TUKANG OJEK KECELAKAAN, PEMDA BOMBANA BERI SANTUNAN

TUKANG OJEK KECELAKAAN, PEMDA BOMBANA BERI SANTUNAN

Rumbia, Kominfos

(Sumber : Nakertrans). Syamsul Bahri seorang tukang ojek asal Desa Rahantari Kabaena yang jadi peserta Program Gembira Kerja cukup beruntung. Bagaimana tidak, setelah serangkaian musibah kecelakaan lalulintas yang dialaminya Jumat 22/3/2019, ia dinyatakan berhak menerima santunan asuransi BPJS Ketenagakerjaan.

Syamsul Bahri mengalami kecelakaan tunggal saat mengantar penumpang ojeknya dari Teemokole ke Batuawu Kepulauan Kabaena. Akibat kecelakaan ini syamsul mengalami luka-luka dan kehilangan beberapa ruas jari kakinya.

Hal ini disampaikan langsung oleh Plt. Kepala Dinas Nakertrans Kabupaten Bombana H. Darwis T, SIP saat menjenguk korban di RSUD Bombana kemarin (Selasa, 26/3/2019). Kata Darwis, “Bapak ini terdaftar sebagai peserta penerima bantuan jaminan sosial ketenagakerjaan bukan penerima upah (BPU) atau pekerja rentan berdasarkan SK Bupati Bombana Nomor 11 Tahun 2019, sehingga berhak atas klaim asuransi ini,” ujarnya.

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Wilayah Konawe Selatan dan Bombana Antawirya SH, yang juga ikut menjenguk korban mengaminkan pernyataan sang Kadis. Ia menjelaskan, “Segala biaya yang telah dikeluarkan mulai dari lokasi kecelakaan, biaya puskesmas hingga biaya transportasi sewaktu di rujuk ke RSUD Bombana akan diganti oleh BPJS Ketenagakerjaan. "tuturnya

Semua biaya perawatan di RSUD ini gratis dan ditanggung oleh BPJS Ketenagakerjaan dengan besaran biaya tidak terbatas”.

setelah mengamati kondisi korban dan hasil tindakan dokter RSUD Bombana, Antawirya menjelaskan lebih jauh bahwa, “tukang ojek ini akan memperoleh beberapa jenis klaim asuransi BPJS Ketenagakerjaan, antara lain:

Pertama, penggantian upah sementara tidak mampu bekerja (STMB) sebesar satu juta rupiah per bulan. Kedua, santunan cacat karena korban mengalami kehilangan sebagian anggota tubuh yang besarannya hingga 56 Juta Rupiah."ujarnya

Ditempat yang sama, Plt. Kabid HI dan Jamsostek Dinas Nakertrans Hj. Seniwati SH, juga mengemukakan, “program Pemda Bombana tentang kecelakaan kerja ini sangat mantap dengan biaya perawatan saat ini tidak terbatas, artinya seluruh biaya perawatan dan obat-obatannya  akan ditanggung oleh BPJS Ketenagakerjaan sesuai dengan indikasi medis. Kami akan terus memantau kondisi korban dan insya Allah akan memastikannya mendapatkan klaim Asuransi BPJS ini”.

Sementara itu, Korban dan keluarga sangat bersyukur menjadi peserta program ini."kata Seniwati" Mereka juga mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada Pemda Bombana. “Kami tak menyangka akan mendapat bantuan ini, terima kasih banyak pada Pemda Bombana”, ucap Husnia salah satu kerabat korban.

Seperti diketahui, Kabupaten Bombana adalah daerah pertama yang Pemerintah Kabupatennya memberikan bantuan jaminan sosial berupa asuransi ketenagakerjaan kepada masyarakatnya. Hal ini sangat diapresiasi oleh BPJS Ketenagakerjaan RI dengan mengundang langsung Bupati Bombana H. Tafdil pada Jumat 25/1/2019 ke Kantor Pusat BPJS Ketenagakerjaan RI di Jakarta, guna menerima penghargaan sebagai Kepala Daerah pertama yang menerapkan Universal Coverage Jaminan Sosial Ketenagakerjaan kepada pekerja Bukan Penerima Upah di Kabupaten Bombana."ungkapnya

Dan semoga langkah ini dapat diikuti oleh daerah lain yang ada di Sultra khususnya dan diseluruh Indonesia pada umumnya karena ini merupakan perintah Undang-Undang."tutupnya

Komentar

Belum ada komentar

Komentar Anda