Gelar Reses, Hj. Andi Nirwana Himbau Orang Tua Agar Menjaga Anak Dengan Ketat

Gelar Reses, Hj. Andi Nirwana Himbau Orang Tua Agar Menjaga Anak Dengan Ketat

Kominfo, Kec. Rumbia - Anggota DPD RI Perwakilan Provinsi Sulawesi Tenggara Hj. Andi Nirwana S, SP., MM melakukan kunjungan reses di Kelurahan Doule kecamatan Rumbia Bombana. Kunjungan kerja dalam masa reses kali ini, dilakukan dengan mengoptimalkan kegiatan rutin Majelis Taklim Kecamatan Rumbia, sekaligus menghimbau orang tua agar tetap fokus dan menjaga pada Anak-anaknya dengan ketat. Senin, (3/8)

Dalam kunjungan kerjanya hari ini Ada 2 hal utama yang beliau sampaikan terkait dengan isu kekinian yang masih berlangsung dan yang saat ini tengah menjadi trending topic pembicaraan. Kedua hal tersebut adalah Pandemic Covid-19 dan maraknya kekerasan seksual terhadap anak."ungkap Ketua TP PKK Bombana

Selain itu, Beliau menyampaikan agar Jamaah Majelis Taklim yang juga merupakan kader PKK dapat menjadi Satgas (satuan gugus tugas) dengan keikhlasan diri tanpa diupah di lingkungan sekitarnya. Satgas Pencegahan Penyebaran Covid-19 dan Satgas Pencegahan Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak. 

“Ibu-ibu sebagai Kader PKK dapat mengkampanyekan terus menerus 3 hal terkait pencegahan penyebaran Covid-19 yakni jaga jarak, pakai masker dan rajin cuci tangan dan selalu pakai sabun. Mari dengan penuh keihklasan kita menjadi satgas dilingkungan kita, ajak Ibu Hj, Andi Nirwana.

Mantan Anggota DPRD Bombana ini menyampaikan terkait problematika yang muncul di era pandemic Covid-19 yakni pembelajaran secara daring. “Ketika anak diberikan tugas melalui Handphone, maka orang tua akan kesulitan untuk mengontrol anak. Saat ini anak lebih paham gadget dibandingkan orang tuanya dan dengan mudahnya anak bisa mencari informasi apa saja. Sehingga ditakutkan anak yang masih kecil berpotensi melihat tayangan pornografi, seks bebas dan banyak hal buruk lainnya. 

Hal ini tentunya akan tertanam dibawah alam sadar anak sehingga sangat memungkinkan anak meniru apa yang dilihatnya. Anak bisa menjadi pelaku kekerasan seksual atau bahkan menjadi korban kekerasan seksual. Untuk itu pengawasan pembelajaran secara daring harus dilakukan orang tua dengan sangat ketat, "tegasnya.

“Orang tua harus menjadi satgas pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak. “Selain dari tontonan di HP, kondisi rumah juga bisa menjadi pemicu terjadinya kekerasan seksual dalam rumah tangga. Misalnya, dengan tidak adanya ruang kamar tersendiri anak gadis maka dikhawatirkan anak bisa menjadi korban kekerasan seksual orang terdekatnya, yakni bapaknya, om nya atau saudara laki-lakinya.

Menurut Nirwana Sebbu, Karena sesungguhnya kejahatan seksual itu akan lebih mudah dilakukan oleh orang terdekat kita yang mengetahui persis kegiatan rutinitas anggota keluarga. Sehingga dengan mudah memanfaatkan situasi yang ada.

Pada kunjungan reses kali ini, Kadis DP3A ibu Dra. Hj Sitti Sapiah, M.M juga menyampaikan lebih detail tentang jenis kekerasan, faktor penyebab, dampak hingga sanksi pidana yang bisa dikenakan kepada pelaku. Di akhir sosialisasinya beliau mengajak agar semua orang peduli kejadian disekitarnya. Jika terjadi kekerasan, bisa membantu melaporkan. Terlebih ketika kasus tersebut menyangkut anak yang merupakan generasi penerus bangsa ini.

Dalam kegiatan tersebut, kurang lebih 80 orang yang menghadiri kegiatan majelis taklim di Masjid Baburrahman Kelurahan Doule yang dirangkaikan dengan kunjungan reses Anggota DPD RI Perwakilan Provinsi Sulawesi Tenggara, Ibu Hj.Andi Nirwana S, S.P., M.M, selain itu juga dihadiri Ibu Wakil Bupati Bombana, Kadis DP3A, Camat Rumbia, Ketua TP PKK Kabupaten, Majelis Taklim Kabupaten, Ketua TP PKK Kecamatan Rumbia, Para Kepala desa dan Lurah se Kecamatan Rumbia, Ketua TP PKK Desa dan Kelurahan se Kecamatan Rumbia dan majelis taklim se-Kecamatan Rumbia.

Laporan : Nursia Sinaga
Sumber : Pemerintah Kec. Rumbia

Komentar

Belum ada komentar

Komentar Anda