SELAMAT DATANG DI SITUS RESMI PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN BOMBANA
Menu Utama
November 2017
M T W T F S S
« Jan    
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  

Menempuh perjalanan yang cukup melelahkan merupakan suatu bagian yang harus dilalui jika ingin mencapai daerah yang satu ini, letaknya yang berada di Pulau Kabaena mengharuskan para pewarta dengan menggunakan Kapal kayu mengarungi  ganasnya ombak lautan yang menjadi batasan daratan antara ibu kota kabupaten dan Kelurahan yang berada di sisi timur Pulau yang kaya dengan hasil tambangnya ini.

Setelah menempuh perjalanan yang cukup  menguras tenaga di karenakan tingginya  gelombang lautan yang mencapai  3 – 4 meter, barulah kita tiba di pelabuhan Dongkala yang merupakan satu – satunya daerah yang cukup dekat dengan Kelurahan Lambale daerah yang ingin kita tuju kali ini karena kelurahan yang satu ini merupakan pemekaran dari kelurahan Dongkala.

Dengan menempuh perjalanan selama 10 menit menggunakan kendaraan roda dua dari Pelabuhan Dongkala, Tim Pewarta majalah Warta Gembira yang berjumlah 3 orang tiba di Kelurahan yang dahulunya merupakan bagian dari Kelurahan Dongkala.

Menurut sebagian sumber yang di temui, pada awalnya Kelurahan Lambale sebelum mengalami pemekaran, di daerah ini proses pembangunan berjalan sangat lamban, masih banyaknya bangunan rumah warga jauh dari kata layak yang nampak di sisi kiri kanan jalan yang di lalui pewarta ketika menuju pusat kota dari kelurahan ini memang merupakan salah satu bukti daerah ini masih membutuhkan perhatian serius dari pemerintah.

Pelaksana Tugas Lurah lambale Al kautsar Mubarak, S. ST kala pewarta menyambangi ruang kerjanya menuturkan kurangnya perhatian pemerintah sebelum era pemerintahan saat ini masih menyisahkan sekelumit kerinduan bagi masyarakat yang membutuhkan penyetaraan pembangunan di desa yang berpenghuni 439 Kepala keluarga, jangankan pembangunan infrastruktur seperti daerah lain yang ada di daratan yang dirasakan masih sangat kurang, bantuan permodalan yang di tujukan ke masyarakat sebagai bentuk upaya peningkatan pemberdayaan masyarakat hampir tidak ada yang nyasar ke kelurahan ini.

Mubarak yang baru 10 bulan terakhir ini di amanatkan menjabat sebagai Pelaksana Lurah di Kelurahan Lambale menambahkan, dirinya tidak menafikkan kurangnya alokasi anggaran yang diturunkan pemerintah saat itu bagi Kelurahan yang dia pimpinnya saat ini  menyebabkan daerah ini seakan terpinggirkan, namun dengan masuknya program Gembira Kelurahan sejak dua tahun belakangan ini sedikit demi sedikit arah menuju perubahan sudah semakin terasa.

“  salah satu buktinya saat ini kita sedang melakukan rehabilitasi bangunan Kantor kelurahan berupa pembangunan selaras anggarannya ini bersumber dari Gembira Kelurahan “ kata Mubarak saat bersama Pewarta majalah ini menyusuri sudut Kantor Lurah Lambale.

Mubarak juga menunjukkan salah satu bangunan yang pengerjaannya telah rampung saat ini dengan menggunakan alokasi anggaran Kelurahan yakni pagar Kelurahan Lambale, menurut ceritanya sebelum adanya pagar tersebut, jika musim penghujan tiba, karena di belakang kantor terdapat sumber mata air, secara otomatis jika hujan turun luapan air dari sumber tersebut akan menggenangi kantornya dan menyembahkan rutinitas mereka akan terhambat.

“ Alhamdulillah dengan terbangunnya pagar ini kami sudah tidak merasa was – was lagi kebanjiran jika hujan turun “ papar Mubarak.

Besarnya jumlah anggaran dari alokasi dana Gembira Kelurahan yang di terima Kelurahan Lambale setiap tahunnya ternyata tidak di sia – siakan oleh Mubarak, pengelolaan yang transparan dengan melibatkan berbagai pihak karena pengelolaannya bersifat swakelolah merupakan salah satu ukuran kinerja Pelaksana Lurah yang satu ini.

