PENGENDALI IKLIM MIKRO, RTH BOMBANA MENJADI BANGUNAN MULTI FUNGSI

PENGENDALI IKLIM MIKRO, RTH BOMBANA MENJADI BANGUNAN MULTI FUNGSI

Rumbia, Kominfos

(Sumber : Balitbang) Wujud Komitmen Pemerintah Kabupaten Bombana dalam menicptakan suasana sejuk dan nyaman terlihat dibangunnya RTH di Ibu Kota Kabupaten.  Tindak lanjut dari Ruang Terbuka Hijau itu Pemerintah Kabupaten Bombana Melalui Badan penelitan dan Pengembangan Kabupaten Bombana bekerja sama dengan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM-UHO) Kendari, menggelar seminar Akhir yang merupakan rangkai penelitian dengan judul “ Analisisi Ruang Terbuka Hijau Dalam Rangka Antisipasi Perubahan Iklim dan Pengendalian Iklim Mikro di Wilayah Kabupaten Bombana bertempat di Kantor Badan Penelitian dan Pengembangan Kabupaten Bombana Jalan Diklat No. 09 Poea Kecamatan Rumbia Tengah Kabupaten Bombana. (2-04-2019)

Ruang terbuka hijau dibangun sebagai upaya untuk mengantisipasi pertumbuhan dan perkembangan kegiatan pembangunan kota, sebagai upaya menjaga keseimbangan, keserasian, dan keselarasan antara ruang terbangun dengan RTH.  Undang-undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang penataan ruang mewajibkan ruang terbuka hijau bagi wilayah perkotaan paling sedikit 30% dari total luas wilayah dengan proporsi RTH publik paling sedikit 20% dan RTH privat 10% dari luas wilayah perkotaan. 

Husrifnah Rahim, ST., M.Si, Sekretarsis Badan Penelitian dan pengembangan Kabupaten Bombana dalam kata sambutannya “Besarnya pengaruh RTH terhadap kelembaban Udara di Kabupaten Bombana yaitu termasuk kekuatan Korelasi cukup untuk menjaga kualitas Iklim Mikro di Kabupaten Bokmbana, maka harus memiliki RTH ideal, minimal sebsar 120,1 Ha dengan kerapatan Vegetasi kategori sedang 40%”

Ia menambahkan “Dengan meningkatnya pembangunan Fisik Kota, pertumbuhan penduduk serta berbagai aktivitas kota menyebabkan berkurangnya ruang terbuka hijau (RTH) dan menurunnya kualitas lingkungan Hidup yang mengakibatkan terjadinya perubahan ekosistem Alami. Keberadaan dari vegetasi yang berada di RTH dapat mempengaruhi kondisi Atmosfer setempat, mampu merubah suhu dan kelembagaan udara juga mengurangi kecepatan Angin

Abdul Sakti, S.Hut., M.Sc, narasumber dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM-UHO) mengatakan “Sebaran ruang terbuka hijau yang terdapat di Ibu Kota Kabupaten Bombana tersebar di 10  Keluraha/Desa. Bentuk Hutan Kota terletak di Desa Kasipute, Lantowonua, Lameroro, Poea, Tapuahi, dan Lampata. Kawasan Hijau Pertanian doule, Lampopala, Lameroro, Lauru, Tapuahi, Kasipute, Kampung Baru, Poea dan Lampata”

Selanjutnya Narasumber LPPM-UHO ini merekomendasikan perlu adanya pembangunan berkelanjutan RTH di seluruh kawasan perkotaan Kabupaten Bombana terutama Ruang Terbuka Hijau, Pembangunan seharusnya mempertimbangkan ketersediaan Ruang terbuka Hijau, Perlu adanya penyediaan RTH public pada kawasan ibu kota, perlu dioptimaliasi Sarana olah raga dalam upaya penyediaan ruang terbuka hijau sampai dengan tahun 2032, revisi luasan RTH yang telah ditetapkan pada RDTR sehingga pelaksanaan Pembangunan RTH dapat terlaksana, perlu adanya peraturan daerah yang khusu mengatur tentang penggunaan lahan di Kawasan Perkotaan Kabupaten Bombana, Pengaturan Izin pembangunan yang maksimal sehingga ruang terbuka hijau terpunuhi.

Keberadaan RTH diperlukan guna meningkatkan kualitas lingkungan hidup secara ekologis, estetis dan sosial. Secara ekologis RTH berfugsi sebagai pengatur iklim mikro. Vegetasi pembentuk hutan merupakan komponen alam yang mampu mengendalikan iklim melalui pengendalian fluktuasi atau perubahan unsur-unsur iklim yang ada disekitarnya misalnya suhu, kelembaban, angin dan curah hujan.

RTH berfungsi memberikan pasokan oksigen bagi makhluk hidup dan menyerap karbon serta sumber polutan lainnya. RTH berperan sebagai areal resapan air, peredam kebisingan dan mampu menciptakan habitat bagi satwa burung dan satwa lainnya. Secara estetis, ruang terbuka hijau menciptakan kenyamanan, harmonisasi, kesehatan, dan kebersihan lingkungan. Secara sosial ruang terbuka hijau mampu menciptakan lingkungan rekreasi dan sarana pendidikan alam. RTH yang dikelola sebagai tempat pari.

Komentar

Belum ada komentar

Komentar Anda