TAFDIL, SE.,MM.: DANAU LAPONU-PONU “DUPLIKAT” DANAU TOBA

SHARE:
  •  
  • 55
  •  
  •  
  •  

Rumbia, Kominfos
Pernah berkunjung ke Pulau Sumatera?Tepatnya di Danau Toba, Jika ya, bayangan itu akan mengingatkan Anda ketika pertama kali melihat Danau Laponu-Ponu yang berada di Desa Ranokomea Kecamatan Poleang Barat Kabupaten Bombana.
Tapi, tunggu dulu. Karena Anda akan berkata, sayang sekali pulau yang ada ditengah Danau Laponu-Ponu hanya memiliki luasan sekitar seratus meter persegi,.
Keuninkan dan daya tarik inilah yang menjadi salah satu alasan Pemerintah Kecamatan Poleang Barat bersama Pemerintah Desa Ranokomea terus mempromosikan danau yang indah nan mungil itu. Bagaikan gayung bersambut, Bupati Bombana H. Tafdil, SE.,MM. merespon dan mengapresiasi keindahan Danau Laponu-Ponu untuk dikembangkan menjadi Wisata tempat pemancingan ikan untuk menghilangkan kepenatan diakhir pekan setelah beraktifitas dengan berbagai kesibukan kerja.
“Kita akan kembangkan Danau Laponu-Ponu mulai tahun 2018 untuk menjadi wisata pemancingan ikan, disana banyak ikan gurame, ikan mujair dan ikan nila” Kata Bupati Bombana disela-sela acara peluncuran perdana Pulau Kondo sebagai daerah tujuan wisata kedua di Kabupaten Bombana beberapa waktu lalu.
Daya tarik Danau Laponu-Ponu memang terbilang unik, dari potensi wisata lainnya yang ada di Kabupaten Bombana. Berada dibibir danau itu seolah kita sedang menggenggam sebuah pulau dengan berbagai daya tarik lainnya. Pemerintah Desa Ranokomea yang dihubungi Kominfo pekan lalu mengungkapkan, Pihaknya kini sedang fokus untuk mengembangkan sejumlah objek wisata yang ada dalam daerah otoritanya itu. Iskandar Wase menuturkan, sebetulnya dari dulu pihaknya berniat mengembangkan sejumlah objek wisata yang ada di Desa Ranokomea, hanya saja saat itu anggaran yang tersedia belum ada seperti sekarang ini. Karena itu dengan dukungan anggaran dana desa yang memadai serta partisipasi masyarakat, pihaknya fokus untuk mengembangkan objek wisata yang ada di desanya itu.
Menurut Data Kominfos, Desa Ranokomea memang kaya akan potensi Pariwisata. Setidaknya ada empat objek wisata yang memiliki potensi dan daya tarik untuk dikembangngkan. Potensi wisata itu adalah Danau Laponu-Ponu, Tanjung Laponu-Ponu, Pantai Tarondi dan Pulau Kondo yang juga dulu dikenal dengan nama Pulau Santigi. Disebut Pulau santigi, karena menurut tetua-tetua kampung di Ranokomea dahulu di atas pulau itu ditumbuhkan banyak kayu khas diatas karang yang disebut kayu santigi.

