Detail Berita

UKPBJ KAB. BOMBANA MENJADI TEMPAT STUDI BANDING

RUMBIA Kominfo

Penulis : Rachmat

Kominfo, Ukpbj - "UKPBJ KAB. BOMBANA MENJADI TEMPAT STUDI BANDING"

Rumbia 30/11/2020_ UKPBJ Kabupaten Bombana menjadi tempat studi banding bagi UKPBJ dari Kabupaten lain khususnya di Sulawesi Tenggara.

Hal ini karena keberhasilan UKPBJ Kabupaten Bombana dalam mencapai Level Kematangan UKPBJ pada level 7 dari 9 level Kematangan UKPBJ sehingga UKPBJ Kab. Bombana merupakan salah satu UKPBJ dengan tingkat kematangan Proaktif di Sulawesi Tenggara dan juga LPSE Kabupaten Bombana yang sudah memenuhi 15 dari 17 Standar LPSE dalam penyelenggaraan sistem layanan pengadaan sesuai Peraturan Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) Nomor 9 tahun 2015 tentang Peningkatan Layanan Pengadaan Secara Elektronik.

Pencapaian inilah yang membuat beberapa UKPBJ di Sulawesi Tenggara berantusias untuk mengikuti langkah UKPBJ Kab. Bombana. Hal tersebut dibuktikan dengan sampai berita ini dirilis.
"sudah 3 UKPBJ di Sulawesi Tenggara yang melaksanakan studi banding ke Bombana, yaitu UKPBJ Kab. Konawe Utara, UKPBJ Kab. Konawe dan hari ini (Senin, 30 November 2020-Red) UKPBJ Kabupaten Kolaka Utara yang berkunjung ke Bombana.

Kunjungan tersebut dipimpin langsung oleh Kepala BPBJ Kab. Kolaka Utara Alauddin Syah, SE serta 4 orang pegawai dari BPBJ Kab. Kolaka Utara yaitu Syahruddin Baso, SH (Kepala Seksi Pembinaan dan Advokasi BPBJ Kolaka Utara), Asriana Hasan, S.Sos (Pokja Pemilihan UKPBJ Kab. Kolaka Utara), Darman, S.Sos (Pokja Pemilihan UKPBJ Kab. Kolaka Utara) dan Febri Septiani, S.T (Admin LPSE BPBJ Kab. Kolaka Utara).

Kunjungan di Gedung UKPBJ Kabupaten Bombana yang diterima oleh Kasubag Pembinaan dan Advokasi BPBJ Setda Kab. Bombana, Fadlan, S.Si dan Kasubag Pengelolaan Pengadaan Barang/Jasa Setda BPBJ Kab. Bombana, Harno, SKM,

bertujuan untuk melakukan studi tiru terkait peningkatan kapasitas dan kompetensi UKPBJ sebagai bagian dari rencana peta jalan (roadmap) menuju tingkat kematangan yang proaktif dan pemenuhan Jabatan Fungsional UKPBJ serta pemenuhan 17 standar LPSE.

Sebelumnya BPBJ Kab. Kolaka Utara telah bersurat kepada Sekretaris Daerah Kab. Bombana, Cq. Kepala Bagian Pengadaan Barang/Jasa Setda Kab. Bombana, Nomor 014/487/2020 Tanggal 27 November 2020, perihal Permohonan Studi Tiru.

Dalam Studi Tiru tersebut ada tiga hal pokok yang dibahas yaitu tentang kiat-kiat sukses pencapaian UKPBJ Kab. Bombana dalam pelaksanaan Kematangan UKPBJ pada level 7 dari 9 level kematangan UKPBJ sehingga UKPBJ Kab. Bombana dapat mencapai level UKPBJ Proaktif, strategi UKPBJ Kab. Bombana dalam Pemenuhan Fungsional PBJ (Jabatan Fungsional) dan langkah-langkah yang diambil oleh LPSE Kab. Bombana dalam melaksanakan pemenuhan 17 standar LPSE.

“ada tiga hal pokok yang ingin ditiru oleh BPBJ Kab. Kolaka Utara dari UKPBJ Kab. Bombana pada Studi Tiru hari ini, yaitu tentang kiat-kiat sukses pencapaian UKPBJ Kab. Bombana dalam pelaksanaan Kematangan UKPBJ pada level 7 dari 9 level kematangan UKPBJ sehingga UKPBJ Kab. Bombana dapat mencapai level UKPBJ Proaktif, strategi UKPBJ Kab. Bombana dalam Pemenuhan Fungsional PBJ (Jabatan Fungsional) dan langkah-langkah yang diambil oleh LPSE Kab. Bombana dalam melaksanakan pemenuhan 17 standar LPSE.” Kata Fadlan.

