PEMKAB BOMBANA MULAI KEMBANGKAN 94 POTENSI WISATA DI 18 KECAMATAN

PEMKAB BOMBANA MULAI KEMBANGKAN 94 POTENSI WISATA DI 18 KECAMATAN

Rumbia, Kominfos

(Sumber : Balitbang)

Pemerintah Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara (Sultra) saat ini terus menggenjot sektor kearifan lokal dan destinasi wisata. Ada 18 kecamatan dari jumlah 22 kecamatan di daerah ini yang terdata memiliki 94 potensi wisata  serta layak berdasarkan hasil kajian instansi dan lembaga.

Salah satu upaya pengembangan sektor wisata dilakukan dengan memaksimalkan kinerja instansi terkait, seperti instansi pariwisata dan kelitbangan. Dua instansi ini dituntut mampu bekerja secara masif dan kolaboratif. Dua instansi itu pun menggandeng Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM-UHO) sebagai langkah validitas penelitian dan pendataan di lapangan.

Proses penelitin dan pengkajian lokasi potensial wisata pun dimulai dengan menyasar tiga zona wilayah yakni potensi wisata yang tersebar di wilayah Rumbia dan pemekarannya. Selanjutnya wilayah Poleang dan tentunya pulau Kabaena yang juga dikenal kaya akan potensi wisata.

penelitian  pengembangan kawasan pariwisata kabupaten Bombana sebelumnya telah dilaksanakan dengan durasi waktu  90 (Sembilan puluh) hari kalender, mulai dari bulan Februari hingga April tahun 2019.

Peneliti  LPPM- UHO, Abdul Latief, SE., M. Sc menyampaikan bahwa di Kabupaten Bombana terdapat 18 (delapan belas) Kecamatan atau sebesar 81,81 persen yang memiliki potensi objek wisata.

" Ada ratusan tempat yang berpotensi sebagai destinasi wisata di daerah ini. Namun, berdasarkan hasil survey selama.tiga bulan terakhir, kami menemukan 94 titik kearifan lokal yang benar-benar potensial dikembangkan," ungkap Abdul Latief dalam kegiatan seminar Rencana Induk Pengembangan Kawasan Pariwisata Kabupaten Bombana, bertempat di Kantor Badan Penelitian dan Pengembangan Kabupaten Bombana akhir pekan lalu.

Abdul latif merinci18  Kecamatan tersebut yakni, Kecamatan Kabaena, Kecamatan Kabaena Selatan, Kecamatan Kabaena Barat, Kecamatan Kabaena Timur, Kecamatan Kabaena Tengah. Kemudian, Kecamatan Rumbia, Kecamatan Mata Oleo, Kecamatan Masaloka Raya, Kecamatan Rumbia Tengah, Kecamatan Rarowatu, Kecamatan Rarowatu Utara, Kecamatan Lantari Jaya.

Selanjutnya,  Kecamatan Poleang Timur, Kecamatan Poleang Utara, Kecamatan Poleang Selatan, Kecamatan Poleang, Kecamatan Poleang Barat dan Kecamatan Tontonunu.

Abdul latif menjelaskan bahwa pihaknya melakukan penelitian dengan melihat potensi wisata budaya, objek wisata alam dan objek wisata buatan. Dikatakan, untuk pengembangan wisata budaya di Bombana  memiliki strategi yang hampir sama pada setiap kawasan. Oleh karena itu, pihaknya mengelompokkan wisata budaya kedalam  tiga aspek. Pertama, aspek daya tarik. Metode ini dilakukan dengan strategi mengadakan event budaya secara berkala, melakukan promosi dan pemasaran wisata budaya.

Kedua, aspek fasilitas dan Infrastruktur di genjot melalui strategi pengadaan sarana prasarana wisata oleh pemerintah, pemberian hak pengembangan sarana dan prasaran kepada pihak swasta dan pemberian hak pengembangan sarana dan prasarana kepada masyarakat.

Ketiga, aspek masyarakat atau keramah-tamahan melalui strategi penyusunan Peraturan daerah (Perda)  kearifan lokal, pembentukan dan pembinaan kelompok pemuda atau komunitas budaya, edukasi keramah – tamahan dan Penguatan program penciptaan keamanan lingkungan.

"Untuk  potensi wisata budaya terdiri dari benteng, makam, situs budaya, desa adat, desa wisata, tradisi pesta rakyat, lapter dan bungker peninggalan jepang," urainya.

Sementara, potensi objek wisata yang terdiri dari objek wisata alam yaitu 18 air terjun, 16 pantai, 8 pulau, 3 gunung, 3 pemandian air panas, 3 gua, 3 tanjung, 2 danau dan 1 sungai. Objek wisata tersebut pula tersebar di 18 kecamatan.

Sedangkan untuk objek wisata buatan terdiri dari masjid, arena pacuan kuda dan bendungan.

Bupati Bombana, H. Tafdil, SE. MM menambahkan, aspek peningkatan dalam strategi pengembangan pariwisata di Kabupaten Bombana  tentunya merujuk pada Undang-undang No 10 Tahun 2009. Dalam aturan tersebut menjelaskan  tentang 5 cakupan dalam pengembangan pariwisata melip.

Komentar

Belum ada komentar

Komentar Anda