Pihak Eksekutif dan Legislatif Bersinergi Dalam Menormalisasi Soal Anggaran Penanganan Covid-19

Pihak Eksekutif dan Legislatif Bersinergi Dalam Menormalisasi Soal Anggaran Penanganan Covid-19

Bombana kominfo,-Rasionalisasi penggunaan anggaran penanganan Covid19 antara eksekutif dan legislatif akhirnya berlangsung di ruang Rapat kerja DPRD,Rabu 6 Mei 2020, kegiatan tersebut di buka langsung oleh ketua DPRD Bombana Arsyad bersama anggota dan Badan Keuangan Daerah

Di ketahui kegiatan tersebut bertujuan untuk menyampaikan apa yang menjadi surat keputusan dua menteri yakni menteri keuangan dan menteri dalam negeri

Pada kesempatannya kepala Badan Keuangan Daerah Darwin Menyampaikan bahwa apa yang di lakukan ini adalah rasionalisasi yang kemudian dipayungi oleh keputusan surat keputusan bersama antara Menteri Keuangan dan Menteri Dalam Negeri Di mana Di situ di Pasal 6 menyatakan bahwa daerah dalam hal ini keuangan hanya menyampaikan dan kemudian di perkembangan pada waktu beban anggaran nantinya pergeseran pergeseran ini yang saya sampaikan bahwa  makan minum rapat itu 50% perjalanan dinas dalam daerah 50%

Begitu juga dengan perjalanan dinas luar daerah dirasionalisasikan menjadi 50%, pemeliharaan kendaraan dirasionalkan 25% pemeliharaan peralatan kantor itu 50%, makan minum kegiatan 50% pengadaan baju olahraga 100% baju olahraga 100% itu jadi perhitungannya adalah yang sudah dipakai, Jadi dikurangi realisasi dikurangi realisasi sisanya 50% 

"Jadi pada dasarnya bukan lagi 50% Sebenarnya contoh perjalanan dinas anggota dewan atau kami keuangan itu kita sudah menggunakan satu miliar kita gunakan dibagi 50% dikurangi, dikali 50% sisa perjalanan dikurangi 0% dari realisasi,'ungkapnya

Mengenai apa yang menjadi pertanyaan rekan-rekan dewan  bahwa Kenapa belanja modal itu belum dilakukan rasionalisasi Padahal di surat keputusan bersama kedua menteri ini juga harus di rasionalisasi 50% belanja modal maupun barang jasa itu berdasarkan surat edaran dari Menteri Dalam Negeri dan Menteri Keuangan itu melakukan pemotongan terhadap diri kita itu sebesar 10% dari total penerimaan, maka akan berkurang sebesar 57 miliar 

sehingga, lanjutnya pada waktu dilakukan rasionalisasi terhadap anggaran anggaran yang di sebutkan  berdasarkan item-item program kegiatan maka termasuk dalam kategori daerah yang ditunda penyaluran sebesar 35%, ini di sebabkan karena kita belum melakukan Penyesuaian dengan potongan-potongan tersebut yang kedua juga melakukan penyesuaian terhadap pendapatan asli daerah di mana kita anggarkan kita targetkan di tahun 2020 ini sebesar 62 miliar, di mana kemudian yang di lakukan adalah pemotongan belanja modal  sebesar 50% 

Dari hasil itu kemudian dijadikan petunjuk dalam laporan peraturan LKPP agar neraca keuangan dapat seimbang jadi untuk mengisi posisi defisitnya ini maka kita potong barang jasa potong belanja modal 50% 

'laporan mengatakan bahwa silahkan daerah melakukan lelang terhadap belanja belanja modal tersebut dengan angka yang ada, yang perlu dikoreksi nanti adalah berita acara pembayaran kontrak pembayarannya nanti itu bisa dilakukan diperpanjang sampai 2 tahun anggaran,"ungkapnya