Bahkan ketika pewarta secara diam – diam menemui warga tanpa sepengetahuan Mubarak untuk mengetahui secara pasti pengelolaan Dana tersebut, suatu yang cengangkan di temui sebagai fakta, bahwa masyarakat di sana ternyata mengaku telah mendapat bantuan alat pertukangan berupa gurindam dan skap listrik

“  setahu saya pak ada 4 buah gurindam dan 11 buah skap listrik di berikan ke masyarakat “ kata  salah seorang masyarakat Lambale bernama Herman yang mengaku memperoleh Gurindam dari Pemerintah Kelurahan.

Ketika hal tersebut ditanyakan ke Mubarak,  pria kelahiran Dongkala ini  tersebut hanya tersenyum, dirinya menjelaskan alokasi gembira ini jika ingin dimaknai sebenarnya bukan hanya bertujuan untuk digunakan sebagai salah satu sumber untuk meningkatkan saarana infrastruktur semata, namun yang paling penting menurut Mubarak semua aspek harus berjalan beriringan, baik itu sarana infrastruktur maupun pemberdayaan masyarakatnya.

“ bagaimana mungkin bisa sejalan jika salah satu aspek ini tidak terpenuhi “ kata pria yang memiliki dua orang anak ini.

Secara tegas Mubarak Merinci untuk Alokasi dana Gembira Kelurahan tahun ini, Pemerintah Kelurahannya sudah memiliki program yang harus terlaksana, diantaranya program Rehabilitasi kantor Lurah,  perintisan jalan Usaha Tani dan kegiatan – kegiatan yang bersentuhan langsung dengan Pemberdayaan masyarakat, sedangkan untuk tahun 2014 mendatang, dari penuturan Mubarak dirinya mengakui saat ini sementara menyusun beberapa program kegiatan yang menjadi prioritas diantara Pembuatan master Pland Kelurahan, pembenahan rumah ibadah, Bedah Rumah, pengadaan bibit mangga karena di daerah tersebut mayoritas penduduknya bermata pencaharian sebagai petani.

Ditempat lain, Pewarta majalah ini mencoba mengorek informasi dari masyarakat tentang pelaksanaan program Gembira Kelurahan dan berhasil menemui Ketua LPM Kelurahan Lambale Akbar, pria yang satu ini menjelaskan bahwa pelaksanaan program Gembira Kelurahan Lambale secara garis besar bisa di katakan memiliki peran yang sangat besar dalam program pembangunan di kelurahannya saat ini, apalagi kata Akbar sistem pengelolaannya pun di swakelolakan ke masyarakat, sehingga masyarakat juga dapat mengetahui dan mendapat manfaat dari program ini.

“ saat ini banyak program yang telah berjalan, dan itu di kerjakan oleh masyarakat desa kami sendiri, sehingga kami bisa mengukur sejauh mana pelaksanaan program  ini berjalan “ kata Akbar.

Lain lagi yang dikatakan Dahlan,sosok yang sudah bertahun – tahun berprofesi sampingan sebagai guru mengaji di kelurahan tersebut menuturkan bahwa sampai saat ini dirinya sudah menerima honor sebagai Guru Mengaji, pada awalnya dirinya enggan menerima dana tersebut karena dirinya tidak mengetahui secara pasti dana apa yang telah di berikan pemerintah Kelurahan kepadanya, namun ketika dijelaskan bahwa dana tersebut merupakan bagian dari penghargaan pemerintah daerah atas  keikursertaan masyarakat sebagai pelayan desa barulah dia menerima dana tersebut.

´saya tidak mau, karena sudah bertahun – tahun saya jadi guru mengaji pemerintah tidak pernah memberikan kami gaji tetap 900.000 ribu setiap tiga bulan, nanti sekarang – sekarang ini “  kata Dahlan.

Tak jauh berbeda dengan imam Kampung di daerah tersebut, La Ruhani menjelaskan sebagai imam yang sudah bertahun di daerah tersebut dirinya sangat bersyukur karena saat ini pihak pemerintah sudah memperhatikan dirinya, La Ruhani mengakui dirinya sudah sering mendengar di desa lain menerima dana serupa yang dia telah terima, namun dirinya tidak pernah menyangka akan di berikan dana sebesar ini.

“ siapa yang tidak senang pak kalau dikasi uang 750.000 pak tiap bulan “ kata La Ruhani.

Diakhir pertemuan tersebut, Mubarak yang belum genap setahun sebagai pelaksana bercita – cita akan terus menggenjot pembangunan di kelurahan yang di pimpinnya saat ini, agar keinginan masyarakat untuk sama merasakan hal yang sama dengan daerah lain yang lebih dulu maju pembangunannya bisa tercapai.

“ saya akan membuka kran seluas – luasnya bagi masyarakat dan siapapun dalam pengelolaan Gembira ini asalkan tujuannya semata – mata demi kesejahteraan masyarakat “ kata Mubarak. ( Her )

Leave a Reply