BANTUAN 480 UNIT RTLH TAHUN INI MULAI DISALURKAN

SHARE:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Rumbia. Masyarakat Kabupaten Bombana yang memiliki Rumah Tidak Layak Huni kini bisa bernafas lega, pasalnya di tahun 2014 ini, dari 2000 unit rumah yang di usulkan Kantor Perumahan Kabupaten Bombana, pihak Kementerian Perumahan Rakyat ditahun ini telah menyetujui pemberian bantuan bagi rumah warga yang tergolong miskin khususnya yang berada di Poleang Barat sebanyak 480 rumah.

Kepala Kantor Perumahan Rakyat Bombana Sulaiman, SH.,MM saat di temui di ruang kerjanya pekan lalu mengungkapkan bantuan yang di berikan pihak Kementerian di tahun ini hanya merupakan bagian terkecil dari seluruh usulan rumah yang di serahkan pada tahun lalu, karena menurut informasi yang di perolehnya bahwa pihak Kemenpera saat ini masih melalukan pengecekan data rumah yang telah di usulkan.

Meski demikian, dirinya menambahkan bahwa dari 480 unit rumah yang berada di Poleang barat, secara keselurahan sekitar 44 unit rumah yang masuk dalam klasifikasi Rehab berat, yang masing – masing rumah tersebut akan memperoleh bantuan Simultan sebanyak 15 juta per unitnya.

” Kalau untuk rumah yang kerusakannya masuk tahap klasifikasi sedang jumlah bantuannya sekitar 7.5 juta perunit ” papar Sulaiman.

” Bantuan ini merupakan peningkatan kualitas Rumah tidak layak huni dan sementara ini data yang kami serahkan masih di cek, mudah – mudahan rumah yang kami usulakan di wilayah Kabaena Timur, Kabaena Tengah, lantary dan Rarowatu bisa segera menyusul bantuannya ” lanjutnya.

Mantan Kepala Bidang Cipta Karya ini merinci,secara keseluruhan Rumah Tidak Layak Huni ( RTLH ) yang berada di Kabupaten Bombana sebanyak 6474 unit rumah yang terbagi di 17 kecamatan, sedangkan di lima kecamatan yang data RTLH belum rampung, seperti Kabaena Barat, Matausu, Poleang Utara, Kabaena Utara dan Kabaena Selatan akan di selesaikan pada tahun ini.

Lanjut Sulaiman, belum masuknya data RTLH dari ke lima Kecamatan tersebut lebih di sebabkan pada kurangnya staf desa yang memahami mengenai penyusunan usulan Rumah, padahal di akui dirinya sudah mengundang seluruh aparatur desa mengikuti sosialisasi yang dilaksanakan tim Kantor Perumahan Bombana, di tambah lagi masih minimnya tenaga administrasi yang berada di desa memiliki keahlian Komputer, sehingga lebih memperlambat usulan tersebut.

” Kalau ingin mengulas kembali saya pikir itu tidak memiliki manfaat, karena kami tidak ingin saling menyalahkan , yang pasti Tim kami saat ini sudah mulai bekerja melakukan pendataan di 5 Kecamatan Tersebut ” ujar Sulaiman.

Sedangkan model penerimaan bantuan tersebut, saat di tanyai pewarta majalah ini, sulaeman mengakui bahwa model penerimaanya sudah tidak seperti dulu, berdasarkan juknis yang diterimanya dari Kementerian, model penyaluran bantuan tersebut tidak lagi di terima langsung masyarakat, namun pihak Kementerian langsung melakukan transfer dana di BRI, kemudian Pihak BRI mencetak Buku Tabungan bagi masing – masing penerima.

” Saat ini yang berhak menerima bantuan akan di dampingi Tenaga pendamping untuk menghitung kebutuhan rumahnya, setelah itu, masyarakat masyarakat sisa menandatangani DRPB2 ( Daftar Rencana Pembelian Bahan Bangunan ) kemudian menyerahkan ke pihak Bank, untuk dilakukan transfer ke Toko Penyedia Bahan Bagunan di Daerah Sekitar itupun harus di sesuai kebutuhan masyarakat dan kesiapan dananya ” rinci Sulaiman.

” Masyarakat tidak perlu repot lagi, apalagi pengawasannya bantuan ini akan sangat ketat karena di awasi langsung berbagai pihak termasuk Aparat ” sambungnya.

Komentar