Status ODP-PDP, Akses Keluar Masuk Wilayah Bombana di Perketat.

Status ODP-PDP, Akses Keluar Masuk Wilayah Bombana di Perketat.

Bombana, Kominfo - Tim gugus Satuan Tugas (Satgas) Covid 19 pemerintah kabupaten bombana kembali memperbaharui data jumlah Orang Dalam Pantauan (ODP) dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Serta pembatasan akses keluar masuk dalam wilayah kab. Bombana di perketat sesuai edaran Bupati.

Hingga hari ini jumat 10 april 2020 data dinas kesehatan jumlah ODP sebanyak 21 dari jumlah sebelumnya 272 orang, sementara untuk PDP sendiri berjumalah satu orang

Jubir Satuan Tugas (Satgas) covid 19 pemkab bombana Heryanto saat dikonfirmasi mengatakan perubahan ini bukan karena alasan tapi, selain kerjasama semua elemen baik pemerintah daerah dan masyarakat, ini juga di karenakan dari kesadaran masyarakat itu sendiri yang cukup tinggi dalam memutus mata rantai penyebaran virus tersebut

Apalagi kata Heryanto adanya himbauan dan intruksi bupati bombana untuk setiap Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup pemda bombana agar tidak melakukan perjalanan di luar kota, terlebih pula pada Masyarakat Bombana pada umumnya dihimbau juga agar tidak meninggalkan daerah tanpa ada surat izin dari pemerintah setempat.

”kemarin ASN memiliki jumlah terbanyak status ODP. namun setelah masuk perubahan data yang terbaru, bukan hanya ASN tetapi masyarakat pun ada juga. Secara pribadi saya mengapresiasi semoga angka tersebut mengalami penurunan kembali hingga ke angka nol,”ujarnya.

Menurutnya, Sehubungan dengan Masyarakat yang akan keluar dari daerah Bombana harus ada izin tertulis. "Jadi setiap mau meninggalkan wilayah, ya harus ada izin, kalau tidak terpaksa pihak atau tim dilapangan menyuruh kembali atau pulang ditempat semula."terangnya.

Penyebaran status ODP warga Bombana hingga 10 april ini kata Heryanto. Poleang Timur sebanyak 1 orang, Desa Lombakasih 1 orang, kec. Rumbia 1 orang, sementara untuk PDP sendiri 1 orang.

Meski mengalami penambahan jumlah Odp, dirinya tetap menghimbau kepada semua pihak untuk tetap waspada dan tetap pula mengikuti himbauan sehingga hasilnya bisa menurun secara maksimal lagi,"tutupnya.

Penulis : Tim Satgas
 

Download File: 100420_163245_PETA TGL 10.pdf

Komentar

ANANG ILMI JAMAL, ST

Assalamualaikum Wr.Wb. saya Fasilitator Provinsi, pada Kegiatan TPS 3R yang berlokasi di bombana, mohon kiranya up Date tannya Peta Sebaran Covid-19 dari tgl 20-28 April 2020 Kab. Bombana, karena kami diminta untuk mengimput data laporan terkai sebaran covid-19 di kab. Bombana. jika ada link yg dapat di akses mengenai data peta sebaran covid-19 mhon di bagikan,

hilman

Assalam alaikum bapak/ibu,,,,, saya adalah pembaca setia berita-berita yang dipublish oleh dinas Kominfo Kab.Bombana, ada yang membuat saya agak bingung ketika membaca berita yang di publish hari Kamis-Jumat (9-10 April 2020)tentang pemberitaan covid-19 di Bombana. Pada hari kamis saya sangat bersyukur karena judul beritanya memuat "Jumlah ODP Menurun", siapa yang tidak senang kalau mendengar jumlah ODP di Bombana sudah menurun. Namun setelah saya hubungkan dengan jumlah ODP per tanggal 10 April 2020 sepertinya tidak ada perbedaan yang signifikan, disini saya ingin jelaskan : 1. Berita yang terbit pada hari Kamis tanggal 9 April 2020, ada penurunan angka ODP 19 orang dari sebelumnya 273 orang, artinya per hari Kamis, 9 April 2020 sisa ODP covid-19 sejumlah 254, setelah ditelusuri angka ODP 19 orang ini pun masih ada ODP 1 orang yang belum jelas daerah penyebarannya; 2. Berita yang terbit pada hari Jumat tanggal 10 April 2020, ada penambahan angka ODP 21 orang dari sebelumnya 272. Pertanyaannya darimana angka ODP yang 272 ini, karena seingat saya andaikan terjadi penambahan angka ODP maka angkanya adalah 254 + 21 = 275 (khusus ODP), nah ini setelah ditelusuri penyebarang angka ODP 21 orang, hanya 3 orang yang terungkap yaitu 1 orang dari Kec. Poleang Timur, 1 orang dari Desa Lombakasih dan 1 orang lagi dari Kec. Rumbia; 3. Apabila pada hari jumat tanggal 10 April 2020 angka ODP berkurang, maka harusnya 254 – 21 = 235 (kuhusus ODP). SARAN SAYA : Apabila Dinas Kominfo Bombana memiliki hak untuk mengedit berita yang akan dipublish maka mulai dari judul berita, isi berita, penulisan angka dan huruf agar menjadi perhatian,,, karena judul dan isi berita harus berkesesuaian. Wasalam alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Komentar Anda