Menu Utama
April 2014
M T W T F S S
« Feb    
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  

RUMBIA – Bencana banjir yang merendam lima desa di wilayah Tontonunu dan Poleang Utara, Rabu (17/7), menimbulkan kerugian material yang tidak sedikit. Sejumlah jembatan putus, dan 21 kilometer jalan kabupaten rusak parah akibat banjir.

Kepala Dinas PU dan Tata Ruang Bombana H Nuhung mengatakan, bahwa, pihaknya akan berupaya maksimal merehabilitasi jalan dan empat buah jembatan yang rusak. Agar masyarakat tetap melakukan aktifitas ekonomi dan sosialnya.

“Banjir ini sangat parah. Tapi kami akan berusaha merehabilitasi kerusakan di bidang PU secepatnya,”kata Nuhung.

Untuk rehabilitasi jalan kabupaten yang rusak sepanjang 21 KM, maka Dinas PU sudah menurunkan satu alat berat dan bekerja mengupas dan memperbaiki jalan dari Desa Tontonunu ke Desa Tongkoseng dengan panjang sekitar lima kilometer.

“Kondisi jalan sangat memprihatinkan setelah direndam banjir. Tapi kami sudah memperbaiki lebih dari lima kilometer jalan yang rusak,”katanya.

Untuk jembatan yang putus, PU akan melakukan penanganan darurat dengan batang kelapa.

“Semua jembatan, sementara diperbaiki bersama masyarakat dan anggota Polsek Poleang, agar mobilitas masyarakat tidak terputus,”kata Nuhung yang didampingi Ketua DPRD Bombana Andhy Ardian SH seusai mengunjungi korban banjir Tontonunu, akhir pekan kemarin.

Kepala Bidang Pengairan PU Bombana, Sofyan menambahkan, bahwa pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak Balai Wilayah Sungai Sulawesi IV untuk rencana normalisasi sungai dan peningkatan tanggul sungai Poleang demi menanggulangi bajir di Tontonunu, Poleang Utara dan Timur yang biasa terjadi karena luapan air sungai Poleang.

“Kita akan berikan data aktual menyangkut sungai besar di wilayah Poleang, agar bencana banjir bisa ditanggulangi,”kata Sofyan seraya menambahkan bahwa untuk normalisasi sungai kecil di Poleang dan Tontonunu juga dapat diporsikan melalui APBD Bombana.

Banjir yang cukup parah ini, menggenangi lima desa yang rata rata memiliki lahan persawahan yang sangat luas yakni Desa Tongkoseng dan Puuwonua Kecamatan Tontonunu. Kemudian, Desa Karya Baru dan Desa Tanah Poleang Kecamatan Poleang Utara dan Desa Teppo Kecamatan Poleang Timur.

Bupati Bombana H. Tafdil,SE.,MM saat dihubungi mengungapkan, bahwa kerugian material akibat banjir ini dapat mencapai puluhan milyar rupiah. Selain bidang PU, bidang pertanian dan perikanan tercatat 250 Hektar tambak udang dan ikan, 205 Hektar sawah siap penen dan 112 Hektar sawah pasca taman yang rusak terendam air. Selain itu ratusan rumah warga terendam air dan dua rumah hanyut terbawa arus banjir.

“Kita sudah memberikan bantuan pangan berupa beras 2,5 ton, air mineral, telur mie instan, Ikan kaleng, bahan pakaian. Serta dibuka posko kesehatan,”ungkap H. Tafdil

Ket. Gambar : Salah satu fasilias Pemerintah  yang terendam banjir di Kecamatan Tontonunu (Foto : Arman Zainuddin ).

Hujan yang turun setiap hari tak hanya menyebabkan banjir di beberapa wilayah seperti kota Kendari dan Konawe Selatan. Namun di Bombana, juga merasakan dampaknya. Akibat hujan yang terus menerus, empat daerah di otorita Buton itu tenggelam.

