DPPKB Bombana Gelar Webinar Self Assessment Kesiapan Rumah Sakit dalam pelayanan KB & Lomba PKBRS Tingkat Nasional.

DPPKB Bombana Gelar Webinar Self Assessment Kesiapan Rumah Sakit dalam pelayanan KB & Lomba PKBRS Tingkat Nasional.

DPPKB Bombana Gelar Webinar Self Assessment Kesiapan Rumah Sakit dalam pelayanan KB & Lomba PKBRS Tingkat Nasional.

Laporan : Adi Saputra

Kominfo, DPPKB - Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Bombana menyelenggarakan Web Seminar (Webinar) Persiapan Self-Assessment Kesiapan Rumah Sakit dalam pelayanan KB & Lomba Pelayanan KB Rumah Sakit (PKBRS) Tingkat Nasional, yang diikuti seluruh ASN lingkup DPPKB, tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memperoleh data Rumah Sakit yang siap untuk melakukan pelayanan KB. Jum’at (9/10/2020)

Pertemuan yang dibuka oleh Drs. H. Abdul Azis, M.Si Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Bombana mengatakan Data Rumah sakit yang dikumpulkan adalah rumah sakit yang telah terdaftar dalam Sistem Informasi Manajemen (SIM BKKBN). Nantinya rumah sakit yang telah terdaftar ini akan diaktifkan untuk melaksanakan Pelayanan KB Rumah Sakit (PKBRS) untuk kemudian dilombakan. Bagi rumah sakit yang belum terdaftar dalam SIM BKKBN, diharapkan dapat dilakukan upaya agar mereka ini terdaftar dalam SIM BKKBN.

“Untuk itu dalam surat kepala perwakilan BKKBN Provinsi Sultra untuk memfasilitasi kegiatan self-assesment Kesiapan Rumah Sakit dalam Pelayanan KB serta Lomba Pelayanan KB di Rumah Sakit (PKBRS). Bentuk fasilitasi yang dapat dilakukan adalah melakukan koordinasi lintas sektor pihak terkait dengan menyampaikan dan menginformasikan instrument self-assessment PKBRS. ucapnya

“Jadi karena Perwakilan BKKBN Provinsi Sultra telah mengirim rumah sakit yang mewakili BKKBN provinsi ke pusat, maka kita tidak perlu lagi mengirim profil rumah sakit poea untuk diseleksi. Namun kedua surat dari perwakilan BKKBN sultra tersebut baik yang menyangkut assessment maupun lomba KB rumah sakit tetap kita jadikan acuan untuk ikut lomba tahun depan”. tuturnya

Kepala Bidang Keluarga Berencana Herlina, SKM menjelaskan kegiatan ini juga dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan KB di rumah sakit, maka dibuat berbagai terobosan dan inovasi dalam bentuk revitalisasi Pelayanan Keluarga Berencana Rumah Sakit (PKBRS). 

“Inovasi pelayanan Keluarga Berencana Rumah Sakit (PKBRS) dengan program IUD paska persalinan dan Pasca Keguguran (KBPP dan KBPK) di Rumah Sakit. Program PKBRS di RSUD ini dimaksudkan untuk mempercepat penurunan angka kematian ibu paska melahirkan”. Jelas Herlina

Jadwal kegiatan self-assessment dalam kesiapan PKBRS ini dilaksanakan selama 2 bulan yakni di bulan  September dan Oktober. Di bulan September, pelaksanaan persiapan yaitu penyusunan dan penyampaian informasi instrument self-assessment ke perwakilan BKKBN. Selanjutnya di bulan Oktober, dilaksanakan penyebaran instrument ke rumah sakit, penyusunan, pelaporan dan rekapitulasi self-assessment kabupaten kepada perwakilan BKKBN Provinsi, dan yang terakhir tindak lanjut self-assessment BKKBN Pusat.

Sedangkan Kepala Bidang Pengendalian Penduduk, Advokasi dan Penggerakan Nurpiarni, S.Kep., M.Kes Menyampaikan saat ini telah terjadi perubahan paradigma bahwa pengelolaan kependudukan tidak hanya berfokus pada pengendalian populasi dan penurunan kesuburan namun juga berfokus pada tindakan promotif dan preventif mengenai kesehatan reproduksi dan pemenuhan hak-hak reproduksi.

“Lomba ini dimaksudkan mampu menjadi faktor pendorong bagi rumah sakit untuk memperkuat program Program Keluarga Berencana Rumah Sakit (PKBRS), sedangkan yang dinilai meliputi aspek administrasi, SDM, promosi dan konseling kesehatan reproduksi, pelayanan, manajemen, inovasi dan pengembangan," kata nurpiarni.

Komentar

Belum ada komentar

Komentar Anda