Detail Berita

Sosialisasi PPKS, Menjadi Perhatian Utama Pemda Bombana

RUMBIA Kominfo

Penulis : Adi Saputra

Sosialisasi PPKS, Menjadi Perhatian Utama Pemda Bombana

Rumbia (DPPKB) – Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana  (DPPKB) Kabupaten Bombana Bersama Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Perwakilan Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) menggelar sosialisasi program pembangunan keluarga sejahtera dan pemberdayaan keluarga bersama Mitra di Kabupaten Bombana.

Kegiatan berlangsung di Ex MTQ Kabupaten Bombana dibuka langsung oleh Bupati Bombana, H Tafdil, dihadiri Inspektur Utama BKKBN RI, Ari Dwikora Tono, Ak., CA., M. Ec.Dev., CfrA., QIA, Inspektur Wilayah II, Endang Agus Sapri, MM, Kepala BKKBN Sultra, Asmar, Ketua TP PKK Bombana, Andi Nirwana yang juga anggota DPD RI Dapil Sultra, para pejabat lingkup BKKBN Sultra, Forkopimda Bombana dan OPD lingkup pemerintah daerah Kabupaten Bombana, dan mengundang peserta siswa SMP, SMK dan SMA, pada Kamis (19/11/2020)

"Kegiatan BKKBN atau pengendalian penduduk menjadi perhatian utama saya, sehingga setiap kegiatan yang bertemakan masalah pengendalian penduduk saya selalu hadiri," kata Bupati Bombana, H. Tafdil saat memberikan sambutan kegiatan tersebut.

Bupati Tafdil mengatakan, perkembangan dunia yang kian menggelobal menjadikan perubahan-perubahan besar terhadap perilaku remaja, namun perubahan tersebut lebih cenderung mengarah pada kegiatan negatif dibanding positifnya.

"Permasalahan remaja yang timbul pada umumnya berkaitan dengan masalah seksualitas, AIDS, penyalahgunaan narkotika, psikotropika dan zat adiktif (Napza). Remaja dalam kondisi ini tentunya membutuhkan penanganan serta informasi seluas-luasnya mengenai kesehatan reproduksi, pentingnya menata masa depan dengan baik, dengan meninggalkan prilaku yang tidak bermanfaat dan merusak masa depan," tutur bupati.

Sementara itu, Inspektur utama BKKBN RI, Ari Dwikora Tono, mengatakan BKKBN sebagai sahabat keluarga Indonesia, mengambil peran dalam mendampingi dan membantu keluarga Indonesia menghadapi pandemi ini.

"Dengan mengoptimalkan peran Pengelola Program Bangga Kencana yaitu Penyuluh KB, petugas lapangan dan kader Kelompok kegiatan, juga Mobil Unit Penerangan (MUPEN), untuk terus siaga," katanya.

"Pernikahan dini atau pernikahan usia masih dibawah usia ideal menikah yaitu Pria 25 Tahun dan wanita 20 tahun. Jika menikah di usia di bawah usia menikah ideal itu menempatkan remaja putri dalam resiko tinggi terhadap kehamilan dini dan kehamilan tidak diinginkan, dengan konsekuensi ancaman kehidupan," ucapnya.

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Bombana Drs. H. Abdul Azis, M.Si Ketika di konfirmasi mengatakan selain kegiatan sosialisasi program pembangunan keluarga ini adajuga Pelayanan KB dilaksanakan beberapa titik Pusat Kesehatan Masyarakat (PKM) atau puskesmas yang didampingi tim dari BKKBN Sultra dan Kabupaten Bombana.

“Setiap Event kegiatan dan melibatkan mitra kerja, pihak kami selalu melakukan pelayanan KB kepada masyarakat, ini merupakan strategi untuk meningkatkan capaian, sedangkan akseptor yang terlayani sebanyak 53 akseptor, PKM Poleang Timur 13, Poleang Barat 11, Rumbia Tengah 24 dan Tontonunu 5 Akseptor, " Jelasnya.


  • Jl. Yos Dudarso No. 55 Kel. Lameroro Kec. Rumbia Kab. Bombana, Kode Pos 93771

    Phone: 08114038411
    Email Address: kominfo.bombana@gmail.com


    Pengunjung : 602,252