DPPKB Bombana Gelar Rakoord, Pengembangan Inovasi Aplikasi Intip Konsep versi 2.0 Secara Virtual.

DPPKB Bombana Gelar Rakoord, Pengembangan Inovasi Aplikasi Intip Konsep versi 2.0 Secara Virtual.

Kominfo, DPPKB -  Meskipun dalam suasana Covid – 19, tidak  menyurutkan semangat Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Bombana untuk terus melakukan adaptasi berlangsungnya revolusi industry 4.0. dalam mengembangankan Inovasi Aplikasi Intip Konsep dan menjalankan program Bangga Kencana di Daerah.

Seiring dengan meningkatnya kemudahan akses internet, serta Kemajuan di bidang teknologi informasi dan telekomunikasi DPPKB Bombana menyelenggarakan Video Conference (vicon) yang bertajuk Pengembangan Inovasi Aplikasi Intip Konsep versi 2.0, yang diikuti seluruh Pejabat, Kepala UPTD Balai Penyuluh KB dan staf Lingkup Dinas PP & KB. Senin (12/10/2020)

Dalam menyampaikan arahannya, Kepala DPPKB Drs. H. Abdul Azis, M.Si menjelaskan aplikasi INTIP-KONSEP (Informasi Terupdate Pelayanan Kontrasepsi) adalah salah satu inovasi Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Bombana dalam memanfaatkan perkembangan revolusi industri 4.0 dalam hal informasi dan teknologi yang terus dikembangkan. 

“aplikasi ini mendapat dukungan Bupati Bombana serta kepala pewakilan BKKBN provinsi sultra saat Rapat kerja daerah (rakerda) salah satu kesepakatan aplikasi intip konsep dapat menjadi contoh pengembangan program Keluarga Berencana Kab/Kota di Sulawesi Tenggara tertuang dalam MoU bersama Pemda Provinsi, Kota dan Kabupaten tentang Sinergitas Program Keluarga Berencana, yang pernah ditanda tangani bersama” ucapnya

“saat dilaunching bulan maret 2020, aplikasi ini masih berbasis android atau mobile artinya kita mendownload aplikasinya yang tersedia pada play store dengan tujuan memudahkan calon akseptor KB untuk melakukan pendaftaran ataupun request pemasangan alat kontrasepsi KB. Cukup dengan mendaftarkan biodata calon akseptor” jelasnya

Lanjutnya, “Pengembangan Aplikasi Intip Konsep, kita sudah kembangkan dalam bentuk Aplikasi Website (Web Application) yang dapat diakses melalui web dengan menggunakan jaringan internet, dengan tambahan beberapa fitur lainnya, seperti NIK (nomor induk kependudukan) dan notifikasi atau pemberitahuan ketika calon akseptor telah melakukan pendaftaran Alasan utama pengembangannya, pertama mengantisipasi data akseptor ganda dan yang kedua kinerja petugas penyuluh lapangan”.

“Melalui kegiatan Pengembangan Aplikasi Intip Konsep saya mengajak kita semua yang hadir diharapkan serius mengikuti karna didalamnya tersedia data lengkap dengan nama dan alamat (by name, by address), dan semuanya wajib mengetahui bagaimana mengoperasikan dan mengsosialisasikan sehingga dapat terimplementasi dan dilaksanakan di masing-masing tempat tugas saudara-saudara”. Tutupnya 

Sedangkan Singgih Ardian Prabudi, S.Pt yang sebagai tim teknis pengembangan Aplikasi Intip Konsep mengatakan pengembangan Fitur-fitur sudah menggunakan logo baru BKKBN dan Data calon akseptor selain itu yang disediakan antara lain menu Daftar digunakan oleh calon akseptor, Login digunakan oleh petugas PLKB untuk memonitoring calon akseptor dan yang akan melakukan pemasangan ulang.

“Tak hanya itu Pada halaman ini disajikan form input pencarian yang digunakan untuk proses  search suatu kata kunci baik itu nama akseptor, jenis pemakaian alat kontrasepsi akseptor berdasarkan warna, Ketika pengguna  menekan tombol search, sistem akan mengolah data pencarian sehingga dapat menampilkan hasil pada halaman result”. tambahnya

Lanjut Singgih Data yang sudah entri petugas KB di berbagai daerah ini sebagai upaya menyiapkan ketersediaan data dan informasi keluarga akseptor KB, data yang ditampilkan harus benar-benar sesuai NIK dengan situasi dan kondisi di lapangan. Sebab, Data yang baik haruslah objektif sesuai dengan keadaan sebenarnya, up to date (kekinian) dan Kemudian nanti akan tambahkan kolom pengaduan ini juga bagian dari keterbukaan informasi publik” pungkasnya.

Komentar

Belum ada komentar

Komentar Anda