Detail Berita

Direktorat Kementrian Kelautan dan Perikanan, Gelar Sosialisasi PKPT di Bombana

RUMBIA Kominfo

Penulis : Surya Ningsih

Kominfo Bombana, - Dalam rangka pelaksanaan kegiatan Pengembangan Kawasan Pesisir Tangguh yang disebut sebagai (PKPT) di Kab. Bombana Provinsi Sulawesi Tenggara, pada kesempatan ini Direktorat Pendayagunaan Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil, Oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan, melakukan kunjungan dibombana dimana salah satu aspek kegiatannya adalah Sosialisasi Kegiatan Pengembangan Kawasan Pesisir Tangguh (PKPT) yang dilaksanakan pada 5 Agustus 2020 di Balai Desa Watumentade.

Acara sosialisasi dibuka oleh Sekretaris Daerah Kab. Bombana Drs. Man Arfa, dalam sambutannya ia mengatakan, Bombana ini memiliki beberapa pulau-pulau kecil yang tersebar di beberapa pesisir pantai hingga memanjang dan sangat cocok untuk dikembangkan

Olehnya itu, Sebelum lanjut kata Man Arfa, "saya ucapkan banyak terima kasih kepada ibu kasubdit mitigasi Bencana dan Adaptasi Perubahan Iklim (MBAPI) yang telah membuat kegiatan ini di kabupaten Bombana sehingga hari ini kita bisa mengikutinya.

"Kami berharap dengan adanya kegiatan ini semua stakeholder bisa saling memotivasi dan saling kerjasama dalam melakukan pengembangan disetiap kawasan-kawasan yang ada, "katanya saat memberi sambutan di balai desa, Kamis, (6/8)

Senada hal tersebut, Kasubid Mitigasi Bencana dan Adaptasi Perubahan Iklim (MBAPI) Fegi Nurhabni menjelaskan, terkait tentang PKPT di Kabupaten Bombana untuk TA. 2020 ini, Informasi terkait latar belakang pelaksanaan PKPT, bagaimana proses pelaksanaan dan mekanismenya, hasil yang diharapkan dan bagaimana keterpaduan dan sinergi pelaksanaan PKPT, Penguatan ketangguhan melalui peningkatan kapasitas masyarakat dan pembangunan infrastruktur dasar sebagai stimulant serta kemandirian dan kesejahteraan masyarakat dalam jangka panjang.

Menurutnya, Paparan terkait Peta Jalan PKPT yang akan dijalankan, 3 aspek utama yang menjadi fokus dalam intervensi kegiatan PKPT yaitu bina manusia, bina bencana dan adaptasi perubahan iklim, dan bina kelembagaan, "ucapnya.

Sebagai Perwakilan dari Kepala Bappeda Nur Alaina Samad mengatakan, ini diperlukan arah kebijakan program yang tertuang di RPJM, RPJMD. Karna kita ketahui bahwa Pesisir Kabupaten Bombana memiliki sector perikanan yang potensial dan menjadi unggulan di Kabupaten Bombana. 

"Jadi soal Isu strategis untuk mendukung RPJM/RPJMD adalah kegiatan infrastruktur, "kata Nur Alaina

Menurut Nur Aliana, Bombana terdiri dari 22 kecamatan dan diantara 17 kecamatan merupakan wilayah pesisir. "ini merupakan poin penting sebagai bahan pertimbangan dalam peningkatan ketangguhan dan disesuaikan dengan RTRW dan RZWP3K untuk 17 kecamatan tersebut.
Untuk itu diperlukan sinkronisasi penetapan lokasi kegiatan di 17 kecamatan yang telah ditetapkan oleh Bappeda."ucapnya

Karena kita tahu, kata Aliana, bahwa Kegiatan mitigasi bencana pada   dasarnya ini membutuhkan sinergitas dalam program-program yang direncanakan diantaranya  dengan dokumen RPJMD, RPJMDes, dan RPJMN, "tambahnya.

Menyikapi hal tersebut, Kepala Dinas Perikanan Kab. Bombana Syarif, SH Mengatakan, pada Sektor perikanan merupakan salah satu pendukung PRDB pemerintah kabupaten Bombana. "jadi mengharapkan ada dukungan disektor kelautan dan perikanan. 

Untuk kita ketahui Secara umum tingkat kerentanan bombana terhadap bencana, ini masuk dalam kategori sedang namun dibeberapa lokasi kondisinya cukup menghawatirkan diantaranya adalah abrasi, "ungkap Sarif.

Lain halnya dengan PKPT kata Sarif, dalam kaitannya dengan program yang akan dikembangkan harus menempatkan, mempertimbangkan lokasi yang sesuai dengan RZWP3K dan RTRW atau rencana strategis daerah.

Untuk menyikapi berbagai hal yang ada, Kades Watumentade H. Saini mengatakan untuk Tahun 2016 Kemendes memberikan bantuan talud bronjong sepanjang 200 meter, dimana  anggarannya sekitar 1,2 M, dan saat ini kondisinya rusak karena hantaman ombak. "Kata kades

kades mejelaskan, untuk Tahun 2019 KKP melalui Dirjen PRL memberikan bantuan struktur hybrid sepanjang 1,2 Km dan komitmen masyarakat telah dilakukan melalui penanaman mangrove di belakang struktur hybrid dengan Anggaran Dana Desa (ADD) yang sebesar 150 Juta, "jelasnya.

Selain itu kata H. Saini, Prioritas masyarakat untuk pembuatan tanggul penahan ombak untuk Desa Watumentade dan Desa Lantouwa, Kecamatan Rarowatu Utara sangat membutuhkan bantuan penanaman mangrove di beberapa desa pesisir untuk perlindungan abrasi, "tuturnya.

Sebagaimana yang kita ketahui, bahwa Kegiatan sosialisasi ini diikuti oleh 30 orang dari perwakilan Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bombana, Dinas Pertanahan Kota Bombana, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bombana, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Bombana, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Bombana, Camat Rarowatu Utara, Kepala Desa Watumentade, Kepala Desa Tunas Baru, Kepala Desa Lantouwa, perwakilan kelompok calon penerima bantuan dari masing-masing desa di Kecamatan Rarowatu Utara, dan beberapa Penyuluh Perikanan di Kabupaten Bombana.

Laporan : Suryaningsih
Sumber : Dinas Perikanan


  • Jl. Yos Dudarso No. 55 Kel. Lameroro Kec. Rumbia Kab. Bombana, Kode Pos 93771

    Phone: 08114038411
    Email Address: kominfo.bombana@gmail.com


    Pengunjung : 602,252