SELAMAT DATANG DI SITUS RESMI PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN BOMBANA
Menu Utama
December 2017
M T W T F S S
« Jan    
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

Rumbia.  Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik BPBD Bombana, Ridwan .Sos M.PW., mengatakan, bahwa BPBD sudah membentuk tim reaksi cepat yang berstatus organik untuk turun ke lapangan jika terjadi bencana,  pasalnya enam Kecamatan di Pulau Kabaena Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara (Sultra) merupakan salah satu daerah yang menurut Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bombana masuk kategori rawan terjadi bencana banjir.

“Begitu terjadi bencana mereka langsung kelapangan untuk mengkaji, misalnya apa penyebab banjir, cakupan berapa luas, dan berapa korban yang terkena bencana, serta berapa kerugian dan penanganannya seperti apa, intinya bantuan pertama yang berikan kepada korban bencana adalah pemberian sandang pangan,” ungkapnya Ridwan saat di temui di ruang kerjanya baru-baru ini.

Untuk itu pihaknya menghimbau himbau kepada seluruh masyarakat Bombana khususnya Pulau Kabaena, untuk selalu siap siaga dan membersihkan sampah sampah disekitaran sungai dan drainase, serta tidak menebang pohon sembarangan yang dapat memicu terjadinya banjir di daerahnya.

Lebih lanjut,  mantan ketua KNPI Bombana ini mengurai,  saat ini pihaknya juga telah berkoordinasi dengan instansi terkait seperti Dinas PU bombana untuk mengantisipasi hal-hal yang bisa mengakibatkan bencana terjadi,  bahkan dirinya mengakui langkah antisipasi yang dilakukan oleh pihaknya saat ini adalah pembuatan saluran pembuang darurat didaerah rawan banjir, dan untuk pemukiman yang tergenang yang sudah dibuatkan saluran pembuangan, pihaknya menyiapkan mesin pengisap air seperti alkon.

“Misalnya dalam kota ini, seperti di Kampung Baru, kita standby kan mesin penyedot air,” ungkap Ridwan.

” selain di pulau kabaena,  masih ada beberapa titik yang masuk dalam pemetaan kami sebagai wilayah rawan bencana,  seperti tanah poleang,  Hukaea laea dan beberapa daerah lainnya,  saat ini daerah tersebut terus kami pantau mengingat iklim saat ini sangat susah untuk di peridiksi” tambahnya

Leave a Reply