DINAS PU-PR BOMBANA MENETAPKAN 3 (TIGA) SASARAN UTAMA DALAM MERANCANG PEMBANGUNAN IRIGASI DI LAROLANU

DINAS PU-PR BOMBANA MENETAPKAN 3 (TIGA) SASARAN UTAMA DALAM MERANCANG PEMBANGUNAN IRIGASI DI LAROLANU

Rumbia Kominfo - Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PU & PR) melaksanakan Seminar Akhir Kegiatan Pembangunan Daerah Irigasi Larolanu Tahun 2019 bertempat di Aula Kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Bombana, Kegiatan ini di awali dengan Seminar Pembukaan pada tanggal 27 Juni 2019 dengan total Waktu yang diberikan 90 Hari kalender yang melibatkan 52 peserta dan 3 orang dari perwakilan CV. Ereang Urban Selaku konsultan kegiatan.

Kegiatan ini Menghasilkan Output Berupa Dokumen FS (feasibility study) atau bila dalam bahasa Indonesia diterjemahkan sebagai Studi Kelayakan yang merupakan analisa dari kelayakan suatu ide SID (Survei, Invetigasi dan Desain) atau bila dalam bahasa Indonesia diterjemahkan sebagai  upaya penelitian, penyidikan, pengusutan, pencarian, pemeriksaan dan pengumpulan data informasi lapangan dan DED (Document Engineer Desaint) atau bila dalam bahasa Indonesia diterjemahkan sebagai  Dokumen desain teknis.

Kegiatan Seminar ini dibuka oleh Semuel Kadmaerubun ST, selaku Perwakilan dari Dinas PUPR. Beliau mengimbau Semoga kegiatan ini berjalan lancar dan semua hal yang bersangkutan pembangunan daerah irigasi agar diberi masukkan yang membangun dan masukan yang bersifat mendukung untuk Pembangunan Daerah Irigasi tersebut dan berharap peserta yang berlatar belakang Pengawas, Pengamat dan Juru agar memberikan masukan berdasarkan pengalamannya dilapangan.”tegasnya

Pada Seminar ketiga, difokuskan untuk rancangan umum, rancangan investasi dan ketentuan perancangan pengendalian dan pelaksanaan konstruksinya. Ruang Lingkup Pekerjaan yaitu pertama persiapan, dengan kegiatan pengumpulan data sekunder. pengkajian tata letak jaringan irigasi, pengkajian desain jaringan utama/tersier, pengkajian peta kesesuaian lahan, pengkajian peta tata guna lahan, pengkajian data hidrologi, ketersediaan air dan genangan banjir, penyiapan program kerja program kerja. kedua kegiatan survei lapangan investigasi data primer, inventarisasi penggunaan lahan, kondisi vegetasi dan kemiringan lahan, inventarisasi kondisi jaringan irigasi yang sudah ada, pengukuran dan pemetaan, inventariasi bench mark yang sudah ada serta pembuatan benchmark baru,” kata Samuel yang dikonfirmasi diruang Rapat PU-PR. Kamis, 12/9/19

Samuel Mengatakan, “pengukuran dan pemetaan situasi, pengukuran trase jaringan utama dan pengukuran situasi bangunan, merupakan Sistem Planing, terutama pada Peta Petak Dan Perencanaan Detail, Petak keseluruhan areal rencana dan perluasan jaringan irigasi, Perencanaan detail jaringan utama (bangunan, pengambilan, saluran pembawa, dan pembuang beserta bangunannya dan finalisasi teknis dan non teknis finalisasi dokumen fs, sid dan ded. Sekaligus pada daerah irigasi larolanu dan investasi, yang memerlukan biaya operasi dan pemeliharaan irigasinya.”terangnya

 

Ia menambahkan, “Konsep umum berupa pembahasan mengenai penyusunan perencanaan secara Detail untuk Daerah Irigasi. salah satu tujuan dari pekerjaan ini adalah membuat gambaran Detail dan pengembangannya untuk Daerah Irigasi Larolanu dan Rencana Anggaran Biaya serta Spesifikasi Teknis pelaksanaan pekerjaan yang akan dipakai dalam kegiatan pelaksanaan konstruksi nantinya.

Perencanaan ini nantinya ditindak lanjuti dengan pekerjaan konstruksi yang mempunyai sasaran sebagai berikut ini.

1.      Perencanaan konstruksi/bangunan fisik secara detail yang sesuai dengan kriteria desain suatu bangunan air yang efisien dari segi teknis dan biaya.

2.      Pengembangan daerah irigasi yang berpotensi untuk dikembangkan menjadi daerah irigasi.

3.      Perhitungan dari segi ekonomi yang bermanfaat bagi masyarakat sehingga dapat dilakukan pembangunan daerah Irigasi Larolanu.

“inilah ketiga Sasaran Perencanan yang akan kami tindaklanjuti yang sesuai dengan Pekerjaan Kontruksi. “jelas Samuel

Peran irigasi teknis sangat penting dalam pemenuhan produksi pangan nasional. Salah satu Daerah Irigasi yang merupakan irigasi teknis, dimana efisiensi sangat di utamakan adalah Daerah Irigasi (DI) Larolanu Kabupaten Bombana. Berkaitan dengan usaha meningkatkan produksi pertanian, saat ini perlu dilakukan suatu penelitian atau percobaan-percobaan untuk mengetahui kondisi dan keadaan saluran irigasi, mengurangi potensi kehilangan air irigasi dan memafaatkan air secara lebih efisien sehingga di dapat hasil yang bisa dijadikan sebagai evaluasi dalam pengelolaan air irigasi. Sehingga sistem pengelolaan air pada irigasi Larolanu dapat dimanfaatkan oleh petani setempat.” Tutupnya

 

Sumber : Dinas PU-PR

Komentar

Belum ada komentar

Komentar Anda