KARTINI MUDA CALON PEMIMPIN MASA DEPAN

Patut diajukan jempol, dengan usia yang tergolong mudah Arniati A.S.STP boleh di gelar kartini mudah yang tergolong sukses dalam berkarir, dengan usia 27 tahun wanita yang berkulit putih ini sudah bisa menjadi seorang pemimpin, dengan jabatan sebagai Lurah Kampung Baru Kab Bombana.

Dengan kepiawaianya dalam berkarir tentusaja wanita kelahiran Baubau 30 Mei 1986 ini,  mempunyai target masa depan yang cerah yaitu menjadi seorang pemimpin wanita.

Dengan jabatan yang dilakoninya sekarang ini tentu memiliki perjuangan yang sangat rumit, awal karir melanjutkan jenjang pendidikan perguruan tinggi di STPDN Bandung pada tahun 2005 merupakan suatu tantangan terberat bagi wanita ini, namun dengan ketulusan dan nawaitu yang sangat besar untuk menjadi pemimpin, k artini muda ini berhasil menyelesaikan studinya pada tahun 2009 dan menjabat sebagai Sekertaris Lurah Kampung Baru.

Dengan kesuksesan yang diraih Arniati tentu saja ada trik yang dilakukanya, saat ditanyakan trik tersebut wanita yang memiliki hobi olahraga ini menjelaskan, ia menyadari dirinya sebagai seorang wanita, tentunya biar bagaimanapun ia harus pandai menjaga diri.

“Dulu saya kejar pendidikan sampai di daerah orang yaitu Bandung, siapa yang tak kenal Bandung pergaulan yang sangat dasyat tempat hiburan malam banyak di jumpai di sudut kota. Walaupun kodisi daerah yang banyak godaan hura-hura saya selalu fokus untuk berkarir dan menyelesaikan studi. Saya juga selalu mengingat pesan orang tua bahwa yang bisa menjaga diri saya yaitu saya sendiri bukan orang lain, motifasi inilah yang menjadi pegangan hidup saya sampai sekarang ini,” jelas Arniati.

Lanjut dia, dengan pegangan pesan orangtua dan keinginan dari diri sendiri untuk menjadi orang yang sukses tentu tidak datang begitu saja tampa belajar, jadi ia selalu belajar dan belajar sampai saat ini.

Dengan jabatan pemimpin di kelurahan, Arniati memiliki niat untuk memajukan kampung lebih baik. “Dengan adanya program gembira sekarang ini sangat membantu prospek pembangunan di kampung, sejak 2009 saya masukan proposal pembuatan gedung kantor nanti saat ini baru terrealisasi ini tidak lepas peran program gembira. Selama ini saya menggunakan rumah pribadi sebagai kantor,” kata Arniati.

Sebelum menjadi wanita karir Arniati menimbah ilmu di Sekolah Dasar (SD) Negeri 1 Baubau, kemudian dia lanjut di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Baubau, Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Baubau, STPDN Bandung dan untuk gelar master di Universitas Muhamadia Jakarta (UMJ).

Kartini muda ini juga berpesan kepada kaum hawa, agar selalu termotifasi untuk berkarir dan raih cita-cita didepan mata walau itu sulit, tanpa perjuangan kita tidak bisa menghasilkan apa-apa.

“Saya juga berharap kepada kaum ibu yang memiliki anak perempuat agar selalu mendukung dan memberikan pendidikan yang tinggi bagi anak, jangan putuskan pendidikan mereka dengan pernikahan dini,” tungkasnya.

Komentar