Perikanan

Diposting oleh: Admin

Kegiatan produksi perikanan baik perikanan tangkap dan perikanan budidaya di Kabupaten Bombana tahun 2010 terlihat bahwa produksi perikanan tangkap sebanyak 17.557,40 ton yang terdiri dari perikanan tangkap di laut sebanyak 16.699,40 ton dan perikanan tangkap diperairan umum sebanyak 858,0 ton.

Sedangkan produksi perikanan budidaya tercatat sebanyak 8.625,19 ton yang terdiri dari budidaya dilaut sebanyak 234,75 ton dan budidaya tambak sebanyak 8.390,44 ton. Pada umumnya alat penangkap ikan di Kabupaten Bombana masih tradisional yang terdiri dari pukat kantong sebanyak 290 unit, pukat cincin 34 unit, jaring insang 983 unit, jaring angkat 169 unit, pancing 4.878 unit, perangkap 1.493 unit, dan lainnya sebanyak 1.196 unit. Jumlah KK nelayan di Kabupaten Bombana Tahun 2010 adalah sebanyak 5.981 KK, sedangkan jumlah nelayan ada sebanyak 9.050 orang, dan paling banyak berdomisili di Kecamatan Mata Oleo yaitu untuk KK nelayan sebanyak 1.926 KK dan nelayan sebanyak 2.652 orang (Tabel 5.4.4.). Informasi tentang jumlah perahu penangkap ikan menurut jenisnya terlihat bahwa tahun 2010 jumlah motor tempel sebanyak 3.068 unit, perahu tanpa motor 2.768 unit dan kapal motor sebanyak 499 unit.

Bombana merupakan salah satu sentra produksi udang windu dan rumput laut. Tak salah apabila banyak pendatang dari luar untuk mencoba bertambak udang di daerah tersebut. Puncaknya pada sekitar tahun 1999, awal krisis moneter, para petani tambak menikmati untung dua kali lipat dari hasil tahun-tahun sebelumnya. Ini disebabkan oleh harga udang yang sangat tinggi.

Sentra produksi udang di kab. Bombana berada di Kecamatan Poleang Timur. Umumnya masyarakat di daerah ini mengelola tambak sebagai mata pencaharian utama mereka, disamping bertani. Namun seiring dengan merebaknya virus white spot pada udang maka lama kelamaan petani tambak tiap siklusnya merugi, hasil yang didapatkan tidak sebanding dengan biaya operasional yang dikeluarkan. Hasil produksi tiap tahunnya menurun, ini diperparah dengan harga udang yang tidak stabil. Dan akhirnya, banyak tambak di daerah tersebut dibiarkan kosong oleh pemiliknya, tanpa diisi komoditas apapun.

Namun sebagian petani tambak di Bombana banting haluan ke komoditas bandeng yang dianggap dapat menggantikan udang. Meskipun harga bandeng yang jauh bersaing dengan udang, tetapi masyarakat tetap mencoba usaha tersebut. Disamping untuk dijual, ikan bandeng tidak jarang dikonsumsi sendiri untuk kehidupan mereka sehari-hari.

Komentar

Belum ada komentar

Komentar Anda