AIR SUNGAI POLEANG MELUAP PULUHAN RUMAH WARGA TERENDAM BANJIR

SHARE:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Ket. Gambar : Salah satu fasilias Pemerintah  yang terendam banjir di Kecamatan Tontonunu (Foto : Arman Zainuddin ).

Hujan yang turun setiap hari tak hanya menyebabkan banjir di beberapa wilayah seperti kota Kendari dan Konawe Selatan. Namun di Bombana, juga merasakan dampaknya. Akibat hujan yang terus menerus, empat daerah di otorita Buton itu tenggelam.

Kejadian itu terjadi Rabu kemarin. Empat Desa yang tergenang banjir terletak di Desa Tongkoseng dan Puuwonua Kecamatan Tontonunu serta dua laiinya di Desa Karya Baru dan Tanah Poleang, Kecamatan Poleang Utara. Akibatnya, ratusan rumah serta ratusan hektar sawah ikut terendam.

H Rasyid, anggota DPRD dari Poleang mengaku, banjir yang terjadi di Poleang dini hari kemarin, akibat hujan yang turun hampir setiap hari di Bombana, hingga menyebabkan sungai Poleang meluap. Ketinggian air di empat wilayah itu berkisar 1 hingga 1 meter setengah. Hingga sore kemarin, Rasyid mengaku belum menerima laporan adanya korban jiwa.
“Selain rumah, mesjid juga terendam. Sedangkan untuk korban jiwa belum ada laporan,” katanya.

Muhulifu, Camat Tontonunu mengatakan, banjir terparah di wilayahnya terletak di tiga titik yakni Dusun Toluto, Ranokea dan Eemoico. Banjir mulai menggenang daerah itu mulai pukul 09.00 kemarin dengan ketinggian satu sampai dua meter. Sampai sore kemarin, warga masih terus siaga, karena ketinggian air terus bertambah.

Menurut Muhulifu, di tiga dusun itu ada sekitar 150-an kepala keluarga yang rumahnya ikut terendam. Bahkan didusun Toluto, sekitar 20 KK di antaranya sudah mengungsi du rumah-rumah kerabat dan tetangga yang tidak terendam banjir untuk menyelamatkan diri. Camat mengaku, tidak ada korban jiwa dalam bencana alam itu, sebab rata-rata rumah yang terendam, adalah rumah panggung.

Muhulifu mengungkapkan, banjir yang melanda Tontonunu kemarin, akibat jebolnya dua titik tanggul sungai Poleang sehingga air di sungai itu meluap sampai di rumah-rumah warga. Selain itu, banjir di Tontonunu juga menenggelamkan kantornya, puskesmas dan rumah medis. “Hingga sore ini (kemarin) belum ada personil dari bencana alam yang turun di lapangan,” ungkapnya.

Hingga malam ini, kondisi di wilayah tersebut bisa dikatakan masih sulit untuk dijangkau, pasalnya luapan air suangai poleang yang merendam pemukiman warga mencapai ketinggian 2 hingga 3 meter.

Kepala Bidang Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah kabupaten Bombana Ridwan, S. Sos yang beberapa saat lalu di hubungi melalui via seluler mengatakan kondisi di wilayah khusunya daerah tontonunu dan karya baru masih sangat memprihatikan karena di kedua daerah yang sangat berdekatan dengan Sungai Poleang tersebut ketinggian air air sudah melebihi tinggi badan orang dewasa sehingga warga yang rumahnya terendam terpaksa di ungsikan.

” Proses evakuasi di sini di pimpin langsung Wakil Bupati Bombana bersama beberapa pejabat terkait, dan hal ini pula sudah di laporkan ke Bupati yang sementara melaksanakan ibadah umroh, beliau juga sudah memerintahkan segera melakukan tindakan tanggap darurat ” kata Ridwan di balik telpon.

Lanjut kata Ridwan, untuk saat ini pihaknya sudah menurunkan bantuan berupa bantuan beras sebanyak 2 Ton,  indomie dan telur serta makanan instans lainnya yang sementara ini masih disalurkan ke warga yang rumahnya masih terendam banjir.

” Kita akan terus memantau disini karena ini merupakan kejadian yang perlu segera mendapatkan tindakan antisipasi dengan mendirikan beberapa posko  ” tambahnya.

Komentar