GELOMBANG PASANG MERUSAK RUMAH WARGA

SHARE:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  


Ket. Gambar : Salah satu rumah warga yang terkena gelombang padang yang saat ini sudah tidak berbentuk, ( Ridwan, Sos ).

Rumbia. Perubahan cuaca yanh begitu ekstrim tidak hanya terjadi di beberapa tempat di indonesia, hal sama juga terjadi di desa Mattirowalie Kecamatan Poleang Kabupaten Bombana, pasalnya gelombang air pasang setinggi  dua meter sampai saat ini sudah memasuki hari ke empat terus menerjang  di rumah warga yang menyebabkan tujuh rumah rusak berat dan beberapa lainnya mengalami kerusakan ringan dengan taksiran kerugian jutaan rupiah.  

Kepala Bidang Penanggulangan Bencana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Bombana Ridwan, S.Sos yang di hubungi melalui vis seluler menuturkan masyarakat yang bermukim di pesisir pantai hingga malam ini masih terus berjaga dan melakukan evakuasi barang barang mereka yang masih  bisa di selamatkan.

Ridwan mengurai masyarakat pun saat ini telah mengungsi di dataran yang lebih tinggi menghindari jika secara tiba tiba gelombang pasang akan lebih tinggi.

” Sebagian masyarakat tidak berani untuk tinggal dirumahnya, mereka kuatir jika sewaktu waktu gelombang bisa lebih tinggi saat ini ” kata Ridwan yang sudah tiga hari berada di lokasi kejadian.  

Ridwan menjelaskan hingga saat ini kerugian materi dan material dari warga belum bisa di hitung secara pasti, namun kata ridwan yang bisa di lihat di lokasi kejadian sekarang, tujuh rumah warga sudah tidak berbentuk lagi karena dinding rumah mereka sudah hancur, bahkan ada sebagian harta  masyarakat yang terbawa air pasang.


Ket. Gambar : Masyarakat yang hingga saat ini masih terus mengevakuasi barang mereka. ( foto : Ridwan, S.Sos )

” ada juga lima rumah warga yang masih terendam air laut sampai malam ini ” kata Ridwan.  

Ridwan Mengakui hingga saat ini BPBD Kab. Bombana sudah menurunkan tim untuk membantu masyarakat melakukan tindakan evakuasi untuk meminimalisir  kerugian yang bisa di derita masyarakat, apalagi kata Mantan Plt. Kabag Humas Bombana masyarakat yang terkena dampak dari gelombang pasang tersebut bermata pencaharian sebagai nelayan, dengan tingginya gelombang saat ini mereka memutuskan untuk tidak turun melalut  

” kami akan segera berkoordinasi dengan pihak pemerintah daerah agar segera di dirikan dapur umum untuk membantu masyarakat ” ujarnya.    

Hingga berita ini di release, masyarakat bersama BPBD Kab. Bombana masih terus melakukan upaya evakuasi dan berjaga jaga jika gelombang pasang semakin tinggi, namun yang pasti kata Ridwan dirinya sudah mempersipkan alternatif jika hal tersebut terjadi.

” yang bisa kami lakukan saat ini swlalu menghimbau masyarakat untuk meninggalkan daerah yang dianggap rawan, Apapun alasannya saat ini saudara kita mendapat cobaan, saya berharap agar seluruh SKPD turut ambil bagian sebagai bentuk kepedulian kita, kami akan segera membuat laporannya kepada bupati dan wakil bupati ” harap Ridwan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *