JOHAN SALIM: PANCASILA SUMBER NILAI JATI DIRI BANGSA

SHARE:
  •  
  • 17
  •  
  •  
  •  

RUMBIA, Kominfos.
Wakil Bupati Bombana Johan Salim, SP. mengajak seluruh komponen bangsa di daerah ini untuk bersama-sama menangkal faham radikalisme karena sangat bertentangan dengan nilai pancasila yang sangat menghormati dan menghargai kebhinekaan.Hal itu diungkapkan saat bertindak selaku pembina upacara pada Peringatan Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober 2018 di halaman kantor Bupati Bombana Senin (1/10).
Hadir dalam upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila, Pimpinan dan Anggota DPRD Kabupaten Bombana, Forkopimda, Sekretaris Daerah Kabupaten Bombana, Para Asisten, Staf Ahli dan Kepala OPD, Pejabat Sipil TNI dan Polri.
Kata Wakil Bupati Bombana, salah satu fenomena dalam era globalisasi adalah terjadinya lintas batas nilai-nilai antar bangsa bahkan antar komunitas atau kelompok-kelompok masyarakat yang lebih kecil. “Diantara nilai-nilai atau faham yang melintas batas itu adalah radikalisme. Faham ini karakternya adalah selalu merasa yang paling benar sendiri dan mengabaikan hak-hak orang lain” Ujarnya.
Faham radikalisme dan sejenisnya yang ingin merong-rong Pancasila dan mengubah falsafah negara, mengingatkan kita akan peristiwa Gerakan Pemberontakan PKI Tanggal 30 September 1965. Yang tentunya tidak ingin perstiwa serupa terjadi kembali, dan dengan peringatan hari kesaktian Pancasila yang kita peringati hari ini menjadi momentum untuk meperkokoh kembali persatuan dan kesatuan, dengan mengamalkan nilai-nilai pancasila sebagai dasar negara.
Tema peringatan Hari Kesaktian Pancasila tahun ini adalah “Pancasila Sebagai Landasan Kerja Mencapai Prestasi Bangsa” Hal ini bermakna bahwa membangun bangsa dan negara yang kita cintai ini, dibutuhkan kerja keras bersama berlandaskan pancasila. Pancasila adalah sumber nilai jati diri bangsa sekaligus fondasi negara kita.
Dikatakan, kita semua tentu ingin membangun bangsa yang berperadaban unggul, yang salah satu cirinya adalah bangsa yang mampu menunjukkan karakter dan jati dirinya, tanpa harus kehilangan kesempatan dan kemapuan berinteraksi dengan bangsa-bangsa lain, sekaligus mampu mengaktualisasikan makna yang dikandungnya sesuai dengan perkembangan zaman.
Untuk itu, kita harus terus menerus menumbuhkembangkan nilai-nilai Pancasila kepada semua generasi, utamanya para generasi penerus Bangsa Indonesia yang kita cintai ini. Dalam konteks ini, pendidikan merupakan sistem yang bisa melakukannya secara efektif, karena melalui sistem pendidikan penggalian, penanaman, pengembangan dan pengamalan nilai Pancasila dapat dilakukan secara sistemik, sistematis dan secara masif.

Penulis: Tim Kominfos.
Editor : Anton Ferdinan