SEKDA BOMBANA : SAYA AKAN KLARIFIKASI IJAZAH YANG TERINDIKASI PALSU

SHARE:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Ket. Gambar : Sekda Kab. Bombana Ir. H. Rustam Supendy. M. Si memberi pengarahan saat Melakukan Inspeksi Mendadak Di BKD Kab. Bombana. ( foto : Herry ).

Rumbia, Sekretaris Daerah Kabupaten Bombana Ir. H. Rustam Supendy, M. Si akan memperketat penyesuain golongan dan kenaikan pangkat pegawai negeri sipil di bombana, hal tersebut terkait maraknya ijazah yang di indikasikan asli tapi palsu yang banyak digunakan saat ini.

Demikian dikatakan H. Rustam Supendy saat melakukan sidak di Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Bombana baru – baru ini(15/5). Pembina pegawai bombana ini juga menuturkan beberapa pekan terakhir ini banyak ijasah asli tapi palsu ( aspal ) masuk diruang kerja untuk meminta persetujuannya selaku sekda untuk penyesuaian dengan menggunakan gelar S.Pdi.

” saya kaget, karena setelah diperiksa administrasi oknum yang mengusulkan berkasnya untuk penyesuaian, terdapat keganjilan dari berkas tersebut.” kata H. Rustam sembari enggan menyebutkan nama oknum yang bersangkutan.

Sekda Bombana ini menceritakan bahwa salah seorang oknum pegawai pernah mengajukan ijasah untuk melakukan penyesuain golongan, namun dirinya merasa curiga karena selama ini oknum tersebut masih sering terlihat berkantor dan absensi kehadirannya pun tiap harinya terisi hadir, setelah di minta penjelasannya, diapun mengakui selama ini dia masih sering berkantor dan ijasah yang dia gunakan itu ternyata di dapatkan tanpa mengikuti proses perkuliahan alias dibeli dari salah satu perguruan tinggi swasta di luar sultra.

” Saat ini, data ijasah yang terindikasi palsu tersebut telah dilaporkan juga pada pihak kepolisian untuk dilakukan penyelidikan” ujar H. Rustam.

Ketua Tim Baperjakat Kab. Bombana ini sangat menyanyangkan terjadinya hal tersebut, dia menilai jika ini di biarkan maka letak keadilan dari sebuah proses pendidikan tidak akan terpenuhi. “bayangkan saja, ada orang yang kuliah bertahun – tahun hanya untuk memperoleh gelar dan ijazah sarjana dengan biaya dan waktu yang di keluarkan tidak sedikit, lantas disatu sisi ada oknum hanya dengan bermodalkan uang bisa mendapatkan ijazah tanpa mengikuti proses perkuliahan, ini tidak bisa di biarkan” tegasnya

H. Rustam pun mengatakan saat ini dirinya akan membentuk tim yang akan langsung melakukan klarifikasi ke universitas tersebut untuk meminta penjelasan atas kejadian ini.

” kami juga tidak menginginkan seseorang telah mengeluarkan uang untuk membeli ijazah tersebut, ternyata ujung – ujungnya tidak bisa digunakan juga, berapa banyak kerugian yang dialami” tambah H. Rustam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *