BAHAS PEMEKARAN, WAKIL BUPATI TEMUI KOMISI II DPR RI

SHARE:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Rumbia. Kamis, (3/3) Ketua Komisi II Rambe Kamarun Zaman menerima rombongan dari Presidium Pemekaran Kabupaten Kepulauan Kabaena dan Konawe Timur. Pertemuan yang digelar di ruang rapat Komisi II itu beragendakan audiens antara Komisi II bersama dengan masing-masing perwakilan membahas tentang rencana dua dari lima daerah yang meminta untuk “berpisah” atau memekarkan diri dari daerah induknya.
Untuk diketahui, Kepulauan Kabaena diusulkan untuk dimekarkan dari daerah induknya yakni Kabupaten Bombana. Sedangkan untuk Kabupaten Konawe Timur dari daerah induknya Kabupaten Konawe Selatan.
Wakil Bupati Bombana, Masyura Ila Ladamay yang mengahadiri langsung audiens tersebut mengungkapakan untuk segala persyaratan-persyaratan administrasi maupun kajian akademik terkait dengan pengusulan pemekaran Kabupaten Kepulauan Kabaena sudah tuntas. Baik itu dari persetujuan dari masyarakat ditingkat desa, kecamatan, Kabupaten Bombana, DPRD Bombana hingga Provnisi dan DPRD Sultra telah dimiliki.
“Usulan Kepulauan Kabaena secara berjenjang telah dilakukan dan sudah ditetapkan. Kami datang membawa aspirasi dari masyarakat Kabupaten Kepulauan Kabaena yang sudah cukup lama merindukan lahirnya DOB tersebut karena rentan kendali dan jarak yang tidak memungkinkan. Bahkan, sudah ada persetujuan dana hibah ketika sudah menjadi daerah persiapan nantinya,” jelas Masyura dihadapan Ketua Komisi II.
Masyura melanjutkan, selain rentan kendali yang cukup jauh untuk mencapai ibukota karena harus menyeberang lautan, Kepulauan Kabaena juga memiliki potensi-potensi sumber daya alam, tetapi sumber daya alam tersebut kadang terabaikan. Perwakilan kami dari Sultra di Komisi II Pak Amirul Tamim tentu cukup mengenal Kepulauan Kabaena ini. Terkadang jika musim gelombang, daerah ini hanya bisa dijangkau dengan sebuah lagu,” tambahnya.
Selain itu, pelayanan dasar pemerintahan, pelayana publik hingga pelayanan kesehatan juga terkadang tidak dapat dilakukan dengan maksimal. Bahkan, banyak kejadian ibu-ibu sampai harus melahirkan di atas kapal karena jarak yang cukup jauh untuk mencapai rumah sakit yang berada di ibukota.
“Berdasarkan fakta-fakta tersebut dan masih banyak lagi, saya kira cukup jelas menjadi pertimbangan-pertimbangan untuk dapat diusulkan mejadi DOB,” tandas Masyura yang didampingi ketua Presidium Pemekaran Kepulauan Kabaena, Ila Ladamay.

Komentar