DINAS PERTANIAN BOMBANA ADAKAN RAKOR ASN - PHTT LINGKUP DISTAN

DINAS PERTANIAN BOMBANA ADAKAN RAKOR ASN - PHTT LINGKUP DISTAN

Rumbia, Kominfos

(Sumber : Dinas Pertanian) Dinas Pertanian Bombana mengadakan Rapat Koordinasi (Rakor) Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Pegawai Honorer Tidak Tetap (PHTT) yang diadakan di lingkup dinas pertanian Kabupaten Bombana, Senin (8/3/19). Adapun agenda rapat koordinasi tersebut yakni Evaluasi kinerja kedisiplinan kepegawaian ASN-PHTT, Capaian progres program dan kegiatan, serta pemantauan kerja petugas lapangan (penyuluh, KPK, Mambun, dan Mannak).

Rapat dipimpin langsung oleh kepala dinas pertanian Ir. Hj. Andi Nur Alam, M.Pw. dan dihadiri oleh seluruh pejabat, staf, PHTT, dan seluruh petugas lapangan.

Kadis Pertanian Ir. Hj. Andi Nur Alam, M.Pw, menekankan agar seluruh ASN dan PHTT baik staf maupun petugas lapangan agar disiplin dalam menunaikan kewajibannya, seperti masuk kerja dan menaati ketentuan kerja, mentaati peraturan kedinasan yang telah ditetapkan oleh pejabat yang berwenang (apel pagi san sore) melakukan pelayanan sebaik-baiknya kepada masyarakat.

Hj Andi Nur Alam juga menekankan agar ASN - PHTT tidak menyalahgunakan kewenangan baik di kantor maupun dilapangan selain menjalankan tupoksi, dan atau tidak terlibat dalam politik praktis.

"Bagi ASN maupun PHTT yang melanggar terhadap aturan akan diberikan sanksi sesuai dengan tingkat kesalahannya seperti tertuang dalam PP 53 tahun 2010 tentang disiplin ASN dan UU no. 7 tahun 2017 tentang pemilu," tuturnya.

Adapun alat kontrol pengawasan :

1.    Pejabat struktural dan staf (ASN-PHTT), dikontrol melalui absen manual dan absen elektronik serta laporan pelaksanaan tugas oleh pejabat struktural secara berjenjang.

2.    Pejabat fungsional/petugas lapangan (ASN-PHTT), dikontrol melalui laporan kehadirandilapangan melalui pelaporan harian, mingguan, bulanan, dan laporan dari kelompok tani, kepala BPP, kepalda desa/lurah dan camat.

Lanjut, bidang-bidang lingkup dinas pertanian agar melakukan percepatan pelaksanaan program dan kegiatan dan memberdayakan/memfungsikan semua seksi dan staf dalam melaksanakan tugas.

Juga, memastikan pelaksanaan program dan kegiatan yang akan dilaksanakan sesuai dengan SOP mulai dari proses seleksi proposal/CPCL, verifikasi, penempatan lokasi kegiatan, penyaluran bantuan, pengawasan dan pelaporan.

Bidang-bidang teknis agar mensosialisasikan/menyampaikan program dan kegiatan yang akan dilaksanakan kepada petugas pertanian/petugas lapangan baik kegiatan baik yang bersumber dari APBD maupun APBN

Kepala bidang melakukan kontrol dan pengawasan terhadap staf dan petugas lapangan terhadap pelaksanaan tugas, dan memberikan laporan kepada kepala dinas terhadap capaian kinerja.

Adapun pemantauan kerja petugas lapangan kata Andi Nur Alam yaitu dengan koordinasi/pertemuan secara rutin dilaksanakan di BPP agar diikuti oleh para petugas ditingkat kecamatan yaitu PPL, KPK, Manbun dan Mannak, dan melaporkan hasil pertemuan di dinas pertanian kabupaten serta melampirkan daftar hadir dan dokumentasi kegiatan.

Selain itu kata Kadis Pertanian, petugas lapangan wajib memanfaatkan lahan BPP untuk kegiatan usaha tani dan setiap jumat melakukan kerja bakti membersihkan halaman kantor BPP. Juga, petugas lapangan wajib melakukan pembinaan dan pendampingan kepada kelkmpok tani dan memastikan kelompok tani yang terbentuk terdaftar du SIMLUH pertanian

"petugas lapangan wajib melakukan pengawalan dan pendampingan setiap program dan kegiatan pertanian yang ada diwilayah dan wajib memantau dan melaporkan perkembangan/progres setiap bulan secara tertulis."pungkasnya.

Diketahui Jumlah petugas lapangan/penyuluh pertanain termasuk kepala BPP dan kepala pertanian kecamatan yang ada dilingkup distan sebanyak 118 orang. Dimana Jumlah Mannak (mantri perternakan) sebanyak 22 org, Manbun (mantri perkebunan) sebanyak 22 orang, Jumlah ASN dan PHTT dinas pertanian sebanyak 60 orang.

Pada kesempatan itu juga Kadis Pertanian Kab. Bombana memberikan apresiasi kepada seluruh petugas pertanian ( Penyuluh, Ka. BPP, KPK, Manbun, dan Mannak) atas partisipasinya mengawal program dan kegiatan di lapangan sehingga pada tahun 2018 Kab. Bombana masuk kedalam 4 besar daerah dengan produksi tertinggi di Sultra. Selain itu juga mengapresiasi atas terpilihnya penyuluh teladan dari Lantari Jaya, yaitu Mustari, SP mewakili Sultra.

Komentar

Belum ada komentar

Komentar Anda