SELAMAT DATANG DI SITUS RESMI PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN BOMBANA
Menu Utama
December 2017
M T W T F S S
« Jan    
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

Rumbia. Perubahan suatu wilayah menjadi suatu dambaan tersendiri bagi masyarakat yang mendiami suatu daerah,  apalagi jika letaknya secara goegrafis berada di kepulauan, maka dapat di pastikan dorongan dan animo untuk sejajar daerah lain sudah pasti menyelimuti masyarakat setempat.

Seperti desa – desa lain pada umumnya, Desa Masaloka Timur yang berada di antara lima Desa di Kepulauan Masaloka saat ini mulai berbenah di bidang infrastruktur, adanya perhatian pemerintah sejak dua tahun terakhir ini melalui alokasi Dana Gembira Desa sebesar 350 juta pertahunnya, benar – benar di manfaatkan masyarakat yang bermukim di Desa Masaloka Timur.

Fakta pembangunan di desa yang di diami lebih kurang 400 jiwa ini, dari penuturan berbagai sumber yang ditemui pewarta di desa tersebut  sangat berbanding terbalik dengan beberapa tahun silam. Salah seorang warga yang enggan di sebutkan namanya menuturkan baru sejak dua tahun terakhir ini dampak pembangunan baru mulai terasa, karena banyak melibatkan masyarakat.

” Baru dua tahun kita rasa ini pak, karena masyarakat sendiri yang ikut kerja ” katanya sambil mengingatkan agar namanya tidak di ekspose.

Sebagai salah satu desa yang sedang menuju ketahap pembangunan menyeluruh, pelaksanaan program gembira di Desa yang penduduknya berpenghasilan sebagai nelayan ini menampakkan progres yang cukup baik, bisa di bayangkan sebelum masuknya program gembira di desa Masaloka Timur, kesehatan masyarakat khususnya yang masih berumur Balita terbilang cukup  mahal, pasalnya di daerah tersebut jika masyarakat ingin mengimunisasi anak – anak mereka, masyarakat harus menunggu jadwal posyandu di desa lain disebabkan tidak adanya sarana yang memadai di desanya.  namun setelah alokasi Gembira Desa menyentuh desa yang penduduknya mayoritas bermata pencaharian sebagai nelayan ini, dibangunnya posyandu menjadi salah satu solusi yang diberikan sehingga masyarakat tidak perlu lagi bersusah payah menempuh jarak yang cukup melelahkan hanya untuk menimbang sang balita.

Hal tersebut diakui Ketua BPD Desa Masaloka Timur kala Ditemui di rumahnya pekan lalu, La Ode Badarudin mengatakan sejak adanya turunnya alokasi dana  Gembira Desa  di Desa Masaloka Timur perubahan yang di alami khususnya wajah desa sudah mengalami kemajuan, dirinya mencontohkan untuk rumah Ibadah, dari lima desa di Kecamatan Masaloka raya, Masjid yang berada di Desanya merupakan mesjid yang paling mencolok pembangunan maupun penataan.

” Bisa kita jalan – jalan pak di desa lain, dengan alokasi gembira kami benahi masjid ini sehingga bisa seperti sekarang ” kata Badarudin.

Badaruddin menuturkan, masuknya alokasi dana Gembira bukan hanya mendorong meningkatnya laju pertumbuhan infrastruktur semata, namun di sadari atau tidak katanya, perekonomian yang dialami masyarakat juga turut mengalami peningkatan.

” Saya contohkan, kalau selama ini ke posyandu di desa lain pasti membutuhkan waktu yang lebih banyak di banding di desa sendiri, dengan adanya posyandu di desa sendiri maka waktu yang digunakan lebih singkat,sehingga banyak waktu yang di gunakan untuk bekerja ” papar Badaruddin.

