SELAMAT DATANG DI SITUS RESMI PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN BOMBANA
Menu Utama
October 2017
M T W T F S S
« Jan    
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

Archive for the ‘EDITORIAL’ Category

Menindaklanjuti permintaan Y.M. Mahmoud Abbas, Presiden Palestina, Pemerintah RI akan menjadi tuan rumah Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Luar Biasa Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) ke-5 tentang Palestina dan Al-Quds Al-Sharif di Jakarta, 7 Maret 2016. KTT akan didahului oleh Pertemuan Pejabat Tinggi dan Pertemuan Tingkat Menteri pada tanggal 6 Maret 2016.

Penyelenggaraan KTT tersebut dilatarbelakangi berbagai perkembangan yang mengkhawatirkan di Palestina dan Al-Quds Al-Sharif. Proses negosiasi perdamaian antara Palestina dan Israel tidak menunjukkan kemajuan berarti dan siklus kekerasan baru yang dimulai pada akhir tahun 2015 tidak menunjukkan tanda-tanda berakhir. Otoritas dan pemukim Israel terus menggunakan kekerasan yang melampaui batas terhadap warga sipil Palestina yang tidak berdaya. Israel juga terus melanjutkan pembangunan pemukiman ilegalnya, serta menghancurkan rumah warga Palestina dan mengambil alih tanah warga Palestina dalam proses tersebut. Sebagai akibatnya, warga Palestina hidup dalam kesulitan ekonomi dan berada di bawah ancaman berbagai tindak diskriminasi lainnya.

Sementara itu, Israel juga membatasi akses bagi warga Muslim Palestina ke Mesjid Al-Aqsa dan, pada saat yang sama, mencoba mengubah komposisi demografi, karakter dan status quo Al-Quds Al-Sharif. Read the rest of this entry »

Patut diajukan jempol, dengan usia yang tergolong mudah Arniati A.S.STP boleh di gelar kartini mudah yang tergolong sukses dalam berkarir, dengan usia 27 tahun wanita yang berkulit putih ini sudah bisa menjadi seorang pemimpin, dengan jabatan sebagai Lurah Kampung Baru Kab Bombana.

Dengan kepiawaianya dalam berkarir tentusaja wanita kelahiran Baubau 30 Mei 1986 ini,  mempunyai target masa depan yang cerah yaitu menjadi seorang pemimpin wanita.

Dengan jabatan yang dilakoninya sekarang ini tentu memiliki perjuangan yang sangat rumit, awal karir melanjutkan jenjang pendidikan perguruan tinggi di STPDN Bandung pada tahun 2005 merupakan suatu tantangan terberat bagi wanita ini, namun dengan ketulusan dan nawaitu yang sangat besar untuk menjadi pemimpin, k artini muda ini berhasil menyelesaikan studinya pada tahun 2009 dan menjabat sebagai Sekertaris Lurah Kampung Baru.

Dengan kesuksesan yang diraih Arniati tentu saja ada trik yang dilakukanya, saat ditanyakan trik tersebut wanita yang memiliki hobi olahraga ini menjelaskan, ia menyadari dirinya sebagai seorang wanita, tentunya biar bagaimanapun ia harus pandai menjaga diri.

“Dulu saya kejar pendidikan sampai di daerah orang yaitu Bandung, siapa yang tak kenal Bandung pergaulan yang sangat dasyat tempat hiburan malam banyak di jumpai di sudut kota. Walaupun kodisi daerah yang banyak godaan hura-hura saya selalu fokus untuk berkarir dan menyelesaikan studi. Saya juga selalu mengingat pesan orang tua bahwa yang bisa menjaga diri saya yaitu saya sendiri bukan orang lain, motifasi inilah yang menjadi pegangan hidup saya sampai sekarang ini,” jelas Arniati.

Lanjut dia, dengan pegangan pesan orangtua dan keinginan dari diri sendiri untuk menjadi orang yang sukses tentu tidak datang begitu saja tampa belajar, jadi ia selalu belajar dan belajar sampai saat ini. Read the rest of this entry »

Adanya suatu ungkap bahwa kesuksesan seorang pria dalam menjalani sisi kehidupannya tidak akan pernah lepas dari pengaruh besar seorang wanita yang selalu menyokongnya memang benar adanya, apakah ini suatu kebetulan atau memang menjadi sebuah garis takdir yang harus di terima Ibu dari dua orang Putra dan dua orang Putri ini, sosok yang satu ini merelakan dirinya berperan ganda dalam setiap kehidupan yang ia jalani saat ini, bukan hanya menjadi miliki keluarga kecilnya, namun menjadi pula miliki seluruh masyarakat Bombana, dialah Hj. Andi Nirwana Tafdil.