Kejadian itu terjadi Rabu kemarin. Empat Desa yang tergenang banjir terletak di Desa Tongkoseng dan Puuwonua Kecamatan Tontonunu serta dua laiinya di Desa Karya Baru dan Tanah Poleang, Kecamatan Poleang Utara. Akibatnya, ratusan rumah serta ratusan hektar sawah ikut terendam.

H Rasyid, anggota DPRD dari Poleang mengaku, banjir yang terjadi di Poleang dini hari kemarin, akibat hujan yang turun hampir setiap hari di Bombana, hingga menyebabkan sungai Poleang meluap. Ketinggian air di empat wilayah itu berkisar 1 hingga 1 meter setengah. Hingga sore kemarin, Rasyid mengaku belum menerima laporan adanya korban jiwa.
“Selain rumah, mesjid juga terendam. Sedangkan untuk korban jiwa belum ada laporan,” katanya.

Muhulifu, Camat Tontonunu mengatakan, banjir terparah di wilayahnya terletak di tiga titik yakni Dusun Toluto, Ranokea dan Eemoico. Banjir mulai menggenang daerah itu mulai pukul 09.00 kemarin dengan ketinggian satu sampai dua meter. Sampai sore kemarin, warga masih terus siaga, karena ketinggian air terus bertambah.

Menurut Muhulifu, di tiga dusun itu ada sekitar 150-an kepala keluarga yang rumahnya ikut terendam. Bahkan didusun Toluto, sekitar 20 KK di antaranya sudah mengungsi du rumah-rumah kerabat dan tetangga yang tidak terendam banjir untuk menyelamatkan diri. Camat mengaku, tidak ada korban jiwa dalam bencana alam itu, sebab rata-rata rumah yang terendam, adalah rumah panggung.

Muhulifu mengungkapkan, banjir yang melanda Tontonunu kemarin, akibat jebolnya dua titik tanggul sungai Poleang sehingga air di sungai itu meluap sampai di rumah-rumah warga. Selain itu, banjir di Tontonunu juga menenggelamkan kantornya, puskesmas dan rumah medis. “Hingga sore ini (kemarin) belum ada personil dari bencana alam yang turun di lapangan,” ungkapnya.

Hingga malam ini, kondisi di wilayah tersebut bisa dikatakan masih sulit untuk dijangkau, pasalnya luapan air suangai poleang yang merendam pemukiman warga mencapai ketinggian 2 hingga 3 meter.

Kepala Bidang Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah kabupaten Bombana Ridwan, S. Sos yang beberapa saat lalu di hubungi melalui via seluler mengatakan kondisi di wilayah khusunya daerah tontonunu dan karya baru masih sangat memprihatikan karena di kedua daerah yang sangat berdekatan dengan Sungai Poleang tersebut ketinggian air air sudah melebihi tinggi badan orang dewasa sehingga warga yang rumahnya terendam terpaksa di ungsikan.

” Proses evakuasi di sini di pimpin langsung Wakil Bupati Bombana bersama beberapa pejabat terkait, dan hal ini pula sudah di laporkan ke Bupati yang sementara melaksanakan ibadah umroh, beliau juga sudah memerintahkan segera melakukan tindakan tanggap darurat ” kata Ridwan di balik telpon.

Lanjut kata Ridwan, untuk saat ini pihaknya sudah menurunkan bantuan berupa bantuan beras sebanyak 2 Ton,  indomie dan telur serta makanan instans lainnya yang sementara ini masih disalurkan ke warga yang rumahnya masih terendam banjir.

” Kita akan terus memantau disini karena ini merupakan kejadian yang perlu segera mendapatkan tindakan antisipasi dengan mendirikan beberapa posko¬† ” tambahnya.

Rumbia. Ditetapkannya Desa Batuawu Kecamatan Kabaena Selatan sebagai juara lomba desa tingkat provinsi Sultra sekaligus mengukuh desa yang letaknya disebelah selatan pulau penghasil nikel tersebut untuk mengikuti ajang lomba desa tingkat nasional yang di ikuti 33 desa di seluruh 0provinsi sultra mendapat perhatian yang cukup serius dari pemerintah Kabupaten Bombana.

