GEMA TAKBIR DAN OPEN HOUSE BANGKITKAN GEMBIRA DI HARI LEBARAN IDUL FITRI DI BOMBANA

GEMA TAKBIR DAN OPEN HOUSE BANGKITKAN GEMBIRA DI HARI LEBARAN IDUL FITRI DI BOMBANA

Rumbia, Kominfos

(Sumber : Kominfos) Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar. Laa ilaha Illallaahu Allahu Akbar, Allahu Akbar Walillaahil Hamdu.

Lantunan Takbir, Tahlil dan Tahmid berkumandang menyelimuti seluruh penjuru tanah air, di hari lebaran Idul Fitri 1 Syawal 1440 Hijriah tahun 2019 Masehi. Tiga kalimat itu menjadi pertanda hari kemenangan telah tiba setelah sebulan lamanya menahan lapar dan dahaga di bulan suci Ramadhan.

Lantunan kalimat ini pula menggema mewarnai semaraknya lebaran Ied di Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara (Sultra). Salah satu daerah yang telah mekar dari Kabupaten Buton 15 Tahun silam. Dibawah kendali H. Tafdil, SE., MM selaku Bupati Bombana, momentum indah, fitri nan bahagia ini dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk merajut kembali persatuan dan kesatuan, memupuk tali silaturahmi dan menciptakan nuansa kebersamaan yang membangkitkan rasa gembira di kalangan pemerintah hingga masyarakat umum.

Upaya mencuatkan nuansa Gembira ini bukan saja pada momentum lebaran Ied kali ini. Namun, kegembiraan telah tumbuh sejak awal masa kepemimpinannya di tahun 2012 silam, hingga kembali memimpin daerah Bombana di periode kedua, tahun kedua periode 2017-2022. Ketulusannya dalam membangun bumi munajah ini yang senantiasa ia miliki hingga secara bertahap menjadikan daerah ini lebih maju, berdaya saing dan sejahtera.

H. Tafdil sebagai pucuk pimpinan daerah hadir dengan menerima segala kritikan dari kalangan masyarakat. Setiap tahunnya saat momentum lebaran mulai meretas, ia bersama keluarga telah merencanakan untuk lebih mendekatkan diri kepada masyarakatnya. Tak terkecuali di tahun 2019, ia benar-benar maksimal menyambut perayaan Idul Fitri dengan membuka ruang untuk saling memaafkan satu sama lain melalui sebuah momentum Open House di Rumah Jabatan (Rujab) bupati setempat.

Sebelum itu, H. Tafdil dan istri, Hj. Andi Nirwana Sebbu, SP., MM bersama warganya melaksanakan salat Ied di pelataran eks Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Kecamatan Rumbia, ibukota Kabupaten Bombana, Rabu (5/6/2019).

Momentum 1 Syawal 1440 H / 2019 M menjadi ajang terbaik bagi H. Tafdil dengan mengajak warganya untuk kembali suci. Tak ada iri, dengki, fitnah yang berpotensi memecah persatuan hingga mematahkan jalinan silaturahmi bagi seluruh masyarakat di jazirah tenggara pulau Sulawesi ini.

" Minal Aidin Walfaidzin, Mohon Maaf Lahir dan Bathin," ucap H. Tafdil ke warganya saat memberi sepatah kata sambutan di pelataran RTH Bombana.

Kalimat permohonan maaf ini ia ucapkan sebagai kado terindah bagi seluruh jamaah salat Ied, sekaligus menumbuhkan ukhuwah tali persaudaraan antar sesama umat.

Belum lagi atas perbedaan pandangan, pilihan yang baru saja menyelimuti benak warganya pada perhelatan pesta demokrasi di pemilu serentak pada 17 April 2019 lalu. Momentum yang telah sebulan berlalu itu diharapkannya tak ada lagi uneg-uneg yang tersimpan dihati dan pikiran di semua kalangan.

" Mari kita jalin kembali persaudaraan kita dengan rasa saling menghargai, mencintai dan menghormati satu sama lain,, utamanya di hari raya Idul Fitri ini" ajak H. Tafdil kepada warganya.

Tidak sampai disitu, H. Tafdil mengajak seluruh warganya untuk kembali melaksanakan aktivitas seperti biasanya, berekonsiliasi atau islah bagi setiap warganya jika pernah mengalami perselisihan karena perbedaan pandangan. Tidak saja terungkap melalui lisan semata, namun menyebar hingga beragam media sosial. Momentum Idul Fitri ini kata H. Tafdil, tentu memberikan dampak kesejukan dan nuansa gembira untuk kembali bersih dari segala dosa yang dilebur selama puasa Ramadhan.

Olehnya itu, H. Tafdil sekeluarga mengucapkan rasa terima kasih yang setinggi-tingginya kepada seluruh jajaran penyelengara pemilu, TNI/Polri dan kalangan partai politik yang telah berkontribusi menciptakan suasana aman di pemilu serentak tahun 2019. Tak kalah pentingnya ialah kepandaian warganya yang teridiri dari tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat dan masyarakat umum yang diakuinya lebih cerdas dalam mengamati suasana di ajang pemilu kali ini.

" Diantara kita semua, pastinya ada rasa kekecewaan, tapi itulah pesta demokrasi. Mari kita bersama-sama mendoakan, semoga lebih amanah dalam mengemban tugas sebagai perwakilan rakyat. Intinya, Kesuksesan pemilu ini menjadi prestasi bagi kita semua," cetus Bupati Bombana dua periode ini.

Kegembiraan terus tumbuh hingga tiba nuansa saling menyapa dan bersalaman di ajang Open House. H. Tafdil sekeluarga menyambut seluruh pejabatnya dan warganya untuk saling berbagi kasih sayang. Suasana damai geliat dan berirama perlahan mewarnai indahnya kebersamaan itu. Sapaan senyum penuh  kelembutan terpancar dari sosok istri Bupati Bombana, Andi Nirwana bersama anak-anaknya saat berbagi cerita, berfoto bersama dan permohonan maaf bagi para  tetamu yang sempat hadir di Rujab bupati Bombana siang itu.

Ajang silaturahmi penuh kegembiraan itu pun terus terjalin hingga hari kedua. H. Tafdil bersama keluarga kembali bersua merajut kebersamaan bersama pemimpin daerah di Sulawesi tenggara di hari kedua lebaran Idul Fitri. H. Tafdil menjadi salah satu bupati di 17 kabupaten/kota yang hadir saat Open House di rujab Gubernur Sultra. H. Ali Mazi selaku 01 di jazirah Sultra ini mulai menyapa dengan penuh senyuman dan ketulusan bagi kalangan pimpinan daerah dan jajarannya. Ia juga begitu antusias menyambut mereka yang juga didampingi oleh perwakilan rakyat di dareahnya masing-masing.

Saat itu, H. Ali mazi melontarkan permohonan maaf kepada seluruh bupati yang sempat hadir. Tak sekedar itu, H. Ali Mazi meengucapkan selamat kepada seluruh perwakilan rakyat di 17 Kabupaten/kota yang terpilih di ajang pemilu serentak tahun 2019.

Pasangan dari Lukman Abunawas selaku wakil gubernur Sultra ini  mengajak ke semua pihak untuk terus berkiprah membangun daerah dengan tetap mengacu pada visi misinya yaitu Sistem Masyarakat Sejahtera (SMS). Program kerjanya itu telah diberikan nama Garbarata, yang bertujuan membangun kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat di bumi Sultra.

Komentar

Belum ada komentar

Komentar Anda