aktif dalam kegiatan ini”  ujar H. Tafdil.

Lebih lanjut H. Tafdil mengatakan bahwa untuk kesiapan lomba desa jika Kelurahan Boepinang Barat menjadi juara dan mewakili Sulawesi Tenggara ditingkat nasional, hal yang terpenting untuk disiapkan adalah profil kelurahan tersebut, sebab menurutnya yang menjadi penilaian utama dalam setiap kegiatan lomba desa adalah profil dari desa dan kelurahan yang di nilai.  

” namun aspek pendukung harus tetap disiapkan, baik itu mengenai pendidikan, jumlah penduduk, ekonomi dan sebagaimana perlu juga disiapkan” lanjut H. Tahdil  

Selain di hadiri Bupati Bombana  H. Tafdil, SE, MM, rapat persiapan yang dilaksanakan kemarin siang tersebut dihadiri pula Wakil Bupati Bombana Ir. H. Masyhura, Ketua Tim Penggerak PKK Hj. A. Nirwana Tafdil dan unsur pimpinan SKPD yang terkait dengan kesiapan data lomba desa tersebut.  

Sementara itu di tempat yang sama, Ketua Tim Penggerak PKK Kab. Bombana Hj. A. Nirwana Tafdil sangat menyayangkan Tim PKK kecamatan Poleang, beliau menuturkan bahwa setelah melakukan pengecekan terkait data PKK di poleang yang merupakan induk dari Kelurahan Boepinang Barat yang mengikui Lomba desa beberapa saat lalu, ditemuakan administrasi dari PKK di kecamatan tersebut belum bejalan maksimal.              

” setelah saya periksa administrasi PKK Kec. Poleang, ternyata administrasinya masih di tanda tangani Ketua PKK yang lama, ini berarti sejak saya dilantik dan menggenjot PKK agar konsisten dengan tupoksinya tidak di indahkan” kata Hj. A. Nirwana.   Istri Bupati Bombana ini juga berpesan kepada camat poleang untuk mengingatkan hal tersebut kepada Ketua Tim PKKkecamatan poleang, sebab menurutnya walaupun hanya sebagai data pendukung pada penilaian lomba desa, data dan program kerja PKK bisa menjadi satu nilai tambah.

” saya harap pak camat untuk menyampaikan ini, agar kiranya tim PKKyang di kecamatan Poleang untuk melengkapi data dan melakukan program kerja yang telah ditetapkan” harap A. Nirwana.

Ket. Gambar : Sekda Kab. Bombana Ir. H. Rustam Supendy. M. Si memberi pengarahan saat Melakukan Inspeksi Mendadak Di BKD Kab. Bombana. ( foto : Herry ).

Rumbia, Sekretaris Daerah Kabupaten Bombana Ir. H. Rustam Supendy, M. Si akan memperketat penyesuain golongan dan kenaikan pangkat pegawai negeri sipil di bombana, hal tersebut terkait maraknya ijazah yang di indikasikan asli tapi palsu yang banyak digunakan saat ini.

Demikian dikatakan H. Rustam Supendy saat melakukan sidak di Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Bombana baru – baru ini(15/5). Pembina pegawai bombana ini juga menuturkan beberapa pekan terakhir ini banyak ijasah asli tapi palsu ( aspal ) masuk diruang kerja untuk meminta persetujuannya selaku sekda untuk penyesuaian dengan menggunakan gelar S.Pdi.

” saya kaget, karena setelah diperiksa administrasi oknum yang mengusulkan berkasnya untuk penyesuaian, terdapat keganjilan dari berkas tersebut.” kata H. Rustam sembari enggan menyebutkan nama oknum yang bersangkutan.

Sekda Bombana ini menceritakan bahwa salah seorang oknum pegawai pernah mengajukan ijasah untuk melakukan penyesuain golongan, namun dirinya merasa curiga karena selama ini oknum tersebut masih sering terlihat berkantor dan absensi kehadirannya pun tiap harinya terisi hadir, setelah di minta penjelasannya, diapun mengakui selama ini dia masih sering berkantor dan ijasah yang dia gunakan itu ternyata di dapatkan tanpa mengikuti proses perkuliahan alias dibeli dari salah satu perguruan tinggi swasta di luar sultra.

” Saat ini, data ijasah yang terindikasi palsu tersebut telah dilaporkan juga pada pihak kepolisian untuk dilakukan penyelidikan” ujar H. Rustam.

Ketua Tim Baperjakat Kab. Bombana ini sangat menyanyangkan terjadinya hal tersebut, dia menilai jika ini di biarkan maka letak keadilan dari sebuah proses pendidikan tidak akan terpenuhi. “bayangkan saja, ada orang yang kuliah bertahun – tahun hanya untuk memperoleh gelar dan ijazah sarjana dengan biaya dan waktu yang di keluarkan tidak sedikit, lantas disatu sisi ada oknum hanya dengan bermodalkan uang bisa mendapatkan ijazah tanpa mengikuti proses perkuliahan, ini tidak bisa di biarkan” tegasnya

H. Rustam pun mengatakan saat ini dirinya akan membentuk tim yang akan langsung melakukan klarifikasi ke universitas tersebut untuk meminta penjelasan atas kejadian ini.

” kami juga tidak menginginkan seseorang telah mengeluarkan uang untuk membeli ijazah tersebut, ternyata ujung – ujungnya tidak bisa digunakan juga, berapa banyak kerugian yang dialami” tambah H. Rustam.

