PEDULI PENDIDIKAN PEREMPUAN DAN ANAK, ANDI NIRWANA DINOBATKAN JADI KETUA PPPA

PEDULI PENDIDIKAN PEREMPUAN DAN ANAK, ANDI NIRWANA DINOBATKAN JADI KETUA PPPA

Rumbia, Kominfos

(Sumber : publiksatu) Hj.Andi Nirwana Tafdil didaulat menjadi Ketua Satuan Tugas (Satgas) Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Kabupaten Bombana (8/4). Penobatan disematkan usai menimbang jiwa juang dalam memimpin, keuletan kerja serta kepedulian yang tinggi terhadap persoalan perempuan dan anak.

Kepala Dinas Perlindungan Pemberdayaan Perempuan dan Anak (DP3A) Bombana, Abdul Rahman menegaskan Bombana membutuhkan figur yang tepat untuk meminimalisir kekerasan perempuan dan anak di Bombana. “Kita butuh sosok seperti Andi Nirwana. Beliau gesit, peduli serta solutif. Ide-ide cemerlangnya dalam memimpin berbagai lembaga sudah terbukti. Makanya kami nobatkan beliau untuk pimpin lembaga ini,” pungkasnya.

Selain mengukuhkan Andi Nirwana sebagai ketua, Dinas DP3A juga menunjuk Ketua Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Sultra, Heryanto sebagai wakil ketua untuk dapingi Andi Nirwana. Penobatan yang dihelat di aula kantor Bupati bombana itu, turut dilantik 143 personil satgas. Mereka ditugasi untuk bekerja di wilayah kecamatan hingga satu desa satu satgas.

Usai di lantik, Andi Nirwana mengatakan kasih sayang terhadap anak serta kepedulian nasib perempuan, jadi penyemangat tertentu untuk mengemban amanah dalam menjalankan roda organisasi.

“Perlindungan perempuan dan anak atas korban kekerasan, sedapatnya diberi perhatian. Baik itu penanganan pengaduan, pelayanan kesehatan, bantuan hukum, rehabilitasi sosial, hingga reintegrasi sosial. Siapapun korbannya, nurani memanggil untuk itu,” jelasnya.

Sebagai langkah awal, dirinya mengajak semua anggota Satgas yang dilantik, untuk menghormati hak perempuan dan anak. “internal dulu, kita ajak dulu anggota Satgasnya, bekali mereka dengan wawasan. Lalu kami sebar tiap desa dan kelurahan. Fungsinya, memberi pemahaman hingga identifikasi kasus,” paparnya.

Istri Bupati Bombana itu mengajak semua masyarakat untuk menghormati hak-hak perempuan dan anak. “Selain melaporkan kasus, kita juga berupaya memberi pengetahuan masyarakat. Sebab terkadang kasus itu hadir, akibat kurangnya tingkat pemahaman. Jadi ada penindakan, namun ada pula upaya preventif,” tandasnya.

Usai melantik, Bupati Bombana, H. Tafdil berharap satgas bekerja maksimal. Harapan itu berupa kemamouan untuk menurunkan angka kekerasan perempuan dan anak di Bombana. “Ditahun 2018 hingga 2019 ada 40 kasus kekerasan perempuan dan 35 kekerasan terhadap anak. Saya harap hadirnya satgas ini, kekerasan itu bisa turun kalau perlu tidak ada lagi,” harapnya

Bupati dua periode itu meminta agar satgas segera mengsosialisasikan diri agar tupoksinya lekas dirasakan oleh masyarakat. “Kalau perlu setiap Satgas Kelurahan dan Desa, harus buat posko sebagai pusat informasi. Bersatu kita kikis tindak kekerasan itu,” tukasnya.

Komentar

Belum ada komentar

Komentar Anda