Bombana Raih Predikat Tertinggi Layanan Publik di Sulltra

Bombana Raih Predikat Tertinggi Layanan Publik di Sulltra

Rumbia Kominfo - Kabupaten Bombana menjadi satu-satunya daerah di Sulawesi Tenggara (Sultra) yang berhasil meraih predikat tertinggi dalam aspek pelayanan publik. Dibawah kendali H.Tafdil, SE., MM, daerah yang mekar sejak 16 tahun silam ini mendapat apresiasi dari lembaga Ombudsmen Republik Indonesia (ORI) dengan status layanan publik zona hijau yang mencapai angka 95,  98 persen atau nyaris mendekati poin sempurna.

Penghargaan ini diserahkan langsung oleh Ketua ORI Pusat, Prof. Amzulian Rifai kepada bupati Bombana Tafdil di Jakarta, Rabu (27/11/2019). Bombana pula merupakan salah satu dari tiga daerah penyandang predikat tinggi. Dua daerah lainnya adalah kota Kendari di posisi kedua dengan nilai 86,  12 persen dan Kabupaten Konawe Selatan dengan perolehan nilai 83,32 persen.

Perubahan wajah baru layanan publik di  Bombana memang pantas untuk mendapat predikat zona hijau dan tak perlu diragukan lagi. Dimana, terdapat 33  instansi Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang kompak membenahi kantor masing-masing dengan fasilitas yang cukup memberi kenyamanan bagi setiap tamu yang hadir.

Atas upaya ini, Bombana akhirnya mampu meraih lebih dari 70 poin dari total 17. 717 produk layanan  serta 2. 366 unit layanan yang menjadi target penilaian ORI. . Dimana, Ombudsman mrlakukan penilaian kepatuhan pada  4 Kementerian, 3 Lembaga, 6 Pemprov,  36 Pemkot dan 215 Pemkab di Indonesia.

Haji Tafdil mengatakan, penghargaan dengan nilai tertinggi itu adalah untuk pertama kalinya di masa kepemimoinannya. Ia mengakui jika penilaian dari ORI di tahun-tahun  sebelumnya sangat minim dan bahkan tidak mencapai angka 50 persen.

" Selama ini Bombana selalu dapat rapor merah dari ORI. Terus terang saja kami malu, dan ini menjadi pekerjaan berat bagi kami. Makanya, menjadi sebuah anugrah besar, melalui usaha keras dari teman-teman OPD, daerah kita  hari ini bisa menorehkan prestasi terbaik untuk layanan publik, utamanya di Sultra," ungkap Tafdil melalui rilisnya di dinas Kominfo Bombana, Kamis (28/11/2019).

Bupati Bombana dua periode ini mengungkapkan bahwa untuk meraih nilai tinggi dalam aspek layanan publik itu tidak mudah, butuh kerjasama yang solid di semua instansi membudayakan nilai nilai kesopanan dan disiplin.

Ia pun bersikeras menggenjot layanan di seluruh OPD, khususnya di tiga instansi  yang menjadi prioritas utama dalam proses penilaian ORI pada September 2019 lalu. Tiga instansi itu ialah dinas perizinan atau DPM-PTSP, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) setempat.

Suami Andi Nirwana Sebbu ini  berpesan ke seluruh jajarannya agar tidak cepat merasa puas dan berbangga diri atas prestasi ini. Kata dia, penghargaan itu justru lebih dijadikan sebagai cambuk untuk terus berbenah dan melengkapi diri dalam memaksimalkan  pelayanan terbaik dan prima kepada masyarakat

" Saya memang tidak pernah menginginkan perangkat saya merasa berada di zona nyaman saat  dikantor, semua harus kerja tepat waktu, berikan pelayanan terbaik pada setiap masyarakat yang berkepentingan , dan pada akhirnya Bombana bisa hijrah dari zona merah ke zona hijau," pungkasnya.

 

 

Komentar

Belum ada komentar

Komentar Anda