Ket. Gambar : Bupati Bombana H. Tafdil, SE, MM saat meletakkan batu pertama pembangunan Masjid Muhammadiyah di Kel. Lameroro Kec. Rumbia. ( Foto : Herry )

Rumbia, Terobosan Muhammadiyah dalam terobosannya memajukan pendidikan di indonesia sudah tidak perlu diragukan lagi, banyaknya perguruan tinggi yang terakreditasi yang bernaung di muhammadiyah menjadi primadona kalangan mahasiswa untuk mengenyam pendidikan, hal tersebut dikatakan Bupati Bombana H. Tafdil, SE, MM saat menghadiri peletakan batu pertama Masjid dan pondok pesantren modern muhammadiyah di kelurahan lameroro kecamatan rumbia hari ini (14/5).

” saya sangat mengapresiasi Muhammadiyah dalam meningkatkan mutu pendidikan kita, kualitas dan kuantitas muhammadiyah dalam pendidikan sudah tidak diragukan lagi” kata H. Tafdil.

Lanjutnya, diakui pula oleh bupati ke 6 bombana ini, bahwa hingga kini telah banyak pihak perguruan tinggi yang mengajukan kerjasama dengan pihak pemerintah daerah dalam mengembangkan pendidikan di bombana, namun sampai saat ini, menurutnya hanya muhammadiyah yang baru di akomodir untuk membangun universitas di bombana.

” muhammadiyah ingin mendirikan universitas di bombana bukan untuk mencari jati diri, namun telah teruji di seluruh indonesia serta aspek legalitasnya tidak bisa diragukan lagi.” ujar H. Tafdil.

Selain melakukan peletakan batu pertama pendirian masjid muhammadiyah dilameroro, pada kesempatan tersebut, H. Tafdil juga menandatangai MoU pembangunan universitas tersebut dengan pihak Asia Muslim Charity Foundation ( AMCF). ” untuk pembangunan pesantren sendiri, pemerintah daerah akan memberikan bantuan 10 juta rupiah, harap segera untuk di urus pencairannya ” tambah H. Tafdil.

Ditempat yang sama usai peletakan batu pertama, ketua panitia pelaksana Drs. Yusuf Zubaer, M.Si menuturkan bahwa di lameroro ini, muhammadiyah telah banyak berperan aktif dalam bidang pendidikan dan keagamaan, dia mencontohkan selain pesantren dan universitas yang akan di bangun, dilameroro telah ada Madrasah Iftidaiyah yang merupakan bantuan pemkab bombana 120 juta serta kementerian agama 65 juta pada tahun 2010 lalu.

” untuk pesantren sendiri alokasi anggarannya520 juta berdasarkan hasil kerjasama dengan AMCF dan pimpinan pusat muhammadiyah, sedangkan untuk masjid hingga saat ini alokasinya 250 juta hasil dari swadaya masyarakat selama ini” kata yusuf. Ditambahkan pula mantan ketua DPD PAN Bombana ini, pembangunan gedung belajar universitas sudah berjalan dan persentase pekerjaan sudah 40%, sudah termasuk dari gedung belajar.

Selain dihadiri Bupati Bombana, peletakan batu pertama masjid muhammadiyah serta pembangunan pesantren modern dihadiri pula Ketua Tim Penggerak PKK Bombana Hj. A. Nirwana Tafdil serta beberapa kepala SKPD dan Kabag Humas Bombana Drs. Hasdin Ratta, M. SI.

” kami juga mengharapkan bantuan dari pihak lain, termasuk pada para pimpinan SKPD yang jika berkenan menyisihkan sedikit pendapatannya untuk pembangunan masjid ini ” harap yusuf.

Rumbia, Wakil ketua DPRD Bombana, Johan Salim, berang. Pasalnya, namanya politisi PAN Bombana ini dicatut orang tak bertanggung jawab untuk memeras beberapa kepala desa (Kades).

menurut penuturan johan,Modusnya yang digunakan pelaku yang mengaku sebagai dirinya itu, para Kades dihubungi via ponselnya dan diminta mentransfer dana kerekening wakil ketua DPRD palsu dengan besaran yang bervariasi.

Syafruddin, Kepala Desa Rompu-Rompu, merupakan salah satu korbannya. Dia menjadi korban penipuan wakil ketua DPRD palsu, sehingga mengalami kerugian sebanyak Rp 19,2 juta. Syafruddin juga menuturkan, uang tersebut dikirim didua rekening berbeda atas nama Desi Wulandari dan Lukman Pratama.

“Uangnya saya transfer dua kali melalui BRI dan satu kali melalui pos sesuai permintaan pak Johan. Dia (Johan palsu) hubungi saya dari nomor 081315343555,” katanya.

Syarifuddin mengaku, dana tersebut dia transfer karena Desanya dijanjikan proyek senilai ratusan juta dari Dinas Peternakan Bombana. Belakangan Syarifuddin baru tahu, jika  penelpon gelap tersebut bukan Johan yang asli, dan Dia pun menjadi korbannya.

Johan Salim, SP, wakil ketua DPRD saat di temui membantah telah meminta dana dari beberapa kepala desa. “Itu penipuan. Saya tidak pernah meminta dana apapun dari kepala desa. nama saya dicatut,” katanya.

johan salimjuga sangat menyanyangkan kejadian ini, dia juga menyesalkan yang menjadi korban dari praktek penipuan ini adalah kepala desa, Terkait pencatutan namanya itu, Johan meminta kepada para kepala Desa yang jadi korbannya agar melaporkan masalah yang dialami, kepada aparat penegak hukum untuk diusut. Johan juga menekankan kepada semua kepala desa, untuk tidak lagi percaya dengan hal-hal semacam itu.

“Kalau ada yang mengaku nama saya lagi, saya minta mereka menghubungi saya langsung untuk mengkros cek kebenarannya,” harapnya.