KADIS DIKBUD, KLARIFIKASI POLEMIK SKHUN SMPN 08 BOMBANA

SHARE:
  •  
  • 22
  •  
  •  
  •  

Rumbia, Kominfos (2/7)

Polemik yang berkembang dimedia sosial setelah terkait Surat Keterangan Hasil Ujian Nasional (SKHUN) SMPN 08 Bombana di Kecamatan Mataoleo yang disinyalir belum diberikan menjelang akhir pendaftaran siswa baru tahun pelajaran 2018/2019 akhirnya Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Bombana angkat suara.

Dengan tegas Abdul Rauf Abidin, S.Pd. Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Kab. Bombana membantah bahwa itu berita yang tidak bisa dipertanggungjawabkan yang beredar di media sosial. Dirinya menguraikan 57 Orang siswa yang ada dan tamat belajar di SMPN 08 Bombana sebetulnya sudah memiliki SKHUN sementara yang dibuatkan oleh pihak sekolah sebagai persyaratan untuk mendaftar kejenjang yang lebih tinggi.

Hanya karena menyangkut syarat Administrasi yang belum lengkap. Sehingga akan diberikan pada waktu pembukaan sekolah. ”Kita lihat sendiri SKHUN tertanda tangan 24 Juni 2018.” Sambil menunjukkan fotokopi SKHUN yang ada diruangan Kadis.

“Memang diakui,Kata kadis ada orang tua siswa yang datang tanggal 26 Juni 2018 menemui Drs. Huju Kepala sekolah SMPN 08 Bombana untuk meminta SKHUN anaknya yang sedianya ingin melanjutkan sekolah di Kabupaten Buton Utara. Namun setelah dijelaskan bahwa pihaknya ternyata tidak jadi sekolah di kabupaten lain. Dan kembali ingin melanjutkan pendidikan anaknya di SMAN 13 Bombana yang ada di Kecamatan Mataoleo Kabupaten Bombana.

Hal senada diungkapkan Kepala SMPN 08 Bombana Drs. Huju, Ditemui di ruangan Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bombana, Huju mengungkapkan bahwa setelah pihaknya menunggu SKHUN yang belum datang dari Dinas Pendidikan Provinsi maka pihaknya berkoordinasi dengan pihak SMAN 13 Bombana agar semua siswa tamatan SMPN 08 Bombana bisa diterima disekolah itu. Dan tidak ada kendala. Semua sudah diterima.

“Bahkan sampai saat ini SMA Negeri 13 Bombana masih menerima siswa karena kuotanya masih terbatas.” Jelas Huju. “Jadi itu berita tidak Benar kalau kami dari pihak sekolah tidak memberikan SKHUN meskipun itu hanya sementara. Sambil menunggu SKHUN asli dari Provinsi, karena itu koordinasi dilakukan untuk menerbitkan SKHUN sementara yang nilainya sama dengan aslinya.
“Jadi tidaklah benar bahwa tidak diterima, karena antara kuota dan daya tampung di SMAN 13 Bombana masih kurang.”
Penulis(Diskominfos//Anton Ferdinan)