DPRD bersama Pihak Pemda, Bersinergi Dalam Penanganan Covid-19 di Bombana

DPRD bersama Pihak Pemda, Bersinergi Dalam Penanganan Covid-19 di Bombana

Kominfo, - Sekretariat DPRD (Setwan) - DPRD bersama Pemda Bombana duduk bersama membahas soal penanganan virus Corona atau biasa di sebut Covid 19,Kamis 26/3 di ruang rapat sekretariat dewan 

Rapat yang di pimpin oleh Ketua DPRD Arsyad dihadiri oleh Sekda Herianto Beangga, Direktur Rumah Sakit drg.Riswanto Kadis Kesehatan dr.Sunandar Kadis BNPB Andi Syarifuddin, Kadis Perhubungan Syahrun dan Kepala BKD Darwin

Di ketahui pembahasan itu terkait soal 
bagaimana penanganan dan berapa estimasi anggaran Pemerintah Daerah untuk penanganan Covid -19, apa kendala di lapangan setelah Satgas di bentuk oleh Pemda dan langkah selanjutnya

Politisi Nasdem itu mengemukakan untuk tenaga kesehatan dan APD jika anggarannya tidak cukup nanti akan di fikirkan, untuk anggaran DPRD saja jika di potong 2 kali Perjalanan Dinas luar Provinsi akan mencapai 1 Milyar, tetapi agar ini lebih terukur untuk menangani ini harus jelas alat yang dibutuhkan berapa dan dananya berapa.

'intinya hari ini kita ingin lakukan pencegahan penularan covid-19, DPRD siap bersama pemda untuk penanganan virus ini, yang kita butuhkan itu untuk semua Puskesmas dan peruntukan yang di pebatasan, misalnya untuk posko itu terdiri dari tenaga Kesehatan, Perhubungan, Pol-PP, kepolisian dan TNI bisa dilibatkan di Posko-posko yang di tunjuk itu ada 8 titik posko perbatasan antara lain PPA, Toari, Kasipute, Paria, Masaloka, Pising, Dongkala dan Sikeli, masing-masing terdiri 6 personil seluruhnya 48 orang, mungkin satgas yang dibentuk 17 Maret 2020 akan datang alat itu cukup untuk Puskesmas dan posko yang akan disiapkan,"katanya

Sementara itu Pj sekda  Herianto Beangga menyampaikan Terkait penanganan Covid-19 ini mungkin sudah dikeluarkan beberapa aturan dan cara penanganannya dan sementara untuk anggaran sampai ke Desa-desa dan ini harus segera terwujud karena kepedulian bersama 

Tidak terkecuali direktur Rumah Sakit drg Riswanto pada kesempatannya pula menyampaikan penanganan Covid-19 ini Alhamdulillah tidak ada masalah termasuk komunikasi dengan tim Dinas kesehatan termasuk bagaimana penanganan pasien yang masuk kategori ODP dan sebagainya sudah di koordinasikan dengan teman-teman kesehatan dan masing-masing Puskesmas 

Lanjutnya, mengenai pasien yang sudah masuk ke rumah sakit dalam hal ini berdasarkan pantauan dari Dinas kesehatan sampai sekarang  masih 1 orang yang dari Pulau Tabako itu statusnya ODP (Orang dalam Pemantauan), kemudian terkait masalah perlengkapan dan apa saja yang dibutuhkan tenaga kesehatan mungkin kita tahu bagaimana ketersediaan APD (Alat pelindung diri) dan jika tidak ada APD dan alat apapun yang digunakan tidak ada gunanya dan mungkin Tim kesehatan dan kami juga tidak akan memaksakan untuk melakukan pelayanan sebab disisi lain kesehatan rekan-rekan medis sendiri tidak terjaga,mengenai hal ini harapan Rumah sakit akan bekerja semaksimal mungkin selama alat yang di butuhkan dan APD sudah ada untuk rekan-rekan petugas.

