Secara Resmi, Bupati Bombana Lounching Aplikasi Jamila

Secara Resmi, Bupati Bombana Lounching Aplikasi Jamila

Kominfo, Dinkes - Bupati Bombana H.Tafdil, SE.MM mengungkapkan Pemerintah Kabupaten Bombana sangat  berkomitmen untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat dalam rangka peningkatan kualitas sumber daya manusia serta Ilmu Pengetahuan dan Teknologi di Kabupaten Bombana

Meningkatkan kualitas Pelayanan Kesehatan Masyarakat ini, sudah sesuai dengan visi dan misi Kabupaten Bombana sebagaimana tertuang   dalam RPJMD tahun 2017-2021.

Untuk itu, Tafdil menjelaskan bahwa, Fasilitas kesehatan yang terstandar menjadi salah satu syarat wajib dalam penyediaan pelayanan kesehatan masyarakat yang berkualitas, selain ketersediaan Sumber Daya Manusia yang kompeten dan juga tersedianya dana atau anggaran yang memadai.

Lanjut, Aplikasi JAMILA merupakan aplikasi yang berbasis android dan dapat didownload melalui Playstore. Dimana aplikasi ini diadakan sebagai bentuk upaya nyata Pemerintah Kabupaten Bombana dalam meningkatkan  kualitas layanan kesehatan kepada masyarakat khususnya Ibu dan Bayi.

Dengan adanya pencatatan dan pendataan secara face to face / door to door diharapkan semua data yang ada dan terekap dalam satu system aplikasi sehingga dapat menjadi protector dalam mendeteksi kasus-kasus Kesehatan Ibu hamil dan Bayi yang berpotensi untuk lost control dalam pengawasan tenaga kesehatan.

Menurut H. Tafdil, Aplikasi ini merupakan aset yang harus dijaga bersama, karena merupakan salah satu asset Teknologi berbasis program yang digunakan untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada seluruh masyarakat diwilayah Kabupaten Bombana dalam hal ini pencatatan Kesehatan Ibu Hamil dan bayi di Seluruh Desa yang menjadi wilayah kerja Puskesmas” jelas Tafdil saat memberikan sambutan pada kegiatan Launching Aplikasi Jamila Senin (23/11) bertempat di Auditorium Tanduale Kantor Bupati Bombana.

Bupati Bombana Menghimbau Untuk jajaran Dinas Kesehatan khususnya para Kepala Puskesmas dan staf. "Saya sangat berharap agar aplikasi ini dapat menjadi sarana dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, lebih meningkatkan kualitas layanannya sehingga status kesehatan masyarakat di wilayah kerjanya lebih meningkat. "Ujar H. Tafdil

Kepada  para bidan koordinator dan para bidan desa selaku user dalam aplikasi ini, untuk ikut berperan aktif dalam memantau pertumbuhan dan perkembangan kesehatan ibu hamil dan bayi dengan menganjurkan ke Posyandu setiap bulan atau segera  bawa ke Puskesmas bila terjadi gangguan kesehatan.

Tanpa peran aktif dari masyarakat, maka masalah kesehatan masyarakat khususnya masalah Kematian ibu dan bayi di wilayah ini tidak akan bisa teratasi.

Oleh karena itu, perhatian, kepedulian, dan kesadaran kita semua terkait dengan upaya pencegahan dan penanganan masalah kematian ibu hamil dan bayi sangatlah penting khususnya dalam upaya daerah menurunkan Angka Kematian Ibu dan Bayi menjadi Zero Kasus.

Begitupun kepada Pemerintah Kecamatan, para Kepala Desa, tokoh masyarakat serta ibu PKK agar lebih peduli dan berperan aktif dalam pembangunan kesehatan diwilayah Kabupaten Bombana,  khususnya lagi dalam upaya pencegahan dan penanganan masalah kematian ibu hamil dan bayi.

Ditengah Pandemi Covid-19 ini Puskesmas harus lebih ekstra melayani masyarakat yang datang memeriksakan kesehatannya, tentunya tetap menjaga dan menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

semua kepala Puskesmas, bidan koordinator dan bidan desa senantiasa mampu melahirkan kegiatan inovasi dalam upaya menyelesaikan masalah kesehatan masyarakat di wilayah kerjanya.

Sarat dengan kegiatan promotif dan preventif sebagai upaya kesehatan masyarakat agar masyarakat dapat hidup sehat. Tingkatkan kinerjanya dengan disiplin yang tinggi, tingkatkan kerjasama tim, tingkatkan pula kerjasama dengan lintas sektor, jangan lupakan sektor swasta, libatkan masyarakat, dan layani pelanggannya dengan hati. "Tuturnya.

Kepala Dinas Keshatan dr.H.Sunandar, MM.Kes Menambahkan Jumlah kematian ibu dan bayi merupakan indikator penting untuk melihat derajat kesehatan masyarakat. Salah satu indikator kesehatan adalah Angka Kematian Ibu (AKI).

Data Kementerian Kesehatan pada tahun 2016 tercatat 305 ibu meninggal per 100.000 kelahiran. Di Kabupaten Bombana pada tahun 2017 tercatat 6 ibu melahirkan meninggal dari 3530 persalinan atau AKI 170 per 100.000 kelahiran. Walaupun sudah dibawah rata-rata Nasional tapi seharusnya tidak ada lagi ibu meninggal karena proses persalinan (AKI = 0).

Merujuk dari data tersebut diatas diperlukan suatu Inovasi dalam upaya menurunkan AKI dan AKB di Indonesia. Khusus untuk di kabupaten Bombana Salah satu pendekatan tersebut adalah dengan memanfaatkan posisi teknologi dan aplikasi yang diharapkan bisa memantau secara langsung mengenai data ibu hamil, proses persalinan dan perawatan Ibu dan bayi serta mapping ibu hamil dengan starata yang mudah dijangkau maupun yang sulit dijangkau, hal ini dimaksudkan dapat mencegah terjadinya kematian ibu dan bayi melalui system pengawasan melalui sarana aplikasi online. “ungkap Kadis Kesehatan pada saat memberikan sambutan.

Selain Bupati Bombana, kurang lebih 100 peserta yang terdiri dari Kepala Puskesmas, Bidang Koordinator dan Bidang Desa turut serta dalam mengikuti kegiatan tersebut.

Terkait dengan Program Inovasi Daerah Kabupaten Bombana dalam upaya menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI) melahirkan dan Angka Kematian Bayi (AKB) maka lahirlah rancangan aplikasi JAMILA (Jaringan Informasi Ibu Hamil dan Bayi) Gembira, dimana hal ini didukung sarana dan prasarana yaitu Aplikasi software berbasis online (Software Jamila), Server penunjang Aplikasi (Software Jamila).

" Inilah Sarana dan prasarana penunjang lainnya berupa handphone dengan spesifikasi tertentu. Sehingga Tujuan kegiatan ini sebagai penanda bahwa aplikasi JAMILA resmi digunakan, "Tutupnya.

Komentar

Belum ada komentar

Komentar Anda