Sejak diberi amanah sebagai Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bombana,                  Hj. Andi Nirwana Tafdil bergerak cepat untuk memulai aktivitas dalam memajukan peran kaum perempuan melalui Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga. Bagi wanita kelahiran Watampone, 28 Mei 1970 ini, dirinya menyadari sepenuhnya bahwa jabatan yang melekat harus dibarengi dengan kerja keras dalam memulai dan menyelesaikan rencana serta program kerja  organisasi yang dipimpinnya.

Sosok sederhana dan bersahaja yang mewarnai keseharian Hj. Andi nirwana Tafdil, SP, MM, patutlah menjadi contoh bagi masyarakat Sultra. Sebagai istri Bupati Bombana, Andi Nirwana begitu menghargai perempuan sebagai modal dasar dalam membangun negeri.

BACA SELENGKAPNYA

Oleh : Awaluddin Madaeng, A. Md

Tanggal 26 November 2013, Rancangan Undang-Undang tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan telah disahkan  menjadi Undang-Undang.

Hal ini dimaksudkan untuk mereformasi sistem pelayanan Administrasi Kependudukan,menjamin akurasi data kependudukan dan  ketunggalan NIK serta ketunggalan dokumen kependudukan.

Selain itu juga perubahan ini diharapkan menjamin akurasi data kependudukan dan  ketunggalan NIK serta ketunggalan dokumen kependudukan.

Berhubung perubahan Undang Undang tersebut sangat  mendasar, sehingga implementasinya memerlukan perubahan pola pikir dari para penyelenggara dan pelaksana sampai kepada operator, serta perubahan pola pikir dari masyarakat.sebab berbicara administrasi kependudukan tidak dapat dilakukan engan memandang bahwa administrasi kependudukan itu sebatas pengadministrasian data kependudukan pada kabupaten yang kita lakukan  kota saja ,karena apapun   yang kita lakukan dalam penataaan administrasi kependudukan di kabupaten bombana akan mempengaruhi data kependudukan nasional kita.Oleh sebab itu regulasi penataan administrasi kependudukan haruslah didasarkan pada regulasi Nasional.

Awaluddin Madaeng saat menghadiri Workshop Nasional terkait Kependudukan dan pencatatan Sipil di Hotel Aston Jakarta ( Dok Foto : Awaludding Madaeng ).

Praktisnya sistemnya administrasi kependudukan itu adalah suatu sistem yang mengatur seluruh administrasi kependudukan pada umumnya ,dalam hal ini terkait dengan tiga jenis pengadministrasian . :pertama    Pendaftaran Penduduk, Kedua Pencatatan Sipil,  ketiga,   Pengelolaan data dan Informasi kependudukan yang dihasilkan dari proses  pendaftaran   Penduduk   dan  Pencatatan Sipil itu sendiri

Untuk membangun sistem itu perlu dilakukan penataan dan penyiapan dukungan kelembagaan dan SDM .Proses inilah yang memiliki makna strategis dalam mengimplementasikan amanat peraturan perundang undangan,yakni sebagai suatu infrastruktur dan  operator dalam mengejawantahkan maksud dan dan tujuan peraturan perundang – undangan maupun nilai –nilai yang terkandung dalam UUD tahun 1945    ( mengenai hak-hak Warga negara/Penduduk ) Read the rest of this entry »

DRS. BASIRAN LAZAIDI
( Staf Ahli Bidang Bupati Bombana Bidang Pemerintahan )

STAF AHLI HARUS AHLI

Pada setiap mutasi jabatan yang dilakukan oleh kepala daerah, banyak kalangan menilai bahwa jabatan staf ahli adalah jabatan “buangan” bagi mantan kepala SKPD yang tidak terpakai atau biasa juga disebut “diparkir” oleh kepala daerah. Sehingga terkesan malas dan tidak kretif dan kadang tidak dihiraukan akan peran dan tupoksinya.

Staf Ahli Kepala Daerah adalah suatu jabatan baru sesuai dengan PP Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah dan Permendagri 57 tahun 2007 tentang Petunjuk Teknis Penataan Organisasi Perangkat Daerah, sesungguhnya merupakan jabatan yang sangat strategis, karena merupakan “otak” atau “konsultan” kepala daerah di bidang tertentu atau istilah kerennya ‘Tim Kreator Pemerintah Daerah’. Terbentuknya jabatan ini dilatarbelakangi terpilihnya kepala daerah yang berasal dari berbagai kalangan, sehingga tidak semua kepala daerah memiliki pengalaman di bidang pemerintahan.

Untuk itu harus ada pendamping kepala daerah yang dapat senantiasa memberikan saran pertimbangan kepada kepala daerah terkait Bidang Hukum & Politik, Bidang Pemerintaha, Bidang Pembangunan, Bidang Kemasyarakatan dan SDM serta Bid Ekonomi dan Keuangan.

