422 MAHASISWA IAIN KENDARI KKN DI BOMBANA

SHARE:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Rumbia. Mahasiswa  Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari yang berjumlah 422 orang Mahasiswa dari berbagai di siplin ilmu akan melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Kabupaten Bombana selama 45 hari kedepan. Hal tersebut dikatakan Pembantu IAIN Kendari Dr.Husain Insawan.M.Ag  siang tadi usai melakukan serah terima mahasiswa IAIN Kendari ke pihak Pemkab Bombana yang di wakil Kepala Bappeda Bombana Drs. Sukarneni.M.Si di pelataran Kantor Bupati.
Dr. Husain mengatakan KKN yang tahun ini di fokuskan di Kabupaten Bombana tidak lepas dari bentuk kerjasama dalam meningkatkan kualitas pendidikan, terlebih lagi 2 tahun lalu pemkab Bombana pernah bersurat ke IAIN agar mengirimkan mahasiswa untuk melakukan kuliah lapangan di Bombana.
” KKN merupakan salah satu bentuk pendidikan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, sehingga hal ini juga perlu bimbingan dari pihak pemkab agar adik adik mahasiswa bisa lebih terarah dalam mengimplementasi ilmu yang mereka peroleh selama ini ” kata Dr. Husain.
Dari informasi yang berhasil di himpun, mahasiswa IAIN yang melakukan KKN kali ini berjumlah 422 orang yang berasal dari disiplin ilmu, mereka rencanakan akan disebar ke S7 Desa di 8 Kecamatan yang ada di Bombana selama 45 hari.
Ditempat yang sama, Kepala Bappeda Bombana Drs. Sukarnaini yang menerima langsung mahasiswa tersebut memberi apresiasi yang setinggi -tinggi ke pihak IAIN, pasalnya sejak Bombana mekar 12 tahun lalu, menurutnya baru tahun ini institut yang berbasis keagamaan mengirim mahasiswanya untuk melakukan KKN dalam jumlah yang cukup banyak.
” Ini merupakan kebanggaan buat kita, mudah-mudahan ilmu yang di dapatkan bisa lebih bermanfaat bagi masyarakat ” ungkap Drs. Sukarnaeni.
Namun, mantan Kadis Perhubungan Bombana mengingatkan agar dalam menerapkan ilmu pengetahuan yang di miliki, agar mahasiswa lebih mengutamakan pendekatan kultur, sebab di bombana sendiri masih banyak masyarakat yang memegang teguh adat istiadat yang di miliki.
” Makanya saya hanya tekankan agar ini menjadi perhatian adik- adik mahasiswa, jangan sampai nantinya ada budaya atau kebiasaan masyarakat yang bertentangan dengan norma kaidah islam yang sesungguhnya, agar hal ini jangan di perdebatkan, sebaiknya memberi pemahaman dengan pendekatan kultur, saya yakin itu bisa di lakuka apalagi saya dengar yang ikut KKN ini banyak juga mahasiwa yang berasal dari Bombana ” ungkapnya.
Komentar