64 KM JALAN LINGKAR DIKABAENA AKAN DI BUKA

SHARE:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Rumbia, peliknya urusan pertambangan yang kerap terjadi di sultra, membuat pihak pemerintah daerah, baik itu provinsi maupun kabupaten harus bekerja ekstra keras dalam mengatur regulasi dan tata kelolah yang baik sehingga tidak menyisakan problematik ditengah masyarakat.

Gubernur Sultra H. Nur Alam, SE mengatakan pengelolaan sumber daya alam dari sisi pertambangan membutuhkan sinkronisasi lintas sektoral sesuai tata kelola pertambangan yang baik” untuk pertambangan sendiri, bukan hanya unsur perundang – undangan pertambangan semata yang harus terpenuhi, karena pengelolaannya lintas sektoral, maka diperlukan dukungan pemenuhan dari peraturan dari perhubungan, lingkungan hidup, PU dan dinas lain yangterkait dengan pengelolaan pertambangan “ujar H. NurAlam usai melakukan pertemuan dengan investor tambang di kabaena timur kemarin siang ( 2/5).

Pertemuan yang dihadiri oleh Bupati Bombana, Kadis Pertambangan dan Energi Sultra serta para inverstor disepakati akan dibangun jalan lingkar di kabaena dengan jarak 64 KM dimulai dari poros dongkala – sikeli, dan Dongkala – pongkalaero yang jika dikalkulasikan akan memakan anggaran sekitar 100 milyar rupiah namun untuk pembukaan jalan lingkar ini merupakan hasil komunikasi pemerintah daerah dengan para investor. ” ini merupakan salah bentuk perhatian pemerintah terhadap kabaena yang diberikan kebijakan khusus karena pulau ini tersendiri di tengah laut, seperti yang pernah dilakukan oleh PT. Billy, hasil komunikasi saya akhirnya billy membuka jalan sejauh 17 KM di kabaena timur” Kata H. NurAlam.

” untuk membangun sebuah daerah membutuhkan sebuah proses bukan simsalabim, nah dengan adanya kesepakatan yang kami buat sekarang ini dengan para investor, hal ini bisa menjadi tolak ukur kita menilai bahwa pemerintah sangat memperhatikan masyarakat kabaena” tambah Nur Alam.

Komentar