Masih di tempat sama Kadis kesehatan dr Sunandar menyampaikan Terkait Orang dalam pemantauan (ODP) ada beberapa perubahan dari pedoman dari Kemenkes 
"jadi terkait pemantauan Satgas itu prinsip kehati-hatian kita ingin melindungi masyarakat Bombana dari wabah Covid-19 dan sesuai arahan Dinas kesehatan Provinsi Sulawesi Tenggara, siapapun yang telah melakukan kunjungan ke daerah-daerah yang dinyatakan positif sebelum 25 Maret itu masuk dalam status ODP dan  25 Maret 2020 arahan dari Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tenggara agar kita melakukan revisi berdasarkan pedoman penanganan cepat kesehatan masyarakat Covid-19 yang di keluarkan oleh kementrian kesehatan 16 maret 2020 lalu dimana dijelaskan ODP adalah orang-orang yang ada gejala gangguan saluran nafas, batuk, sesak kemudian sakit menelan dan disertai demam tinggi diatas 38 0 C, yang ada riwayat melakukan perjalanan ke wilayah-wilayah transmisi lokal atau sebelumnya ada riwayat kontak dengan pasien yang dinyatakan positif tentunya daerah transmisi lokal sampai saat ini itu 5 Provinsi yaitu DKI, Banten kabupaten/kota Tangerang, Jawa Barat Kabupaten/Kota Bekasi dan Kota Depok, kemudian Jawa tengah dalam hal ini solo Jawa Timur, Surabaya dan Malang," ungkapnya

untuk itu siapapun yang pulang dari daerah tersebut tetapi tidak menunjukan gejala-gejala maka dia dimasukkan dalam ODR( Orang dalam Resiko) atau OTG ( Orang Tanpa Gejala ) dan ini anjuranya adalah monitoring diri sendiri, agar jika ada gejala segera di laporkan ke Rumah sakit, sehingga laporan kami dari SATGAS Covid-19 Kabupaten tanggal 25 maret 2020 laporan kami sama dengan tanggal 24 ODP 271 PDP 0 dan positif 0.

Mengenai alat yang dipesan alatnya sudah ada di Bombana antara lain termos scanner itu 50 buah , APD KITSET 20 Buah, Kopral Baju dan celana 20 buah, tahap pertama itu ada 30 set RSUD 24 Dinkes 6 set, dan terkait besaran anggaran yang kami hitung sementara untuk alat kesehatan kita butuh anggaran kurang lebih 3,2 Milyar dan itu sudah terinci apa yang akan di beli kemudian APD dan BHP itu 3,5 Milyar sudah ada didalam obat-obatan dan rencana pengadaaan rafid test untuk I set isi 20 itu harganya 9.000.000 – 10.000.000,- kemudian untuk insentif petugas yang diumumkan bapak Presiden untuk standar nasional Dokter spesialis itu 15.000.000/Bulan yang ada di garda terdepan, Dokter umum dan Dokter gigi 10.000.000/bulan dan perawat dan bidan 6.000.000/bulan dan itu sesuai yang diumumkan bapak presiden dan itu kita hitung itu 6,7 Milyar diluar insentif petugas kesehatan.

Kepala BKD Darwin mengungkapkan telah melakukan pergeseran anggaran di Dinas Kesehatan yaitu 3,5 Milyar dan untuk tahap pertama 1 Milyar rupiah, dan ini belum habis dananya, untuk anggaran Alat pelindung diri (APD) anggarannya sudah kita siapkan.

Sebelum menutup rapat kerja Ketua DPRD juga menyampaikan, karena sudah dilarang untuk mengumpulkan orang banyak kita bisa menggunakan aplikasi nantinya untuk komunikasi untuk rapat terkait kelanjutan Virus Corona

Penulis : Fiqran
Editor : Tim Kominfo

Komentar

Belum ada komentar

Komentar Anda