Pemkab Bombana Kembali Kucurkan Rp1,5 Miliar untuk Mahasiswa Berprestasi

Pemkab Bombana Kembali Kucurkan Rp1,5 Miliar untuk Mahasiswa Berprestasi

" Program ini hanya untuk mahasiswa yang memiliki IPK di atas 3,0 dan tergolong tidak mampu, sedangkan kuotanya sebanyak 500 orang."

Kominfo BOMBANA, TELISIK.ID - Pemerintah Kabupaten Bombana melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan siap mengucurkan dana bantuan senilai Rp1,5 miliar teruntuk mahasiswa yang berprestasi dan tidak mampu asal Kabupaten Bombana.

Kepala Dinas  Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bombana, Abdul Rauf, mengatakan, program yang dilabeli Gembira Cerdas ini sesuai dengan program Bupati Bombana.

Menurutnya, program Gembira Cerdas terdiri dari 2 program yaitu bantuan bagi 100 orang calon mahasiswa baru dan 500 bagi mahasiswa aktif, ini merupakan tahap keempat selama kepemimpinan Tafdil-Johan.

“Program ini hanya untuk mahasiswa yang memiliki IPK di atas 3,0 dan tergolong tidak mampu, sedangkan kuotanya sebanyak 500 orang,” kata Abdul Rauf.

Ia pun menambahkan bahwa calon mahasiswa yang baru tamat SMA harus menunjukkan nilai akumulatif rapor sejak ia menginjak SMA hingga tamat sedangkan Gembira Cerdas ini dibuktikan dengan nilai akumulatif yang diperoleh sejak masuk kampus.

Dengan banyaknya mahasiswa Bombana yang diperkirakan berjumlah kurang lebih 2.000 orang, masing-masing tersebar pada 22 perguruan tinggi se-Indonesia, lanjut Rauf, Pemkab Bombana bakal melakukan seleski sebaik-baiknya. Adapun jadwal pengurusan berkas terhitung sejak 9 Maret hingga 9 April 2020 mendatang.

‘Kami akan adakan seleksi calon penerima agar betul-betul sesuai yang diharapkan dan akan menyeleksi hingga 9 April nanti,” tutup Abd. Rauf. 

Reporter: Hir
Editor: Rani

Komentar

Rahma

Apakah ada kebijakan dri dinas pendidikan mengenai kelengkapan berkas calon penerima beasiswa mengingat kondisi saat ini yg tdak memungkinkan bagi mahasiswa untuk melengkapi berkas mereka terlebih lagi dalam hal tanda tangan dan legalisir. Karena kampus mereka tutup bahkan dri awal pendaftaran beasiswa terbuka layanan di kampus pun tdak efektif lagi. Apakah ada kebijakan dri pemerintah menangani hal tsb?

Komentar Anda