Dengan dasar tersebut Pemda di tuntut untuk memikirkan atau mencarikan regulasi penundaan belanja modal karena hal ini tidak kalah pentingnya juga

Soal belanja modal di sektor perikanan  pihaknya menunggu perkembangan bantuan perikanan,hal itu tidak jadi masalah untuk kita adakan dengan catatan bahwa di sini kita tidak mau melakukan atau memperlihatkan kesenjangan sosial artinya perbedaan-perbedaan atau ada yang diperkirakan akan seperti itu di samping kita akan memanggil dinas untuk rapat kerja untuk rapat kerja bahwa yang mana yang cocok untuk menentukan rapat kerja, apakah melalui DPRD atau kita serahkan ke komisi yang berhubungan itu, tergantung nanti Bagaimana kesepakatan teman-teman.

Wakil Ketua DPRD (iskandar) menyampaikan dalam rapat,
Yang disajikan oleh keuangan sekarang ini sebetulnya kita berharap kalau pun terjadi perdebatan ke sini bagian Keuangan menyampaikan bahwa ada perbedaan pandangan ada perkembangan di forum pembahasan keuangan dan DPRD terkait usulan yang diajukan, harapan kita karena ini keuangan yang menyajikan dari masing-masing Memang secara teknis pasti bagian Keuangan tidak tahu ini soal misalnya nelayan mana dan kenapa harus rumput laut misalnya Karena kita pun juga pernah berkunjung ke pabrik rumput laut di sana kira-kira bulan februari yang lalu dia menyampaikan bahwa memang mereka kesulitan pasokan pangan yang bisa mereka produksi yang tadinya kapasitasnya dalam setiap bulan itu ribuan sampai ratusan ribuan ton tapi karena kesulitan bahan bakunya mereka sehingga mereka terhambat proses ekspornya namanya kebutuhan pabrik itu tidak sama dengan apa yang menjadi Apa kebiasaan jenis varietas budidaya petani kita masalahnya bahwa dia punya varietas khusus sesuai dengan permintaan pasar nya bukan varietas yang kebanyakan dibudidayakan petani petani kita dan karena itu mereka mengambil rumput laut dari Palopo dari Sulawesi Selatan kemudian diproses di dapur pabrik itu dan oleh karena itu kenapa muncul kemarin usul diberikan dalam APBD itu pengadaan rekayasa genetik untuk pembuatan benih rumput laut jenis varietas yang menjadi kebutuhan pabrik nah saya tidak mengerti Apakah ini untuk kebutuhan pabrik atau benar-benar hanya nelayan rumput laut yang selama ini dibudidayakan oleh petani, kita tahu bukan dan bagian Keuangan, 

"Tentunya saya tidak punya kompetensi untuk menjawab ini karena pasti bagian bawah tidak tahu, karena itu emang ini perlu dipertanyakan kembali ke perikanan terkait program ini kepala BKD Apakah ini yang menyasar yang mana sebenarnya karena saya juga setuju, Kalau Masuk kopra kita punya pengusaha kopra di mana-mana kan begitu turun drastis dan teruskan usahanya ini bahkan menimbulkan masalah ekonomi baru lagi, Kemudian pengumpul nelayan tidak ada pembeli dari luar kalau kita mau misalnya mereka sampaikan kepada sasaran program intervensi dengan pos anggaran yang ada yang ada untuk pemulihan ekonomi,"ujarnya

Sebelum menutup rapat Kerja bersama Badan Keuangan Daerah Ketua DPRD (Arsyad,S.pd) menyampaikan untuk kemudian kita sinkronkan saya sesuai dengan yang disampaikan dari keuangan bahwa anggaran yang dibutuhkan dan kita akan rapat kerja dengan dinas terkait terlebih dahulu kalau mereka bisa rasionalisasikan dan bisa menjelaskan dalam hal Bagaimana menanggulangi dari pada masyarakat yang  terdampak terhadap ekonomi terkait dengan virus Corona/(Fiqran)

Komentar

Belum ada komentar

Komentar Anda