Detail Berita

Sesuai Edaran Kadis, Pembelajaran Tatap Muka disekolah dibuka, Mulai 9 November 2020

RUMBIA Kominfo

Penulis : Armidin

Kominfo, Dikbud - SURAT EDARAN KEPALA DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN KABUPATEN BOMBANA NOMOR 165 / 2020 TENTANG PELAKSANAAN PEMBELAJARAN TATAP MUKA DI MASA PANDEMI CORONA VIRUS DISEASE (COVID-19) DI KABUPATEN BOMBANA TAHUN 2020

Yth.
Kepala Satuan Pendidikan PAUD, SD dan SMP Negeri/Swasta se-Kabupaten Bombana

Dasar Hukum :
1. Keputusan Bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan, dan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 03/KB/2020. Nomor 612 Tahun 2020, Nomor HK.01.08/Menkes/502/2020 Nomor 119-4536 SJ Tentang Perubahan atas Keputusan Bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan, dan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 01/KB/2020, Nomor 516 Tahun 2020, Nomor HK.03.01/Menkes/363/2020 Nomor 440-882 Tahun 2020 Tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran Pada Tahun Ajaran 2020/2021 dan Tahun Akademik 2020/2021 di Masa Pandemi Corona Virus Disease
(Covid-19).

2. Keputusan Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan dan Perbukuan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 018/H/KR/2020 tentang Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar Pelajaran Pada Kurikulum 2013 Pada Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah Berbentuk Sekolah Menengah Atas Untuk Kondisi Khusus.

Dalam rangka penyesuaian kebijakan pembelajaran di masa pandemi Covid-19 yang memperbolehkan pelaksanaan pembelajaran tatap muka untuk Satuan Pendidikan PAUD, SD dan SMP di daerah Zona Hijau dan Kuning, serta memperhatikan situasi dan kondisi perkembangan status Covid-19 di Kabupaten Bombana yang telah masuk dalam zona kuning maka dengan ini Pemerintah Daerah Kabupaten Bombana melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bombana menyampaikan kepada saudara untuk melaksanakan pembelajaran tatap muka di sekolah mulai tanggal 9 November 2020. Sehubungan dengan hal
tersebut, maka perlu disampaikan hal-hal berikut ini :

1. Satuan Pendidikan Wajib memperhatikan Standar Operasional Protokol Kesehatan yaitu :
a. Menyiapkan area kedatangan dan penjemputan peserta didik dengan maksimal agar tidak terjadi penumpukan;

b. Di depan ruang kelas dan kantor atau ruang lainnya terdapat sanitasi tempat cuci tangan dengan air mengalir beserta sabun atau hand sanitizer;

c. Melakukan pembersihan dan penyemprotan desinfektan paling lambat sehari sebelum pembelajaran tatap muka dimulai dan dilanjutkan setiap hari selama satuan pendidikan menyelenggarakan pembelajaran tatap muka, antara lain pada Lantai, pegangan tangga, meja dan kursi, pegangan pintu, toilet, sarana tempat cuci tangan dengan air mengalir, alat peraga/edukasi, alat pendukung pembelajaran dan fasilitas lainnya;

d. Melakukan pengukuran suhu tubuh peserta didik, pendidik dan tenaga kependidikan saat memasuki lingkungan sekolah. Bagi siswa yang memiliki subu tubuh > 37,3 °C tidak diperkenankan memasuki lingkungan sekolah dan dipulangkan ke rumah;

e. Memastikan ketersediaan masker dan cadangannya, jika terdapat peserta didik dan pendidik tidak membawa masker;

f. Mengatur jumlah siswa dalam 1 kelas : - Untuk Jenjang SD dan SMP jumlah siswa dalam 1 kelas maksimal 18 orang, jika jumlah siswa lebih dari 18 orang, maka kelas tersebut dibagi dalam 2 shif

- Untuk Jenjang PAUD jumlah siswa dalam 1 kelas maksimal 12 orang. jika
jumlah siswa lebih dan 12 orang, maka kelas tersebut dibagi dalam 2 shif

g. Mengatur tempat duduk siswa di setiap kelas dengan jarak minimal 1.5 meter

h. Tidak membuka kantin sekolah dan menganjurkan peserta didik, pendidik dan tenaga kependidikan untuk membawa makanan dan minuman sendiri;

i. Sekolah yang belum dapat memenuhi standar operasional protokol kesehatan sebagaimana disebutkan dari poin a sampai h di atas, maka tidak diperkenankan untuk melaksanakan pembelajaran tatap muka di sekolah.

2. Pihak sekolah mengatur jadwal pelajaran sebagai berikut :
a. Untuk satuan pendidikan yang membagi kelas dalam 2 shif :
Jam pertama dimulai pukul 07.30 WITA untuk shift pertama dan untuk shif kedua di hari berikutnya dengan ketentuan tidak ada jam istirahat;
Contoh untuk SMP : Kelas 7 terdin atas 2 shif, shif masuk pada han Senin, Rabu
dan Jumat. Shif 2 masuk pada hari Selasa, Kamis dan Sabtu; Contoh untuk SD : Kelas 1 terdin stas 2 stuf. shif 1 masuk pada hari Senin, Rabu dan Jumat, Shif 2 masuk pada hari Selasa, Kamis dan Sabtu Contoh untuk PAUD : Kelas A terdiri atas 2 chif. chif ] masuk pada hari Senin, Rabu dan Jumat, Shif 2 masuk pada hari Selasa, Kamis dan Jumat.

Demikian disampaikan untuk menjadi perhatian dan dilaksanakan sebagaimana mestinya. Rumbia, 4 November 2020

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bombana
A. MUH. ARSYAD, S.Sos., M.Si


  • Jl. Yos Dudarso No. 55 Kel. Lameroro Kec. Rumbia Kab. Bombana, Kode Pos 93771

    Phone: 08114038411
    Email Address: kominfo.bombana@gmail.com


    Pengunjung : 602,252