POKTAN DIMINTA OPTIMALKAN BANTUAN 20 UNIT HAND TRAKTOR

SHARE:
  •  
  • 19
  •  
  •  
  •  

Rumbia, Kominfos.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bombana Ir. Hj. Andi Nur Alam meminta Kelompok Tani (Poktan) yang telah menerima bantuan mesin berupa traktor tangan dapat meningkatkan hasil produksinya dengan memanfaatkan mesin pearalatan yang tersedia. Hal itu diungkapkan Kadis Pertanian ketika menyerahkan 20 Traktor tangan kepada kelompok tani hasil verifikasi dari Dinas Pertanian Provinsi Sulawesi Tenggara, di halaman Kantor Dinas Pertanian, Senin (16/7).

“Saya harapkan kepada kelompok tani yang mendapatkan bantuan ini dapat dipergunakan dengan sebaik-baiknya. Dengan bantuan ini diharapkan juga dapat merubah pola kerja sehingga bisa meningkatkan produksi lahan masing-masing” Ujarnya.
Hj. Andi Nur Alam juga mengingatkan, Jika ada masyarakat petani yang menerima bantuan dan tidak sesuai dengan peruntukkannya serta menyalahi aturan pemberian dan penerimaan bantuan maka kami akan perintahkan untuk menarik mesin peralatan yang sudah diterima.
“Jika ada anggota kelompok yang menyalahi perjanjian pemberian bantuan, maka kami tidak segan-segan untuk menarik mesin peralatan yang sudah dibagikan untuk kita serahkan kepada mereka yang lebih siap menggunakannya” tegasnya.
Acara seremonial pemberian bantuan traktor tangan ini turut dihadiri sejumlah kepala OPD. Kadis Pertanian menambahkan pemberian bantuan kepada petani masih akan terus dilakukan hal ini dimaksudkan untuk memotivasi para petani agar terus memacu diri dalam meningkatkan produksinya.

Seperti diberitakan sebelumnya, traktor tangan itu, diharapkan dapat membantu dalam pengolahan lahan padi sawah petani yang selama ini masih mengalami kendala untuk meningkatkan produksinya yang diakibatkan karena tingginya biaya pengolahan padi sawah yang digarap selama ini.

Pemberian bantuan dimaksud bukan dipertuntukkan secara perorangan tetapi kepada para kelompok tani yang ada di desa. Kelompok tani yang akan difasilitasi adalah mereka terlebih dahulu dikelompokkan yang difasilitasi para penyuluh pertanian di desanya masing-masing, dan telah terdaftar di Simlu (Sistem Informasi Penyuluh Pertanian) aplikasi secara online ini sangat membantu para kelompok tani yang sudah terdaftar untuk memonitoring sejumlah bantuan yang mereka terima.

Kelompok tani yang disebut Calon Petani Calon Lahan (CPCL) ini selanjutnya akan diverifikasi kelompoknya, dengan demikian akan memudahkan dalam mengorganisir para petani sehingga penggunaan bantuan peralatan untuk mengolah sawah yang diserahkan dapat dimanfaatkan secara optimal oleh petani.
“Jadi mereka nantinya (para petani-red- ) harus membentuk kelompok Calon Petani Calon Lahan (CPCL) dan terdaftar dalam Simlu (system informasi Penyuluh Pertanian) untuk mengidentifikasi luasan lahan dan jumlah anggota dalam satu kelompok, sehingga pemanfaatan bantuan tersebut betul-betul tepat sasaran.” Kata Siarah, Sekdis Pertanian menambahkan. (kominfos/SM/NS/SP/AF)