1536 TENAGA HONORER K2 DI UJI PUBLIK

SHARE:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Rumbia. Usai di akomordirnya pengusulan ulang berkas tenaga honorer Pemkab Bombana sebanyak 308 orang oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi untuk di ferivikasi ulang, salah satu lembaga yang mengurusi kepegawaian yakni Badan Kepegawaian Negara kembali mengumumkan listing tenaga honorer kategori 2 sebanyak 1536 orang untuk Kabupaten Bombana.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah ( BKD ) Kab. Bombana Drs. Ridwan yang ditemui di ruang kerjanya beberapa saat lalu (3/4) membenarkan hal tersebut. Dirinya menuturkan bahwa listing nama tenaga honorer K2 yang diterbitkan BKN saat ini sudah di umumkan oleh BKD Bombana untuk dilakukan uji publik di masyarakat sesuai surat dari BKN Kantor Regional IV dengan nomor KR.IV.K.26-25/P.-99/2013 yang di tanda tangani langsungKepala Kantor BKN Kantor Regional  IV Usman Gumanti, SH. M.Si dengan merujuk surat dari BKN Pusat.

” Kita sudah umumkan di papan informasi agar di ketahui publik ” kata Drs. Ridwan yang di dampingi Kabid Perencanaan dan Pengadaan BKD Bombana Syahrullah, S.Sos

Lebih lanjut, Mantan Kepala BP4K Bombana ini menjelaskan masa uji publik tersebut terhitung mulai sejak pengumuman tersebut di sampaikan di publik hingga 16 april 2013, jika ada yang namanya belum masuk dalam listing tersebut dirinya mempersilahkan agar mereka melakukan sanggahan secara tertulis yang dilampiri bukti pendukung lainnya.

” kami hanya mengakomodir sanggahan jika itu dilakukan secara tertulis diatas kertas yang bermaterai dan sanggahan tersebut akan kami antar langsung ke BKN ” kata Drs. Ridwan.

Untuk diketahui, informasi yang di himpun selain 1536 orang tersebut yang sesuai release listing BKN merupakan database Kategori 2, namun selanjutnyaa terdapat 10 orang lagi tenaga honorer yang penggajiannya melalui dana komite sejak 2005, dan sudah tidak memungkinkan lagi masuk dalam ferivikasi kategori 1 kembali di usulkan masuk dalam kategori 2.

” Memang ada tambahan 10 orang yang gajinya bersumber dari dana itu ” kata Drs. Ridwan.

Komentar