FASION SHOW, MEMPERKENALKAN BATIK MOTIF SOSORONGA KHAS BOMBANA, YANG MENDUNIA

FASION SHOW, MEMPERKENALKAN BATIK MOTIF SOSORONGA KHAS BOMBANA, YANG MENDUNIA

Rumbia, Kominfos

(sumber : KP) Kabupaten Bombana mempunyai cara tersendiri dalam merayakan Hari Ibu 22 Desember pekan lalu, dimana dalam acara tersebut Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bombana menggelar fasion show, yang diikuti oleh seluruh pejabat eselon II dan eselon III. Dimana dalam fasion show yang dinilai langsung oleh pihak Dinas Pariwisata Provinsi Sultra, seluruh peserta mengenakan pakaian batik bermotif sosoronga, dimana motif tersebut adalah salah satu motif batik khas Bombana yang telah memiliki hak paten (Lisensi red).

 

Dalam kegiatan tersebut selain dihadiri oleh Bupati Bombana H, Tafdil bersama Istri Ketua Dekranasda Kabupaten Bombana Hj. Andi Nirwana S, juga dihadiri oleh Sekertaris Kabupaten (Sekab) Burhanuddin Hs. Noy bersama istri ketua DarmaWanita Persatuan (DWP) Bombana Hj Suni Burhanuddin Hs. Noy. Ketua DPRD Bombana Andi Firman berserta istri dan seluruh pejabat Eselon II dan eselon III bersama istri.

 

Ketua DWP Bombana Hj. Suni Burhanuddin A. Hs. Noy yang membuka acara seremoni tersebut dalam memperingati Hari Ibu ke 90 dan hari jadi Darma Wanita Persatuan (DWP) ke 19 mengusung dua tema. Diantaranya teman pertama untuk hari Ibu ke 90 adalah Bersama meningkatkan peran perempuan dan laki-laki dalam membangun ketahanan keluarga untuk kesejahtraan bangsa. Yang berarti peran perempuan dan laki-laki sama yaitu bersama-sama membangun keluarga yang baik untuk menjadi masyarakat yang mempunyai peran untuk bangsa. "Sedangkan untuk teman yang diusung pada HUT DWP ke 19 adalah Opetimalisasi DWP untuk suksesnya pembangunan nasional, yang berarti DWP yang didalamnya adalah perempuan-perempuan harus memiliki peran untuk kemajuan daerahnya. Karena selain mengurusi keluarga dirumah perempuan juga dalam berkontribusi untuk kemajuan pembangunan daerahnya, "paparnya.

 

Ketua TP PKK Bombana. Hj Andi Nirwana S, yang juga ditemui usai agenda tahunan tersebut menjelaskan dalam perayaan hari Ibu dan HUT DWP tahun ini pihaknya menggelar fasion show yang diikuti oleh seluruh pejabat eselon III dan II. Dimana dalam fasion show tersebut para peserta akan mengenakan batik dengan motif sosoronga, yaitu salah satu motif matik khas milik Kabupaten Bombana. "Jadi kegiatan ini kami lakukan untuk lebih mempromosikan batik khas Bombana, yang kini sudah menembus pasar Nasional. Dimana motif sosoronga tersebut adalah buah tangan terampil putra putri daerah Kabupaten Bombana," paparnya.

 

Lanjut ketua Dekranasda Kabupaten Bombana itu juga mengatakan bahwa, motif sosoronga berasal dari bahasa Moronene yang berarti tanaman khas Bombana terdiri dari dua motif yaitu Bosu-bosu (renda-renda red) dan Burisininta (daun pakis red)." Jadi momemnt ini kami jadikan untuk memperkenalkan kembali karya anak lokal Bombana yang sudah dikenal Nasional. Bahkan motif sosoronga ini sudah banyak dikenal diberbagai daerah di Indoensia, karena telah beberapa kali kami ikutnya dalam event-event nasional dan mendapatkan respon yang baik oleh pasar Nasional. Olehnya itu kami menunjukkan kembali melalui fasion show ini bahwa Bombana memiliki keanekaragaman yang mempunyai daya jual yang tinggi salah satunya Batik khas Bombana, "tutupnya. (kmr)

Komentar

Belum ada komentar

Komentar Anda