PARA KADES, AGAR LEBIH INOVATIF MENGGUNAKAN DANA DESANYA

SHARE:
  •  
  • 13
  •  
  •  
  •  

RUMBIA, Kominfos.

Bupati Bombana H. Tafdil, SE.MM meminta para kepala desa di Kabupaten Bombana untuk lebih inovatif dan tidak ragu-ragu melakukan terobosan dalam menggunakan dana desanya. Hal itu dikemukakan ketika membuka sosialisasi Penyedia Peningkatan Kapasitas Teknis Desa (P2KTD) dan rapat Koordinasi Inovasi Desa di Rumbia pekan lalu.

Dihadapan peserta rapat, bupati menegaskan, dengan jumlah pendamping desa yang ada sekitar 88 orang dibantu tenaga ahli kabupaten yang terdiri dari TPID Bidang P2KTD, Pendamping Desa (PD) dan Pendampil Lokal Desa (PLD) sangat memungkinkan untuk dilakukan berbagai terobosan-terobosan yang inovatif di desa. “jumlah pendamping kita sudah cukup, jika ini dioptimalkan dan berinovasi di masing-masing desa, sangat terbantu. Manfaatkan tenaga ahli yang ada” ujarnya.

Lanjut bupati dua periode ini, Inovasi sekarang ini sudah menjadi sebuah kebutuhan, didaerah lain semua berlomba – lomba untuk berinovasi dengan memanfaatkan sarana komunikasi yang tersedia, sekarang eranya serba teknologi informasi. Saat ini, semua produk bisa dipasarkan dan menjangkau banyak orang tanpa harus meninggalkan rumah, dan sudah bisa belanja.

“Pemasaran produk sekarang sudah tidak susah. Selama ada yang bisa dipasarkan. Nah dengan inovasi yang bagus desa akan maju.” Kata bupati. Karena itu, Bupati Bombana Tafdil meminta para kepala desa untuk bisa bersinergi dengan para pendamping desanya dalam melakukan terobosan-terobosan yang inovatif. Dan kepala desa wajib mengikutinya.

Pada kesempatan itu, Bupati Bombana Tafdil juga mengingatkan agar kepala desa bersama warganya lebih kreatif dalam menyusun program. Berdasarkan pantauan dilapangan, masih banyak kepala desa yang terus menerus bikin jembatan dan jalan usaha tani tanpa memperhitungkan secara cermat jumlah pemanfaat yang ada di lokasi itu. “Masih banyak kepala desa yang bikin jembatan yang tidak ada sungainya. Sementara itu ada program yang mendesak dan lebih inovatif dalam meningkatkan taraf hidup masyarakatn” sindirnya.

Dana desa, yang dikelola para kepala desa jika dirata-ratakan mencapai Rp. 1, 4 Milyar. Bahkan ,ada desa dananya lebih besar dari satu OPD di daerah dan sudah termasuk gaji ASN di OPD itu. Tapi programnya hanya bikin jalan usaha tani sementara belum terlalu dibutuhkan. “Alangkah baiknya dikemas dalam bentuk program yang inovatif untuk pemberdayaan masyarakat yang lebih banyak agar masyarakat terbantu dari sisi ekonomi dalam meningkatkan taraf hidup warganya” pinta bupati.

Dicontohkan, dengan potensi pariwisata yang ada didesa dan bahan baku berupa pisang bombana yang tersedia, sekarang ini sangat terkenal di Kota Kendari. Pisang yang terbaik sekarang dianggap dari Bombana. Karena itu, Pisang Bombana yang masih keluar dalam bentuk mentah perlu disentuh dengan inovasi teknologi agar bisa bernilai jual lebih tinggi lagi.

Tafdil menguraikan, belum lama ini dalam sebuah pertemuan di hotel ternama di Jakarta snack untuk sarapan paginya menyuguhkan pisang dempo dari Bombana, resepnya hanya diinovasi sedikit dan dipasarkan secara online melalui informasi teknologi.

Senada dengan itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Drs. Hasdin Ratta, M.Si. mengharapkan para kepala desa lebih inovatif dalam mengambil terobosan-terobosan, dalam mengelola dana desanya yang bersumber dari APBN. Jika selama ini pembangunan lebih dititikberakan pada sektor infrastruktur, sudah perlu ditunjang dengan inovasi yang mengarah pada pemberdayaan masyarakat desa.

“ Para kades agar lebih kreatif dalam menggunakan Dana Desanya. Jangan hanya fokus pada pembangunan infrastruktur yang dirasa belum mendesak. Tapi coba diinovasi sedikit dan diprioriaskan pada pemberdayaan masyarakat” Kata Hasdin.
Hasdin menjelaskan, tujuan sosialisasi Program Inovasi Desa dengan mempertemukan seluruh pendamping desa se-Kabupaten Bombana selama 3 hari, agar pendamping desa bersama-sama kepala desa bisa mengoptimalkan penggunaan dana desanya dengan cara yang inovatif melalui sistim ATM( Amati, Tiru, dan Modifikasi). Meskipun diakui dalam berinvoasi akan ada kendala yang bisa menghambat tapi jika dipecahkan secara bersama-sama bisa terselesaikan.

Kepada Kominfos, Herwin salah satu pendamping desa dari Kecamatan Poleang Barat Kabupaten Bombana menuturkan, dalam melakukan pendampingan masih ditemukan sejumlah kepala desa yang kurang berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait di lapangan. Sehingga tawaran-tawaran konsep inovasi para kepala desa seolah dianggap belum penting.

“Para kades sebetulnya yang harus lebih inovatif, karena dari sisi pendampingan sudah cukup optimal membantu dilapangan hanya saja mereka (kades –red) yang perlu ditingkatkan koordinasi dan transparansinya dalam menggunakan dana desanya” kata Herwin

Penulis: Tim Kominfos.
Editor : Anton Ferdinan