Nyaris Konflik, Antara Nelayan Tradisional (GAE) dan Nelayan Lokal di Mataoleo

Nyaris Konflik, Antara Nelayan Tradisional (GAE) dan Nelayan Lokal di Mataoleo

Kominfo, Dinas Perikanan dan Kelautan Kab. Bombana, - Hampir Terjadi Sengketa atau konflik Area Tangkap dan alat tangkap ikan di Desa Lora dan Desa Pulau Tambako kecamatan Mataoleo kab. Bombana, kini maraknya terjadi, hal itu menyebabkan sebagian warga kecamatan Mataoleo menjadi resah akibat ulah sebagian Nelayan yang menggunakan Alat tangkap yang canggih dan Modern.

Ketua Badan Permusyawaratan Desa Lora, Jaja, S.Ip Mengungkapkan bahwa, sengketa atau konflik ini sudah sering terjadi, namun tak berujung sampai ada korban. Melainkan hanya pertentangan dan perdebatan dari mulut ke mulut, baik antara Nelayan lokal dan Nelayan Tradisional (Gae).

"Perdebatan itu hanya persoalan Tempat atau lokasi antara Wilayah tangkap Gae dan wilayah tangkap Nelayan Lokal, intinya soal tempat dimana mereka saling memasang alat tangkap tersebut mereka saling klaim, "ungkap Jaja dibalai desa, Kamis, 23/7/2020 kemarin.

Pelaksanaan kegiatan ini, dihadiri oleh kepala Desa Lora, ketua BPD Desa Lora, Ketua BPD Desa Pulau Tambako, perwakilan camat Mataoleo, Pol Airud, kapolsek Rumbia, babimkamtibmas mataoleo, dinas perikanan kab.Bombana, nelayan desa pulau tambako, nelayan desa lora, dan nelayan kec Rumbia.

Ketua BPD berharap, setelah dilakukannya Rapat musyawarah ini, Semua perdebatan kita akhiri semua, "mari kita sama-sama jalan mencari Rezeki, sehingga tidak akan terjadi lagi konflik yang berkelanjutan pada area penangkapan ikan di desa lora dan pulau tambako ini.

Senada hal itu, kadis perikanan dalam hal ini diwakili oleh penyuluh perikanan kab. bombana Laode syarifuddin, S.Pi
mengatakan, "saya harap kita berfikir jernih dan tidak melakukan tindakan yang saling merugikan.

Olehnya itu "kami harap agar masyarakat desa lora dan pulau tambako setelah dilakukan musyawarah atau kesepakatan pada hari ini tidak akan terjadi lagi kesalah pahaman antara Nelayan yang satu dengan nelayan lainnya.

"marilah kita sama-sama mencari solusi agar tidak menyebabkan kerugian pada nelayan lainnya,"kata Laode Syarifuddin

Adapun hasil yang disepakati pada hari ini yaitu
1. Nelayan Gae dari kecamatan Rumbia melakukan penangkapan ikan mulai pukul 08.00-16.00
2. Nelayan Gae tidak memasuki zona nelayan tradisional dengan jarak 0-1,5 mil laut
3. Bila terjadi kerusakan alat tangkap nelayan lokal yang disebabkan oleh nelayan Gae maka dilakukan penggantian
4. Mengutamakan musyawarah dan melindungi kearifan lokal nelayan tradisional mataoleo

Laporan : Surya Ningsih
Sumber : Dinas Perikanan Bombana

Komentar

Belum ada komentar

Komentar Anda