MENGKAJI PEMANFAATAN POTENSI SUMBER DAYA PERTANIAN, BALITBANG HADIRKAN LPPM-UHO

MENGKAJI PEMANFAATAN POTENSI SUMBER DAYA PERTANIAN, BALITBANG HADIRKAN LPPM-UHO

Rumbia, Kominfos

(Sumber : Balitbang) Kabupaten Bombana melalui Kantor Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) menggandeng Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM-UHO) Kendari menggelar seminar Kajian Identifikasi Potensi Sumber Pakan Berbasis Limbah Pertanian sebagai Pakan alternatif Sapi Potong di Kabupaten Bombana merupakan rangkaian penelitian yang dilaksanakan selama Sembilan Puluh Hari Kalender dimulai dari bulan Februari sampai dengan bulan April di Kabupaten Bombana. (01-04-2019) Seminar Akhir ini dilaksanakan di Kantor Badan penelitian dan Pengembangan Kabupaten Bombana, Jalan Diklat Nomor 09 Kecamatan Rumbia Tengah Kabupaten Bombana. Teknologi yang dapat diterapkan dalam pengelolaan Limbah Pertanian untuk dijadikan Pakan Ternak di Kabupaten Bombana yaitu : 1) Teknologi Silase, merupakan pemanfaatan sumber daya pertanian tyanaman pangan dalam bentuk limbah sebagai sumber pakan ternak. Silase biasanya digunakan untuk menyimpan rumput segar yang produksinya berlebihan agar kualitasnya tetap baik; 2) Pembuatan Hay, dibuat dengan memberikan sisa panen jagung dibawah terik matahari sehingga diperoleh jerami jagung yang kering; 3) Fermentasi Pakan, merupakan salah satu pendekatan secara biologis untuk mempercepat peningkatan kualitas pakan dan untuk penyimpanan jangka panjang. Proses fermentasi ini dilakukan dalam dua tahap yaitu tahap pengeringan dan penyimpanan. Proses fermentasi dapat dipercepat dengan penambahan urea untuk disimpan (dibiarkan selama 21 hari sebelum digunakan sebagai pakan ternak; 4) Teknologi Amonase, merupakan salah satu perlakuan kimia yang bersifat alkalis yang dapat melarutkan hemiselulosa dan akan memutuskan ikatan lignin dengan selulosa dan hemiselulosa; 5) Penyusunan Konstentrat, kegiatan ini terdiri dari bahan lokal dengan kandungan protein kasar sebesar 12 %; 6) Teknologi Pengolahan Amofer, merupakan gabungan perlakukan dari Amoniase dan Fermentasi Menurut Narasumber dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM-UHO) Kendari Surahmanto,S.Pt., M.Sc mengatakan bahwa “ ada beberapa limbah pertanian yang dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak di Kabupaten Bombana yaitu jerami padi, jerami jagung, jerami ubi kayu, jerami ubi jalar, jerami kacang tanah, jerami kacang kedelai, dan jerami pisang“ Kepala Seksi pengembangan wilayah Fisik dan Prasarana Balitbang Murniati, S.Hut di sela - sela kegiatan seminar saat dihubungi mengatakan bahwa “selain hijauan makan ternak, para peternak juga telah terbiasa memberikan dedak sebagai makanan tambahan, mereka menyakini dedak dapat menjadikan ternak lebih cepat gemuk dan sehat”. Produksi limbah pertanian di kabupaten Bombana mencapai 45.115.650 BK/Kg/Tahun. Berdasarkan produksi tersebut jika dikonfersi dalam kebutuhan komsumsi pakan ternak sapi potong pertahun sebesar 3.285 BK/Kg/Tahun, sehingga produksi limbah pertanian tersebut mampu memenuhi kebutuhan ternak sapi potong sebanyak 13.733 ekor/tahun. Limbah pertanian sebagai pakan ternak di Kabupaten Bombana dapat mencapai 225.578.250 BK/Kg/Tahun. Dari produksi tersebut jika dimanfaatkan sebagai pakan ternaik secara maksimal maka dapat menampung ternak sebesar 68.669,18 ST. Dibandingkan dengan jumlah populasi ternak kabupaten Bombana tahun 2018 yang mencapai 60.121 ekor, maka masih ada selisih 8.548,18 ekor. Ini menunjukkan bahwa Kabupaten Bombana masih memiliki kemampuan wilayah untuk menampung ternak sapi potong sebesar 8.548 ekor. Hal tersebut sesuai dengan arah kebijakan Kabupaten Bombana di sector pertanian dan peternakan: 1) Percepatan peningkatan produksi peternakan melalui pemanfaatan secara optimal limbah pertanian sebagai pakan; 2) Peningkatan Komuditas Peternakan bernilai tambah dan berdaya saing; 3) Pemanfaatan limbah pertanian sebagai alternative pakan ternak sapi potong secara optimal di Kabupaten Bomban; 4) Peningkatan Teknik pengolahan limbah pertanian dan pola usaha baru dalam bidang pertanian; 5) peningkatan peraturan serta penyediaan sarana dan prasaran, pertanian dan peter.

Komentar

Belum ada komentar

Komentar Anda