BUPATI BOMBANA LAUNCHING E-TRACKING PENCAIRAN ANGGARAN

SHARE:
  •  
  • 37
  •  
  •  
  •  

RUMBIA, Kominfos.
Inovasi dalam memberikan pelayanan publik dalam proses pencairan anggaran terus dilakukan Badan Keuangan Daerah (BKD) Kabupaten Bombana. Jika selama ini, sejumlah pihak berurusan dengan pencairan anggaran secara manual maka bersiap-siaplah meninggalkan cara-cara lama yang dianggap sudah tidak sesuai lagi dengan kondisi diera digital.
Bertempat di Auditorium Pemerintah Kabupaten Bombana, dihadiri seluruh kepala OPD dan jajarannya Kamis,(20/9) Tafdil, SE.,MM melaunching e-tracking pencairan anggaran yang selama ini dianggap kurang optimal dengan cara-cara manual dan menggunakan waktu yang cukup lama dalam setiap tahapan-tahapan urusan pencaiaran anggaran di Badan Keuangan Daerah.

Penyerahan Baju Seragam oleh Bupati kepada Kepala BKD Kab. Bombana

Bupati 2 periode ini, mengapresiasi langkah dan terobosan yang dilakukan Darwin, SE. Kepala Badan Keuangan Daerah bersama jajarannya untuk memanfatkan Informasi Teknologi (IT) dengan menggunakan aplikasi e-tracking dalam proses pencairan anggaran.
“Saya mengapresiasi langkah dan upaya yang dilakukan pihak BKD dan jajaranannya dalam memberikan layanan publik. Hal ini bisa dicontoh SKPD lainnya dalam memberikan layanan publik secara digital” kata bupati.
Setelah diujicoba e-tracking perizinan, pada kantor Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Bombana dengan aplikasi setiap masyarakat yang mengajukan permohonan perizinan diberikan barcode tanda terima yang didalamnya memuat scanner kode e-trackingnya.
Inovasi yang dilakukan Badan Keuangan Daerah (BKD) Kab. Bombana dengan layanan publik aplikasi e-tracking pencairan anggaran kedepan tidak ada lagi OPD yang berhubungan langsung dengan BKD karena semua sudah bisa diketahui kemajuan proses pengajuan anggaran yang diberikan ke Badan Keuangan Daerah hanya melalui HP android dan tidak memerlukan biaya yang besar. Dengan aplikasi e-tracking warga yang berurusan dengan layanan publik sudah merasa nyaman.
“Siapa bilang inovasi butuh biaya besar, hanya butuh koordinasi dengan memanfaatakan teknologi informasi dan dukungan sumber daya manusia semua sudah bisa berjalan dengan baik”. kata bupati lagi.
Untuk meningkatkan layanan publik lingkup Pemerintah Kabupaten Bombana, Bupati Tafdil mengingatkan semua OPD yang berhubungan dengan layanan publik untuk terus berinovasi dengan teknologi informasi. Saat ini pemerintah mendorong layanan publik untuk digitalisasi.
“Organisasi perangkat daerah yang berhubungan dengan layanan publik agar melakukan e-tracking. Disduk Capil, BKPSDM, Dinas Pertanian , Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) juga diminta untuk berinovasi yang berhubungan dengan urusan keuangan desa. kalau semua bisa diinovasi merupakan sebuah langah maju dan yang diharapkan semua pihak transparan dan akuntabel dalam melakukan pelayanan kemasyarakatan.”
“Saya punya obsesi, ketika berbicara e-trcaking datang ke Kabupaten Bombana. Saya minta dukungan semua OPD layanan publik kita mendorong secara bersama-sama agar daerah kabupaten dapat mengembangkan e-tracking secara massal. Rujukannya ada di Bombana” Kata Bupati.
Pada kesempatan itu, bupati mengharapkan keseriusan semua pihak yang berhubungan dengan layanan publik untuk mengembangkan inovasinya karena akhir dari tugas kita memudahkan layanan dengan sistem aplikasi e-tracking yang sangat ditunggu-tunggu oleh rekanan dan warga masyarakat.

Foto bersama Bupati, sekda dan satgas e-tracking Bombana

Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Kabupaten Bombana Darwin, SE. Dihubungi secara terpisah terkait kesiapan dukungan sumber daya manusia dalam memberikan layanan publik dengan aplikasi e-tracking pencairan anggaran dilingkup pemerintah Kabupaten Bombana mengugkapkan, terkait dukungan perangkat keras dan perangkat lunaknya semua sudah disiapkan.
“Kita akan uji coba, berapa lama waktu setiap pelayanan, misalnya satu berkas Surat Permintaan Membayar (SPM) butuh waktu berapa menit, karena kita harus antsipasi saat periode Okotober- November banyak rekanan yang akan mengajukan pencairan sehingga lama waktu verifikasi juga perlu untuk diefisienkan. semua akan transparan”. Ujarnya.
Kata Darwin, untuk menjaga agar dalam uji coba aplikasi ini bisa memberikan kenyamanan setiap saat akan dikontrol dan dievaluasi sejauh mana efektifitas pelayanannya sesuai SOP. “ Kita terus monitoring perkembangan dan sejauh mana kesiapan semua OPD yang akan berurusan dengan proses pencairan anggarannya bisa menggunakan aplikasi e-tracking. Hanya satu kali datang membawa dokumen selanjutnya mereka bisa pantau progresnya tanpa harus meninggalkan kantor masing-masing” ujarnya lagi.

Penulis: Tim Kominfos
Editor: Anton Ferdinan