Melalui Kabag Humas dan Protokol Setda Bombana Drs. Hasdin Ratta,M.Is yang di hubungi via seluler beberapa saat lalu saat dirinya turut mendampingi Tim Penilai Lomba Desa yang beranggotakan Sembilan orang di Desa Batuawu, menuturkan tim tersebut hanya melakukan ferivikasi lapangan dan pengecekan kebenaran data yang telah di miliki pihak kementerian, sehingga nantinya ketika uji persentase akhir juli ini di lakukan Kementerian karena Desa Batuawu Masuk 10 Besar desa terbaik di indonesia data yang telah ada tersinkronisasi dengan data yang ada di lapangan.

” Tim ini turun untuk mengecek dan mengsikronisasikan data yang mereka miliki ” kata Drs. Hasdin Ratta di balik telpon.

Lebih lanjut, Mantan Kabag Pembangunan ini menjelaskan terpilihnya Desa Batuawu mewakili sultra di tingkat nasional pada Lomba Desa merupakan suatu prestasi yang cukup membanggakan, Pasalnya sejak mekar dari Kabupaten Buton Hampir satu dasawarsa silam, baru tahun ini salah satu desa di bombana meraih hasil terbaik di tingkat Provinsi menggungguli kandidat desa lainnya di Sultra dan berhak mewakili lomba desa Tingkat nasional bersaing dengan 32 desa lainnya yang mewakili provinsi masing – masing.

Pria satu anak ini menambahkan, banyak indikator penilaian yang menjadi bahan pertimbangan penilaian pada Lomba Desa kali ini, salah satunya sifat kegotong royongan masyarakat yang masih sangat mengakar serta upaya masyarakat dalam melestarikan budaya yang telah menjadi warisan turun temurun yang masih terjaga sampai sekarang, sehingga menurutnya pihak pemkab merasa optimis Desa Batuawu bisa menjadi desa terbaik di indonesia.

” Kita yakin Desa batuawu bisa menjadi yang terbaik karena semua indikator penilaian terpenuhi dan layak untuk di nilai ” terangnya.

” Saat ini Desa Batuawu masuk 10 besar desa terbaik dan berhak mengikuti persentase di kementerian untuk masuk 6 besar desa terbaik di indonesia, dan jika itu tercapai maka pihak pemerintah akan di undang di istana menerima penghargaan dari pemerintah pusat ” tambahnya.

Seperti diketahui, meski di guyur cuaca yang kurang bersahabat dengan guyuran hujan yang hampir seharian penuh, atusiasme Pihak pemerintah Daerah Bombana untuk meraih hasil terbaik dalam Lomba Desa Tingkat Nasional Tahun ini terlihat jelas, pasalnya selain di hadiri langsung Wakil Bupati Bombana yang mewakili Bupati Bombana yang sedang melakukan ibadah umrah, nampak pula jajaran Eselon II, III dan empat serta para Kepala desa tumpah ruah mendampingi tim penilai Pusat yang beranggotakan sembilan orang tersebut yang di ketua Simon Edward Lumbangao, SE. M.Si Kasubdit Direktorat jenderal PMD Kementerian Dalam Negeri .untuk melakukan ferivikasi selama satu hari di Desa Batuawu Kabaena Selatan.

” Bupati, Wakil Bupati dan Sekda mempercayakan sepenuhnya penilaian ini kepada tim yang menilai, karena yakin bahwa penilaian ini akan dilaksanakan seobjektif tanpa mengedepankan unsur lain ” kata Hasdin Ratta.

” Kita semua berharap dan optimis Desa batuawu meraih predikat desa terbaik di indonesia karena seluruh indikator yang menjadi standar penilaian sudah terpenuhi ” pungkasnya.