Detail Berita

PKBM DAN SKB DAPAT KUCURAN DANA DARI PEMKAB BOMBANA

RUMBIA Kominfo

Penulis : Tim Kominfos

RUMBIA, Kominfos. Tingginya angka anak putus sekolah dan buta aksara di Kabupaten Bombana, menjadi perhatian Pemerintah Daerah Kabupaten Bombana melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bombana. Pemkab mengucurkan anggaran sekira Rp.1,1 Miliar diperuntukkan 13 Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) dan 1 Sanggar Kegiatan Belajar (SKB).

Kucuran dana sebesar itu, akan digunakan melaksanakan proses kegiatan belajar mengajar untuk mengajak anak-anak putus sekolah agar melanjutkan pendidikan di PKBM dan Sanggar Kegiatan Belajar.

Kepada Kominfos, Abdul Rauf Abidin, S.Pd. Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bombana memaparkan, belum lama ini bertempat di ruang rapat Dinas Dikbud Kabupaten Bombana tepatnya 19 Oktober 2018 lalu, telah dilakukan penandatanganan Perjanjian Kerjasama lembaga-lembaga pendidikan Non Formal tentang pemberian dana operasional pendidikan dalam rangka pengentasan anak putus sekolah dan pemberantasan buta aksara di Kabupaten Bombana tahun 2018.

“Kita mengalokasikan anggaran berkisar Rp.1,1 M. Untuk program tahun 2018 sudah termasuk biaya manajemen pengelolaan kegiatan. Anggaran sebesar itu akan dikucurkan kepada pengelola PKBM yang tentunya akan bervariasi sesuai jumlah wajib belajar setiap PKBM yang akan dituntaskan dalam satu tahun pelajaran. Kita harapkan bisa digunakan untuk kegiatan PKBM dengan mengentaskan anak putus sekolah dan pemberantasan buta aksara”.kata Kadis
Ketika ditanya kapan kegiatan tersebut mulai dilaksanakan, untuk proram 2018 sudah terlaksana hanya saja anggarannya baru direalisasikan setelah penetapan anggaran perubahan hal ini diakibatkan terjadi perubahan regulasi yang sebelumnya diatur melalui Perbub sekarang sudah diperdakan tentang Buta Aksara dan Pegentasan Anak Putus Sekolah.
Lembaga-lembaga Pendidikan Non Formal yang telah menandatangani nota kesepahaman tersebut tersebar disejumlah kecamatan di Kabupaten Bombana yakni, PKBM Sama Sadar di Poleang Barat, PKBM Sumber Jaya di Poleang, PKBM Mandara di Poleang Utara, PKBM mandiri Jaya di Kec. Rarowatu, PKBM, Tosui Jaya di Poleang Selatan, PKBM Tutu Wuri II di Kec. Rumbia, PKBM Wonua Bombana di di Mataoleo, PKBM Mata Oleo di Kec. Rumbia Tengah, PKBM mulia Jaya di Poleang Tengah, PKBM Tutu Wuri di Rarowatu Utara, PKBM Mekar Sari di Kec. Lantari jaya, PKBM Watu Buri di Kec. Kabaena Tengah, dan SKB PNF Bombana di Rubia Tengah.

Dikatakan Kadis Pendidikan Kabupaten Bombana, pemberian dana operasional pendidikan tersebut dimaksudkan sebagai dana penunjang pendidikan Non Formal sebagai penyelengarara pendidikan kesetaraan dan keaksaraan melalui bidang pembinaan PAUD, dan pendidikan non formal Dinas Dikbud.

“Dengan adanya dana tersebut diharapkan kepada lembaga penyelenggara dapat melaksanakan proses belajar mengajar pada paket A untuk anak putus sekolah jenjang SD, Paket B untuk anak putus sekolah Jenjang SMP dan Paket C untuk anak putus sekolah jenjang SMA/SMK/MA. Dengan dukungan pendanaan tersebut diharapkan lembaga –lembaga pendidikan non formal dapat menuntaskan anak putus sekolah dan pemberantasan Buta Aksara di Kabupaten Bombana.

Penulis: Tim Kominfos
Editor: Anton Ferdinan


  • Jl. Yos Dudarso No. 55 Kel. Lameroro Kec. Rumbia Kab. Bombana, Kode Pos 93771

    Phone: 08114038411
    Email Address: kominfo.bombana@gmail.com


    Pengunjung : 602,252