PERTAMA DI INDONESIA, TAFDIL ASURANSIKAN WARGANYA

PERTAMA DI INDONESIA, TAFDIL ASURANSIKAN WARGANYA

Rumbia, Kominfos

(Sumber : publiksatu) Bupati Bombana H. Tafdil kembali membuat terobosan baru dalam melindungi warganya yang kurang mampu.

Bupati dua periode itu menyediakan santunan sosial berupa jaminan kecelakaan kerja, jaminan kesehatan, jaminan hari tua, jaminan pendidikan anak, hingga santunan kematian kepada warga Bombana yang kerja kesehariannya tergolong rentan akan musibah.

Penerima itu yakni, para tukang ojek, sopir angkot, nelayan, petani hingga pedagang asongan yang terkategori sebagai pekerja Bukan Penerima Upah (BPU).

Kinerja mereka dinilai tulus melakukan kegiatan atau usaha ekonomi mandiri, demi nafkahi keluarga. Tapi tidak satupun jaminan yang didapat, bila mereka tiba-tiba mengalami kecelakaan kerja.

“Nah, di sinilah kami itu hadir untuk memayungi atau melindungi mereka ini. Kita wajib peduli, sebab kerja mereka tergolong rentan. jika suatu ketika, tiba-tiba terjadi kecelakan kerja, kepada siapa mereka mengadu. Mereka rata-rata pekerja mandiri tanpa majikan. Lalu, bagaimana nasib keluarganya?” Tutur Tafdil.

Guna melindungi para pekerja yang rentan itu, Pemda Bombana sudah memasukan warganya sekitar 6.000 pekerja dalam program jaminan sosial ketenagakerjaan (BPJS- Ketenagakerjaan) secara gratis alias cuma-cuma. Dengan iuran perbulannya, ditanggung oleh Pemda Bombana.

Tafdil menguraikan program ini dijalankan sejak November 2018 lalu. Dengan pesertanya sekitar dua ribuan lebih. Namun memasuki 2019, jumlah itu ditingkatkan menjadi 6.000 pekerja rentan.

Kebijakan Tafdil ini tergolong pertama di Indonesia. Sebab umumnya, BPJS Ketenagakerjaan diperuntukan bagi honorer, hingga aparatur Desa dengan dibiayai oleh pemerintah. Namun di Kabupaten Bombana, selain Honorer dan aparatur desa, BPJS Ketenagakerjaan dilibatkan juga untuk warga yang rentan terkrna musibah saat bekerja.

Sejumlah manfaat keikut sertaan BPJS ketenagakerjaan itu dipaparkan. Diantaranya, pemberian santunan ketika kecelakaan kerja yang perawatannya ditanggung semua oleh BPJS.

Santunan ketika tidak mampu lagi bekerja. Untuk enam bulan pertama, diberikan santunan full 100 persen sesuai pendapatan yang didapat pekerja sebulan. Enam bulan kedua, pemberian santunan 75 persen pendapatan, lalu enam bulan ketiga dengan 50 persen.

Santunan cacat kerja akan disesuaikan dengan kategori kecatatan pekerja. Ada tiga bagian yakni cacat ringan, sedang dan cacat permanen. Masing-masing kategori punya catatan terkait pemberian biaya santunan.

Sementara santunan kematian sekitar 24 juta. Sekaligus pemberian bantuan beasiswa buat satu orang anak sekitar Rp. 12.000.000.-

Diberlakukan di Bombana sejak November 2018 lalu, memasuki bulan Maret 2019 ini, penerima bantuan BPU untuk kategori meninggal sudah empat peserta.

Komentar

ttt

alert(1);

ttt

alert(1);

idn darknet

test ajah ah

idn darknet

test ajah ah

Adi Nasri

Setelah saya membaca sampai selesai, saya menyimak ada Kalimat yg menyatakan bahwa Selain Pekerja Rentan, Termasuk Juga Karyawan Honorer, jadi pertanyaan saya, apakah Seorang Honorer yang pernah sakit keras dan sampai hari ini belum bisa melakukan aktifitasnya, apakah bisa masuk dalam kategori Santunan BPJS, artinya Bisa tidak dia menerima Bantuan? Mohon penjelasannya

Komentar Anda