TINGKATKAN PRODUKSI SAWAH, PEMKAB BOMBANA SOSIALISASI TEKNOLOGI “JARWO SUPER”

SHARE:
  •  
  • 9
  •  
  •  
  •  

RUMBIA, Kominfos

Berbagai terobosan terus dilakukan untuk meningkatkan hasil produksi  padi sawah Irigasi di Wonua Bombana. Pemerintah Kabupaten Bombana belum lama ini melaksanakan sosialisasi  program Gerakan Peningkatan Produksi Padi Sawah Irigasi (GP3SI)  melalui penerapan Teknologi Jajar Legowo Super (Jarwo Super) yang berlangsung di Auditorium Pemda Bombana,  Rabu, (15/8).

Bupati Bombana H. Tafdil mengungkapkan, dengan intervensi yang dilakukan pihak Pemerintah Kabupaten Bombana melalui bantuan alsintan  dan penyediaan benih yang unggul serta bantuan  Rp.6 juta perhektar, diharapkan  petani padi sawah  akan mendapatkan peningkatan hasil produksi rata-rata 2,5 ton sekali panen,sehingga petani mendapatkan peningkatan hasil produksi  yang tadinya hanya bisa mencapai 5, 1 ton perhektar akan meningkat menjadi 7,6 ton perhektar sekali panen.

“Kita ambil contoh, daerah lain bisa berproduksi sampai 9 ton  perhektar, mengapa kita masih berkisar diangka 5,1 ton per hektar?Padahal, kita punya program luas lahan sawah 100 hektar untuk tahun ini, yang kita intervensi dengan berbagai fasilitas dan bantuan alsintan” ujarnya dengan nada tanya.

Karena itu, bupati 2 periode  ini memberi peringatan kepada Kadis Pertanian Kabupaten Bombana agar lebih fokus untuk meningkatkan swasembada beras  dengan peningkatan hasil produksi pertanian dan akan terus ditingkatkan  dari tahun ketahun hingga lahan seluas 8000 hektar yang ada di Wonua Bombana bisa dioptimalkan.

“Jika dengan intervensi pemerintah melalui program GP3SI tidak bisa meningkatkan produksi   bagi petani, berarti hal ini tidak menarik bagi petani, dan kita dinilai gagal” tegasnya. Karena itu, diminta Dinas Pertanian dan jajarannya agar penyuluh pertanian dilapangan  betul-betul tahu, luasan areal persawahan baik irigasi, maupun non irigasi. Harus bisa melaporkan petani yang menanam dan yang tidak untuk untuk memudahkan  mengindentifikasi masalah yang dihadapi warga tani.

“Kalau masalahnya alsintan kita berikan alsintan, kalau pupuk kita berikan pupuk. Kalau ada petani yang malas menanam berhenti saja jadi petani, buat terobosan bagaimana caranya agar petani bisa bekerja terus jangan ada lahan tidur yang menganggur” kata Bupati.

Bupati Bombana  mengharapkan agar  Dinas Pertanian, serius dan fokus untuk GP3SI dengan memberikan perhatian, termasuk pengaturan tim teknis penyuluh diberdayakan secara maksimal. Kepada kelompok tani yang selama ini menggarap lahan pertaniannya secara konvensional, diminta untuk mengikuti arahan penyuluh dan menggunakan teknologi yang tepat. “Ikuti tata cara yang sudah disiapkan, Baik itu dari BPTP maupun  Dinas Pertanian harus bertanggungjawab”

Permintaan bupati kepada kelompok tani tentu dengan alasan dan pertimbangan.  Kalau  program GP3SI gagal setelah mengikuti semua arahan dari pemerintah, maka Pemda akan bertanggung jawab penuh.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bombana Ir.Hj. Andi Nuralam, kepada Kominfos mengungkapkan tujuan  sosialisasi  ini dimaksudkan dalam  rangka mendukung program jarwo  super untuk meningkatkan produktifitas dan peningkatan pendapatan petani.  Melalui seosalisasi  ini  pengetahuan petani akan bertambah dan merubah sikap serta pola tanam yang dilakukan selama ini, untuk mengadospi ilmu dan pengetahuan yang diberikan oleh pemateri dari Dinas Pertanian Tanaman Pangan Provinsi Sultra dan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Sulawesi Tenggara.

“Dengan sosialisasi  kita harapkan pengetahuan dan wawasan petani padi sawah yang hadir dapat mengadopsi cara bercocok tanam dengan menggunakan alsintan dan bibit yang unggul sehingga hasil  produksinya meningkat” kata Nuralam.

Senada dengan itu, Kepala Bidang Tanaman Pangan  Dinas Pertanian Kabupaten Bombana Syukur Sigia, S.TP. kepada Kominfos mengungkapkan Program GP3SI bertujuan untuk meningkatkan  produksi padi sawah  pada  daerah percontohan GP3SI   meliputi : Kecamatan Rumbia,   Kecamatan Rarowatu, Kecamatan Lantari Jaya, Kecamatan Rarowatu Utara, Kecamatan Poleang Timur, Kecamaatan Poleang Utara dan Kecamatan Tontonunu. “Tujuan sosialisasi ini, untuk meningkatkan produksi padi sawah  dalam rangka mencapai swasembada pangan, karena itu  dari  peserta sekitar 150 orang  yang ikut terdiri dari : Kelompok tani, Penyuluh pertanian, Babinsa dan Penyuluh Pertanian Kontrak (PPK).”

Putu Sudarko, Kelompok Tani (Poktan) Subur Tani dari Desa  Marga Jaya Kec. Rarowatu Utara   mengungkapkan, pihaknya siap mensukseskan program pemerintah untuk swasembada pangan hanya saja masih terkendala  untuk meningkatkan produksi pertaniannya, karena sumber pengairan yang tidak memadai karena menggunakan irigasi sumber air hujan.

“Kami sebagai petani senang dengan program pemerintah, hanya saja kami masih menemui kendala karena sumber pengairan  irigasi menggunakan air hujan, kami mengaharapkan agar program ini bisa sukses khususnya di Kecamatan Rarowatu Utara agar dibuatkan embung” ujarnya disela-sela acara sosialisasi.

Dewa Made Merta Kelompok Tani Sumber Rejeki dari Desa Kalaero Kec. Lantari Jaya, Sejak tahun 1990  mengolah padi sawah namun masih sulit meningkatkan hasil pertaniannya. Dengan sosialisasi ini  pihaknya bersedia mengadopsi teknologi pertanian yang lebih baik. “Harapan kami pembinaan secara langsung kepada petani  untuk meningkatkan hasil produksi  pertanian.Selama ini  kemampuan berproduksi dengan biaya  sendiri  hanya bisa mencapai  4-5 ton per hektar. Jika pola tanam yang diatur pemerintah dan benih yang unggul   bisa berproduksi 7 – 8  ton, Itu yang kami kejar agar bisa bersiang dengan daerah lain.” Ujarnya.

Penulis:  Tim Kominfos

Editor: Anton Ferdinan