Kepala Balitbang Anisa Sri Prihatin, Pertegas Kedisiplinan di Jajarannya

Kepala Balitbang Anisa Sri Prihatin, Pertegas Kedisiplinan di Jajarannya

Kominfo, Balitbang - Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kabupaten  Bomban Anisa Sri Prihatin, S.Sos., M.Si memimpin langsung Rapat bulanan yang dilaksanakan di Aula Kantor Balitbang yang dihadiri seluruh Jajaran ASN dan PHTT pada rabu, (14/10/2020)

Kedisiplinan adalah merupakan sikap dan perilaku yang tercipta dan terbentuk kemudian  menunjukan nilai-nilai ketaatan, kepatuhan, kesetiaan, keteraturan dan ketertiban pada peraturan lembaga, organisasi dan norma-normal sosial.

Kepala Badan Penelitian Kabupaten Bombana menegaskan kedisiplinan bagi jajarannya untuk terus ditingkatkan, agar dapat memaksimalkan fungsi Balitbang sebagai pelayanan Publik. Pelayanan Pablik di Balitbang tetap mengacu pada Tugas dan Fungsi Badan Penelitian dan Pengembangan Kabupaten Bombana berdasarkan Peraturan Bupati Bombana Nomor 57 Tahun 2016 tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas dan Fungsi serta Tata Kerja Badan Penelitian dan Pengembangan Kabupaten Bombana

“Dengan dispilin kerja maka tupoksi kita sesuai Perbup nomor 57 tahun 2016 akan dapat kita capai” tuturnya.

Menurut Kepala Bidang Pembangunan, Inovasi, dan teknologi bahwa kedisiplinan itu dapat di bagi 3 (tiga):

a.)Disiplin Waktu : Disiplin waktu merupakan sikap yang menunjukkan taat jam kerja baik kehadiran maupun melaksanakan tugas dengan tepat waktu.

b).Disiplin Peraturan : Disiplin Peraturan peraturan maupun tata tertib tertulis dan tidak tertulis dibuat dengan tujuan suatu organisasi dapat dicapai. Oleh karena itu dibutuhkan sikap setia dari ASN terhadap peraturan yang telah ditetapkan. Kesetiaan dalam hal ini berarti taat dan patuh dalam hal melaksanakan perintah atasan dan peraturan, tata tertib yang telah ditetapkan.

c). Disiplin Tanggung Jawab : Wujud tanggung jawab ASN adalah penggunaan, pemeliharaan peralatan sebaik-baiknya sehingga kegiatan kantor berjalan baik, sanggup menghadapi pekerjaan yang menjadi tanggungjawabnya.

Dalam Undang Undang Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2014 Tentang Aparatur Sipil Negara (ASN) pasal 86 terdapat 5 Ayat :

  1. Untuk menjamin terpeliharanya tata tertib dalam kelancaran pelaksanaan tugas, PNS wajib mematuhi disiplin PNS.
  2. Instansi Pemerintah wajib melaksanakan penegakan disiplin terhadap PNS serta melaksanakan berbagai upaya peningkatan disiplin.
  3. PNS yang melakukan pelanggaran disiplin dijatuhi hukuman disiplin.
  4. Ketentuan lebih lanjut mengenai disiplin sebagaimana dimaksud pada ayat (1), ayat (2), dan ayat (3) diatur dengan Peraturan Pemerintah.

ASN dikatakan melanggar bila terdapat ada ucapan, tulisan ataupun perbuatan yang tidak mentaati kewajiban atau melanggar larangan ketentuan disiplin ASN, baik di luar mapun pada jam kantor. Hukuman disiplin merupakan hukuman yang diberikan kepada ASN karena telah melanggar peraturan disiplin ASN. Peraturan disiplin pada dasarnya bukan membatasi ruang gerak para pegawai, tetapi batasan-batasan Pegawai Negeri Sipil dalam dalam melaksanakan tugas dan kewajibannya. Bentuk Kewajiban dan larangan ASN termuat dalam PP No 53 tahun 2010 tentang peraturan disiplin pegawai negeri sipil. 

Penulis : (Sukardi)

Komentar

Belum ada komentar

Komentar Anda