Lanjutnya lagi “ setelah studi tiru dari BPBJ Kab Kolaka Utara ini, masih ada beberapa UKPBJ yang ingin melaksanakan Studi banding ke Bombana, mereka sudah konfirmasi via telephon tapi kami masih menunggu surat resminya.”

Selain di Kantor UKPBJ Kab. Bombana, rombongan juga berkunjung di Ruangan LPSE Kab. Bombana yang berada di Komplek Perkantoran Bupati Bombana. Secara Struktural kelembagaan LPSE merupakan Sub Bagian dari Bagian Pengadaan Barang/Jasa Setda Kabupaten Bombana, namun LPSE Kabupaten Bombana mempunyai ruangan tersendiri yang terpisah dari gedung BPBJ Kabupaten Bombana.

Disana rombongan BPBJ Kabupaten Kolaka Utara disambut langsung oleh Kasubag LPSE, Annash Yuswanto S, S.Kom. Pada kesempatan itu Annash menjelaskan tentang proses bagaimana LPSE Kabupaten Bombana dapat mencapai 12 Standar LPSE dalam penyelengaraan sistem layanan pengadaan dari 17 standar LPSE berdasarkan Peraturan Kepala LKPP No. 9 Tahun 2015.

Perlu diketahui bahwa LPSE Kabupaten Bombana saat ini sudah mencapai 12 Standar LPSE dalam penyelengaraan sistem layanan pengadaan yaitu 1. Standar Kebijakan Layanan, 2. Standar Pengorganisasian Layanan, 3. Standar Pengelolaan Aset Layanan, 4. Standar Pengelolaan Resiko Layanan, 5. Standar Pengelolaan Layanan Helpdesk, 6. Standar Operating Procedure Pengolahan Perubahan, 7. Standar Pengelolaan Kapasitas Layanan, 8. Standar Sumber Daya Manusia, 12. Standar Pengelolaan Kelangsungan Pelayanan, 13. Standar Pengelolaan Anggaran Layanan, 14. Standar Pengelolaan Pendukung Layanan, dan 15. Standar Pengelolaan Hubungan Bisnis Layanan.

Saat ini LPSE Kabupaten Bombana sementara menunggu penyelesaian untuk 9. standar operasional prosedur akses ruang server, 10. standar pengelolaan oprasional keamanan layanan, 11. standar pengelolaan keamanan server dan jaringan, 16. Standar Pengelolaan Kepatuhan dan 17. Standar Penilaian Internal.

Selain itu rombongan juga diperlihatkan ruang server dan sistem keamanan diruangan tersebut. Annash menjelaskan bahwa LPSE tidak cukup hanya mempunyai satu server saja tapi juga harus mempunyai backup server sebagai backup data apabila server utama mengalami gangguan atau kerusakan. Dan selain itu sistem keamanan di ruang server harus memenuhi standar karena itu juga masuk dalam salah satu dari 17 standar LPSE.

“Saat ini kami dari LPSE Bombana sudah mencapai 12 Standar LPSE, untuk yang 9, 10, 11, 16 dan 17 standar LPSE kami masih sementara melengkapi data dan juga menunggu waktu karena pelaksanaan penilaian akan dilaksanakan secara on site yang artinya tim penilai dari LKPP Jakarta akan turun langsung ke Bombana, sementara kondisi sekarang belum memungkinkan karena Covid19.

Meskipun sekarang sudah bisa untuk Pelaksanaan Penilaian Faktual secara online, tapi kami masih menuggu waktu yang tepat agar penilaian bisa dilaksanakan secara on site.” Terang Annash.

“selain itu, yang perlu kami ingatkan dan ini sangat penting bahwa kita harus mempunyai dua server, satu server utama dan satu server cadangan yang fungsinya untuk backup data ketika server utama mengalami gangguan atau kerusakan.
Dan selain itu sistem keamanan di ruang server juga harus jadi perhatian utama karena itu juga masuk dalam salah satu dari 17 standar LPSE, " ucap Annash.


  • Jl. Yos Dudarso No. 55 Kel. Lameroro Kec. Rumbia Kab. Bombana, Kode Pos 93771

    Phone: 08114038411
    Email Address: kominfo.bombana@gmail.com


    Pengunjung : 602,252