HILANGKAN STATUS DESA TERTINGGAL, CAMAT RAROWATU GELAR RAKOR BERSAMA SELURUH KADES

HILANGKAN STATUS DESA TERTINGGAL, CAMAT RAROWATU GELAR RAKOR BERSAMA SELURUH KADES

Rarowatu Kominfos

(Sumber : Kec. Rarowatu) Agar dapat terhindar dari status Desa tertinggal, seluruh Kecamatan se Kabupaten Bombana kini sedang gencar melakukan rencana aksi pengentasan Desa tertinggal. Dimana salah satunya dilakukan oleh Kecamatan Rarowatu, dimana seluruh Desa di Kecamatan Rarowatu menggelar Rapar Koodinasi (Rakor) tentang pengentasan desa tertinggal.

Hal tersebut Camat Rarowatu Zakir, Kabupaten Bombana saat memimpin Rakor Selasa (2/7/) lalu. Menyampaikan bahwa Rakor ini adalah tindak lanjut dari hasil rapat koordinasi di kabupaten beberapa waktu yg lalu tentang Akselerasi Program Gembira Menuju Desa Berkembang tahun 2022, dimana beberapa desa di Kecamatan Rarowatu masuk dalam kategori desa tertinggal.

" Hal ini di sebabkan adanya beberapa desa yg belum mencapai target dalam indikator penilaian IDM (Indeks Desa Membangun)," katanya.

Oleh karena itu lanjut Camat Rarowatu, mengatakan dengan sangat tegas bahwa untuk keluar dari kategori desa tertinggal maka seluruh aparat harus bekerja dengan sungguh - sungguh, saling bersinerji dan tidak saling melempar tanggung jawab. " Ini tanggung jawab kita bersama, dan seluruh pihak harus terlibat," katanya.

Camat Rarowatu juga menambahkan bahwa salah satu penyebab dari ketertiggalan dimana informan dalam memberikan keterangannya tentang data IDM  tidak sesuai dengan apa yang ada di lapangan, baik data sarana dan prasarana, maupun infrastruktur atau data - data lain yang ada di desa. "Sementara data - data tersebut merupakan kriteria atau indikator penilaian yang jika di rangkum tentunya dapat memenuhi tiga skala besar dari indikator penilaian IDM yakni Ketahanan sosial, Ketahanan ekonomi dan ketahanan Ekologi/lingkungan," paparnya

Oleh karena itu dirinya menghimbau kepada seluruh aparat atau informan baik di desa maupun kecamatan untuk betul - betul menyajikan data yang sebenar - benarnya sesuai dengan fakta di lapangan. " Semua harus bekerja, dan menyajikan data yang sesuai keadaan, jangan karena malas dia menerka-menerka saja menyajikan data," paparnya.

 

 

Komentar

Belum ada komentar

Komentar Anda