Lain lagi penuturan Wa Ode Kasriani, warga Desa Masaloka Timur ini sangat bersyukur dengan Adanya Program Gembira yang di canangkan pihak pemerintah, perempuan paruh baya ini mengungkapkan sudah sejak lama dia ingin merenovasi rumahnya namun selalu terbentur dengan tidak stabilnya perekonomian yang di miliki. Sehingga hasratnya untuk mempebaiki tempat tinggalnya ( rumah ) belum bisa dia wujudkan, namun dengan masuknya Dana Gembira Desa yang menjadikan rumah tempat tinggalnya sebagai salah satu rumah yang dibedah menggunakan alokasi dana tersebut membuat perempuan paru baya baya ini bisa bernafas lega.

” Syukur mi pak ada program ini, kalau tidak mungkin rumahku belum pi bisa saya kerjakan ” kata Kasriani.

Tidak bisa di pungkiri, masuknya Program Gembira Desa sejak dua tahun belakangan ini telah banyak membawa perubahan yang paling mendasar di masyarakat Desa Masaloka Timur. Hal tersebut nampak sangat jelas terlihat ketika kita mengunjungi desa yang letaknya di pesisir Pulau Masaloka Raya ini, bayangkan saja selain pembangunan sarana Rumah ibadah, Posyandu, dan Rumah Tidak Layak Huni ( bedah Rumah ) yang menjadi fokus pemerintah desa setempat, perhatian terhadap para pelayan desa juga tidak luput dari sentuhan program ini.

Contohnya saja, seperti apa yang di tuturkan Wa Ode Sanifa yang seorang Guru Mengaji mengaku sejak lama dirinya menjadi guru mengaji di Masaloka Timur,  baru kali ini ada program pemerintah yang memperhatikan dirinya dengan memberikan gaji perbulan sebagai guru mengaji.
” Tiap bulan saya terima 250 pak ” kata Sanifa.

Lain lagi LaOde Adauna, Iman Desa ini mengaku sangat senang karena insentif yang diterimanya sebagai salah Seorang Imam Masjid di Desa Masaloka Timur, sedikit banyaknya bisa menjadi tambahan penghasilannya sehari hari.

Kepala Desa Masaloka Timur Supardin T yang ditemui pewarta majalah ini beberapa pekan lalu di kediamannya menuturkan salah satu metode yang dia laksanakan dalam menerapkan pengelolaan Dana Gembira Desa yakni dengan melibatkan secara menyeluruh masyarakat dan perangkat desa yang ada. Sehingga proses pembangunan yang  berjalan melalui Gembira Desa bukan hanya berdasarkan keinginan perangkat Desa namun hal tersbeut disokong oleh semangat pembangunan dari  masyarakat sendiri.

” Saya menyadari bahwa Tanpa keterlibatkan masyarakat maka program ini tidak akan berjalan mulus, makanya setiap tahunnya kami mengundang masyarakat untuk secara bersama – sama membahas langkah yang harus ditempuh dalam pengalokasian dana ini ” kata supardin.

Supardin menambahkan, dalam mengelolah Dana yang jumlahnya cukup besar ini, dirinya bersama perangkat desa selalu memiliki target dalam melaksanakan berbagai program yang telah direncanakan,sehingga ada tolok ukur yang menjadi pedoman pelaksanaan dilapangan.

” Kami juga membuka ruang seluas – luasnya tentang pengunaan anggaran ini, kami menciptakan keterbukaan agar dana yang terpakai diketahui masyarakat desa kami secara luas ” terangnya.

” Jujur saja, dengan adanya program ini banyak yang awalnya tidak ada di desa kami seperti desa lainnya sudah bisa terpenuhi, sehingga kami harap program ini terus berlanjut ” tambah Supardin.

Rencana, ditahun 2014 nanti, supardin bersama masyarakat setempat akan mengalokasi anggaran Gembira desa untuk membangun talud sepanjang 900 meter di daerah pesisir pantai, hal tersebut bertujuan agar di sekitar pesisir pantai tidak terjadi abrasi, apalagi saat sekarang kata Supardin cuaca sudah tidak bisa di prediksi lagi, sehingga perlu mengambil suatu langkah yang dapat meminimalisir kerusakan – kerusakan yang di akibatkan kondisi alam.

” Kami meminta kepada pihak pemerintah agar program ini tidak terputus, karena terang saja dana tersebut masih sangat di butuhkan masyarakat kami ” ujar Supardin.

Leave a Reply