Namun kenyataannya, meskipun staf ahli yang kebanyakan merupakan pegawai senior, tetapi tidak semua staf ahli kepala daerah adalah orang yang benar-benar ahli di bidangnya. Mereka berasal dari berbagai disiplin ilmu yang sering ‘tidak ketemu’ dengan jabatan ‘ahli’ nya tersebut. Hal ini perlu adanya upaya-upaya agar staf ahli menjadi benar-benar ahli, baik dengan penambahan wawasan maupun dengan motivasi-motivasi.

Olehnya itu staf ahli harus selalu memotivasi dirinya agarsenantiasa menambah wawasannya, baik melalui literatur, internet, sosialisasi, maupun bintek dan diklat, sehingga betul-betul menjadi ahli di bidangnya. ‘Ahli’ nya staf ahli juga dapat ditingkatkan dengan selalu mengikuti berbagai pertemuan, diskusi, pembahasan rancangan peraturan daerah atau peraturan bupati, dan sebagainya. Motonya,“Staf Ahli Harus Ahli”. Dalam proses menuju ‘Ahli’ tersebut, staf ahli juga perlu dilengkapi dengan berbagai fasilitas, sehingga lebih berdaya.

Salah satu yang paling penting adalah kemudahan mengakses internet, sehingga informasi terkini dari Kementerian atau kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, bahkan kemajuan daerah lain bisa menjadi sumber inspirasi dalam memberikan telaahan kepada kepala daerah. Selain itu dalam memberdayakan staf ahli tersebut, para Satuan Kerja Perangkat Daerah dan semua unit kerja harus terbuka dalam memberikan informasinya. Mereka harus rutin mengirimkan data-data dan informasi kepada staf ahli terkait. Dan bila tidak tersedia, staf ahli juga harus proaktif menghubungi SKPD ataupun mencari dari berbagai sumber, baik koran lokal, nasional dan sumber-sumber lainnya.

Hal yang paling penting sesungguhnya adalah, bahwa staf ahli tidak perlu terlibat secara teknis. Staf ahli hanya memberikan telaahan dan bila disetujui oleh Kepala Daerah, yang menindaklanjuti adalah SKPD atau unit kerja penanggungjawab. Ini juga yang kadang-kadang disalahartikan oleh para staf ahli itu sendiri, yang akhirnya bukan berperan sebagaimana yang diharapkan, tetapi ‘nyerempet-nyerempet’ ke tupoksi asisten sekda atau bahkan tupoksi kepala SKPD. Disinilah peran penting kepala daerah mencermati pembagian tugas semua stafnya agar tidak menyalahi tugas utama staf ahli, yakni memberikan masukan kepada kepala daerah, baik diminta atau tidak diminta.

Staf ahli karena bekerja sendiri, seharusnya juga selalu menjalin komunikasi dengan sesama staf ahli. Dampaknya bagus, karena dengan selalu bertukar pikiran akan menimbulkan inspirasi, gairah dan motivasi untuk terus berkreasi membangun daerahnya. Dan untuk meningkatkan peran dan fungsi Staf Ahli, agar lebih jelas, maka perlu adanya :

1. Peraturan kepala daerah yang mengatur lebih lanjut hal-hal yang berkaitan dengan penjabaran uraian tugas, fungsi dan kewenangan staf ahli; dukungan alokasi anggaran; dukungan tenaga staf yang khusus membantu staf ahli; dukungan sarana dan prasarana kerja antara lain kendaraan dinas, unit komputer/laptop/printer, dan ruang kerja yang memadai disesuaikan dengan eselonering dan kemampuan daerah masing-masing, serta kedudukan protokuler staf ahli gubernur/bupati/walikota.

2. Dukungan sarana, prasarana dan teknis operasional staf ahlidilakukan dan dialokasikan oleh biro/bagian umum, sekretariat daerah.

3. Turut melakukan telaahan dan membubuhkan paraf serta pada konsep naskah dinas terutama naskah dinas yang mengandung dampak hukum

4. Wajib hadir dalam rapat pimpinan lengkap, rapat forum koordinasi pimpinan daerah, rapat pimpinan terbatas dan atau rapat–rapat lain.

5. Dilibatkan pada alur tata naskah di lingkungan Pemerintah Daerah.

6. Staf Ahli Gubernur mengalokasikan anggaran koordinatif Staf Ahli Bupati/Walikota sekurang-kurangnya satu kali dalam setahun, Demikian pula halnya untuk staf ahli kabupaten/kota dalam rangka meningkatkan kapasitasnya.

Demikian sekedar ulasan tentang “Staf Ahli Harus Ahli”, semoga dapat menjadi bahan pertimbangan bagi kepala daerah atau pemangku kepentingan dalam proses penyelenggaraan pemerintah daerah.