Keindahan Danau Laponu-ponu tampak dari sudut lain

Khusus Danau Laponu-Ponu sejak dahulu sudah cukup dikenal keunikan danau ini. Gubernur Sultra di Era Drs. La Ode Kaimoeddin pernah berkunjung di pulau ini tahun 90-an. Hanya saja belum pernah mendapat sentuhan dan perhatian Pemerintah untuk dikembangkan menjadi daerah Pariwisata yang dapat diandalkan oleh Pemda.
Untuk mengunjungi danau ini dapat ditempuh dengan perjalanan darat. dan tentu ini tidaklah sulit. Dengan jarak tempuh sekitar 85 Km dari Ibukota Kabupaten Bombana atau sekitar 1,5 jam waktu perjalanan dengan menggunakan roda empat. dan hanya sekitar 1500 meter dari jalan poros Boepinang – Pomalaa maka kita akan menyaksikan keindahan Pulau dan Danau Laponu-Ponu.
Pengunjung yang berasal dari berbagai daerah baik wisatawan lokal mengaku memiliki kesan tersendiri setelah menyaksikan keindahan Danau Laponu-Ponu.
Warga yang bermukim di Dusun Laponu-ponu rupanya tak mau ketinggalan untuk meningkatkan daya tarik danau di wilayah itu, dengan cara swadaya mereka menyiapkan perahu yang dapat digunakan untuk aktifitas pemancingan ikan ,Karena memang di danau itu cukup banyak ikan mujair yang telah berkembang biak. Jika tertarik untuk mengelilingi Pulau yang ada ditengah danau Laponu-Ponu oleh warga setempat telah menyiapkan perahu yang bisa disewakan sekali pakai dengan harga tarif yang terjangkau.
Kepada Kominfos, belum lama ini Bupati Bombana Tafdil, SE.,MM. mengungkapkan bahwa pihaknya ditahun 2018 akan mengembangkan potensi Pariwisata yang ada di Desa Ranokomea Kecamatan Poleang Barat menjadi Destinasi unggulan kedua setelah Desa Wisata Tangkeno di Pulau Kabaena.
Kata bupati dua periode ini, Jika Danau Laponu-ponu dikembangkan bisa menjadi Objek Wisata mancing. dan disana bisa disiapkan untuk mancing ikan gurame, nila dan mujair. “ Jika kita kembangkan menjadi objek wisata memancing akan luar biasa dan memiliki daya tarik yang patut dibanggakan” kata Bupati.
Senada dengan itu, Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olah raga Kabupaten Bombana Janariah, S.Sos.,Msi. mengungkapkan, untuk mendorong tumbuh kembangnya pembangunan kepariwisataan di Kabupaten Bombana, pihaknya akan fokus mengembangkan potensi-potensi pariwisata yang memiliki keunikan dan daya tarik, sehingga daerah Bombana makin dikenal dengan segala potensinya termasuk Danau Laponu-Ponu dan Pulau Kondo menjadi destinasi wisata andalan di Kabupaten Bombana.
“Kita akan fokus pada salah satu objek wisata yang memiliki daya tarik dan keunikan, dari sini kita mulai membangun secara perlahan-lahan tapi pasti. Namun demikian tidak berarti potensi wisata yang lain tidak dilirik, semua menjadi perhatian Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Bombana” Ujarnya.
Daya Tarik Danau Laponu-Ponu dan Pulau Kondo memang tak diragukan lagi, hanya dengan sentuhan dan polesan sedikit sarana dan sarana penunjang di daerah itu sudah dapat menyedot perhatian banyak pengunjung .
Danau Laponu-ponu sebetulnya sejak dahulu sudah mulai dilirik sejumlah investor untuk dikembangnkan namun sampai sejauh ini belum ada yang menunjukkan keseriusannya.
Taslim warga Desa Ranokomea mengaku menyambut baik rencana Pemerintah Kabupaten Bombana untuk mengembangkan Danau-Laponu-Ponu, Menurut warga yang sehari hari bertugas sebagai tenaga pendidik di desa itu, dengan pengembangan Danau Laponu-Ponu menjadi daerah wisata akan memberikan nilai tambah dan perbaikan ekonomi masyarakat Desa Ranokomea dan Poleang Barat secara umum.
“Masyarakat akan meningkat taraf hidupnya dengan memanfaatkan potensi wisata yang ada di Desa Ranokomea, karena usaha kuliner dan aktifitas ekonomi lainnya akan bergerak ” kata Taslim.

Penulis : Tim Kominfos
Editor : Anton Ferdinan